Usman

Terbongkar! 140 Mitra Open USD Bikin Saham Circle Ambles, Apa Rahasianya?

Poros Informasi – Pasar kripto kembali diguncang dengan pengumuman ambisius dari Open Standard. Pada akhir Juni 2026, mereka berencana meluncurkan stablecoin baru bernama Open USD (OUSD), didukung oleh aliansi mengejutkan yang terdiri dari 140 perusahaan raksasa. Berita ini sontak memicu reaksi keras di pasar, menyebabkan saham Circle (CRCL), penerbit stablecoin USDC yang merupakan pemain besar kedua di dunia, anjlok lebih dari 17% dalam satu hari perdagangan. Kehadiran OUSD jelas dipandang sebagai penantang serius bagi dominasi USDC.

ADS JUNI 20250716 105257 0000
Gambar Istimewa : news.tokocrypto.com

Lantas, seberapa besar kekuatan aliansi baru ini hingga mampu menggoyahkan raksasa seperti Circle? Mari kita selami lebih dalam.

Revolusi Stablecoin: Apa Itu Open USD dan Open Standard?

Open USD adalah stablecoin yang dipatok ke dolar AS, dikembangkan oleh Open Standard, sebuah entitas independen yang didukung oleh konsorsium lebih dari 140 mitra korporasi. Di tengah pesatnya adopsi ekonomi digital, stablecoin telah menjadi solusi transfer dana yang efisien, menawarkan kecepatan, biaya rendah, dan kemampuan program.

Namun, perusahaan sering menghadapi kendala dalam pemanfaatan stablecoin. Beberapa tantangan utama meliputi:

  • Biaya Mint dan Redeem yang Mahal: Terutama untuk transaksi dalam jumlah besar, biaya untuk mencetak (mint) dan menukarkan (redeem) stablecoin seringkali memberatkan.
  • Kurangnya Manfaat dari Aset Cadangan: Perusahaan umumnya tidak merasakan manfaat langsung dari pendapatan yang dihasilkan oleh aset cadangan (reserves) yang mendukung stablecoin tersebut.
  • Fleksibilitas Pengembang Terbatas: Para pengembang pun kerap terbatasi jika peta jalan penerbit stablecoin tidak sejalan dengan kebutuhan mereka.

OUSD dirancang untuk mengatasi tantangan ini dengan tiga prinsip utama. Berbeda dengan model Circle atau Tether yang menjadikan bunga dari cadangan U.S. Treasury sebagai sumber pendapatan utama, Open USD justru mendistribusikan hasil (yield) tersebut kepada para mitranya. Pendekatan ini berpotensi mengubah dinamika pasar stablecoin secara fundamental.

Mengapa Open USD Menjadi Ancaman Serius bagi USDC?

Model distribusi yield kepada mitra menjadi pembeda fundamental OUSD. Ini bukan sekadar stablecoin baru, melainkan sebuah ekosistem yang dirancang untuk memberikan nilai tambah langsung kepada para partisipan. Skala dan keberagaman aliansi pendukungnya yang mencapai 140 perusahaan, mulai dari raksasa keuangan tradisional hingga inovator Web3, memberikan legitimasi dan potensi adopsi yang masif. Hal ini menciptakan narasi bahwa OUSD bukan hanya sekadar alternatif, melainkan sebuah evolusi dalam arsitektur stablecoin yang berpotensi mengubah lanskap keuangan digital secara signifikan. Dampak langsung pada saham Circle menunjukkan betapa seriusnya pasar memandang ancaman ini.

Daftar Raksasa di Balik Konsorsium Open USD

Dukungan terhadap Open USD datang dari berbagai sektor industri. Nama-nama besar seperti Visa, Stripe, Mastercard, Google, Rakuten, dan Coinbase hanyalah sebagian kecil dari daftar panjang mitra yang siap mendorong adopsi stablecoin ini. Berikut adalah rincian kategori perusahaan yang terlibat:

  • Sektor Perbankan & Institusi Keuangan: Meliputi bank-bank global dan regional seperti Absa, ANZ, DBS Bank Ltd., Standard Chartered, U.S. Bank, dan banyak lainnya, menunjukkan kepercayaan dari lembaga keuangan tradisional.
  • Pembayaran & Fintech: Raksasa pembayaran seperti Adyen, American Express, Mastercard, Visa, dan perusahaan fintech inovatif seperti Klarna, Mercado Pago, dan Remitly, mengindikasikan potensi integrasi yang luas dalam sistem pembayaran.
  • Blockchain & Web3: Pemain kunci di ekosistem aset digital seperti Aave, Coinbase, Crypto.com, Polygon, Ripple, Solana, dan Stellar, menegaskan komitmen OUSD terhadap inovasi Web3.
  • Teknologi & Perusahaan Digital: Perusahaan teknologi global seperti BlackRock, Google, IBM, Samsung Electronics, dan Shopify, menandakan ambisi OUSD untuk merambah berbagai platform digital.

Implikasi Kolaborasi Lintas Sektor

Keterlibatan berbagai perusahaan dari sektor perbankan, pembayaran, blockchain, hingga teknologi digital ini bukan sekadar daftar nama. Ini adalah sinyal kuat bahwa Open USD sedang membangun fondasi infrastruktur stablecoin yang kokoh dan diterima secara luas. Kolaborasi lintas sektor ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan terhadap OUSD, tetapi juga membuka jalan bagi adopsi massal di berbagai aplikasi dan layanan. Ini adalah langkah strategis untuk menantang dominasi stablecoin yang sudah ada, seperti USDC, dengan menawarkan model yang lebih inklusif dan menguntungkan bagi para mitranya.

Peluncuran Open USD pada tahun 2026 berpotensi menjadi titik balik dalam evolusi stablecoin. Dengan model yang inovatif dan dukungan konsorsium yang masif, OUSD tidak hanya menawarkan alternatif, tetapi juga visi baru tentang bagaimana stablecoin dapat beroperasi dan memberikan nilai kepada ekosistemnya. Para pelaku pasar kripto dan keuangan tradisional tentu akan memantau ketat perkembangan stablecoin penantang ini. Untuk informasi terkini seputar dunia kripto dan aset digital, Anda bisa mengakses berita terbaru di porosinformasi.co.id. Ingatlah, investasi aset kripto memiliki risiko tinggi, dan keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda. Konten ini bersifat informatif dan bukan ajakan untuk menjual atau membeli.

porosinformasi.co.id Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar