Usman

DAO Dibobol! US$20 Juta BONK Lenyap, Siapa Dalangnya?

Poros Informasi – Dunia kripto kembali diguncang oleh insiden mengejutkan yang menimpa memecoin populer di jaringan Solana, BONK. Pada 6 Juli, harga BONK anjlok sekitar 8% setelah BonkDAO, entitas tata kelola terdesentralisasi di balik token tersebut, mengonfirmasi kehilangan dana treasury senilai fantastis, mencapai sekitar US$20 juta. Uniknya, kerugian ini bukan akibat peretasan teknis, melainkan melalui "serangan governance" yang cerdik, memanfaatkan celah dalam sistem pengambilan keputusan DAO itu sendiri.

Screenshot 1705 1536x697 1
Gambar Istimewa : news.tokocrypto.com

Modus Operandi: Serangan Governance yang Cerdik

Berbeda dengan insiden keamanan kripto pada umumnya yang melibatkan eksploitasi smart contract atau peretasan sistem, kasus BonkDAO ini menyoroti kerentanan yang lebih fundamental: tata kelola terdesentralisasi itu sendiri. Pelaku berhasil menguras kas DAO bukan dengan meretas, melainkan dengan memanipulasi mekanisme voting yang sah.

Membeli Kekuatan Suara, Menguras Dana

Analisis data on-chain mengungkap strategi yang digunakan pelaku. Beberapa hari sebelum voting krusial, pelaku mengakumulasi token BONK senilai sekitar US$4 juta melalui bursa sentral seperti Binance dan Bybit. Akuisisi masif ini memberikan pelaku kekuatan suara yang signifikan dalam platform governance Realms milik Solana. Dengan dominasi voting tersebut, sebuah proposal berhasil diloloskan yang secara langsung mengizinkan transfer dana dari perbendaharaan BonkDAO. Akibatnya, sekitar 4,426 triliun token BONK, yang setara dengan estimasi US$20 juta, berpindah tangan dari treasury.

Sumber seperti Coingape menyoroti beberapa faktor yang memungkinkan proposal berbahaya ini lolos: rendahnya partisipasi komunitas, ketiadaan periode penundaan eksekusi (timelock) setelah voting, dan sistem voting yang sangat bergantung pada kepemilikan token likuid. Setelah voting berakhir, dana tersebut segera dipindahkan ke dompet yang terhubung dengan akun Bybit, sebelum kemudian disebarkan ke alamat Solana lainnya. Insiden ini menjadi preseden serius karena dana tidak dicuri melalui celah teknis smart contract, melainkan melalui eksploitasi aturan main DAO itu sendiri, menjadikannya transfer yang "resmi" di mata sistem.

Reaksi Pasar dan Langkah Penyelamatan

Pasca-terungkapnya insiden ini, BonkDAO segera mengumumkan kolaborasi dengan Solana Foundation dan lembaga penegak hukum untuk melacak dan berupaya memulihkan aset yang raib. Respons cepat juga datang dari berbagai bursa kripto.

Bursa Kripto Bertindak Cepat

Bursa-bursa besar seperti Upbit dan Kraken dengan sigap menangguhkan sementara layanan deposit dan withdrawal untuk token BONK. Langkah proaktif ini bertujuan untuk membatasi pergerakan aset yang diduga hasil dari serangan, sekaligus memfasilitasi proses investigasi. Di pasar, sentimen negatif tak terhindarkan. Harga BONK langsung tertekan, diperdagangkan di kisaran US$0,0000054398, mencatat penurunan lebih dari 7% dalam 24 jam. Volume perdagangan harian melonjak menjadi sekitar US$116,89 juta, sementara kapitalisasi pasar menyusut menjadi sekitar US$388,77 juta.

Ancaman Nyata Bagi Desentralisasi: Keamanan DAO Dipertanyakan

Insiden BonkDAO ini bukan sekadar kerugian finansial, melainkan sebuah alarm keras bagi seluruh ekosistem desentralisasi. Ini kembali memicu diskusi sengit mengenai fundamental keamanan sistem tata kelola berbasis token.

Celah dalam Sistem Voting Berbasis Token

Tim Riset porosinformasi.co.id menyoroti kerentanan inheren dalam model voting yang hanya mengandalkan bobot token tanpa adanya mekanisme penguncian (lockup) yang memadai. "Model seperti ini membuka pintu lebar bagi ‘whale’ atau pihak dengan modal besar untuk mengakumulasi kekuatan suara dalam waktu singkat, lalu memanfaatkannya untuk meloloskan proposal yang menguntungkan diri sendiri dan merugikan perbendaharaan DAO," jelas salah satu analis. Risiko ini diperparah oleh rendahnya partisipasi komunitas dan absennya periode penundaan sebelum eksekusi proposal.

Kasus ini juga menjadi pukulan telak bagi sentimen positif yang sebelumnya menyelimuti BONK. Sebelumnya, BonkDAO sempat mencuri perhatian dengan inisiatif pembakaran treasury sebesar 1,69 triliun BONK, serta rencana BitCapital untuk meluncurkan produk ETP berbasis BONK di Bursa Swiss. Namun, serangan governance ini berpotensi besar mengikis kepercayaan investor, terutama mengingat investasi signifikan sebesar US$32 juta yang dilakukan oleh Bonk Holdings, perusahaan yang terdaftar di Nasdaq.

Jalan ke Depan: Membangun Kembali Kepercayaan

Demi memulihkan kepercayaan pasar dan investor, BonkDAO dihadapkan pada tugas mendesak untuk memperkuat fondasi sistem tata kelolanya.

Rekomendasi Penguatan Tata Kelola

Beberapa langkah krusial yang dapat dipertimbangkan meliputi peningkatan ambang batas quorum voting, penerapan mekanisme penguncian token (lockup) untuk kekuatan suara, penambahan periode jeda eksekusi (timelock) untuk setiap proposal yang lolos, serta penggunaan sistem multisignature untuk setiap transaksi besar dari perbendaharaan.

Saat ini, pergerakan harga BONK akan sangat bergantung pada kemajuan proses pemulihan dana, respons berkelanjutan dari bursa kripto, dan seberapa cepat serta efektif BonkDAO mampu memperbaiki arsitektur tata kelolanya. Jika dana berhasil dilacak dan sistem keamanan diperkuat secara signifikan, tekanan jual mungkin akan mereda. Namun, jika ketidakpastian terus membayangi, BONK berisiko tinggi menghadapi volatilitas ekstrem dalam waktu dekat.


Untuk informasi terkini seputar dunia kripto dan analisis mendalam, ikuti terus Poros Informasi. Dapatkan update berita crypto dan panduan investasi terpercaya.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Segala keputusan investasi adalah tanggung jawab penuh Anda. Konten ini bersifat informatif dan bukan ajakan untuk menjual atau membeli aset kripto.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar