Poros Informasi – Pasar kripto kembali dihadapkan pada dinamika menarik menjelang bulan Agustus 2026. Para "whale" atau investor institusional raksasa, yang dikenal dengan pergerakan modalnya yang masif, terpantau mulai menyusun ulang portofolio mereka dengan sangat strategis. Data on-chain terbaru mengindikasikan adanya pergeseran posisi signifikan pada sejumlah altcoin terkemuka, terutama Injective (INJ), Ondo (ONDO), dan Aave (AAVE), seolah mereka sedang bersiap menghadapi gejolak pasar yang mungkin terjadi.
Strategi Whale di Tengah Badai Ketidakpastian Makro

Tim Riset Porosinformasi.co.id menggarisbawahi potensi peningkatan volatilitas pasar yang kembali mengemuka. Kebijakan suku bunga global, khususnya dari bank sentral seperti The Fed, dapat secara signifikan memengaruhi selera investor terhadap aset berisiko tinggi seperti kripto.
"Di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian ini, kami mengamati para whale melakukan strategi yang sangat selektif: membeli secara agresif pada satu token, mengurangi eksposur pada token lain, dan melakukan rotasi terbatas pada aset DeFi yang sudah lebih dulu mencatat penguatan," jelas tim riset tersebut.
Pola ini bukan tanpa alasan. Investor besar tampaknya sedang menyusun strategi yang cermat untuk menghadapi Agustus, terutama dengan adanya ketidakpastian makroekonomi dan potensi perubahan sentimen pasar yang bisa datang kapan saja.
Injective (INJ): Target Akumulasi Favorit Para Raksasa
Injective (INJ) menjadi salah satu altcoin yang paling menarik perhatian dari sisi akumulasi oleh para whale. Meskipun INJ termasuk dalam kategori keuangan terdesentralisasi (DeFi), performanya dalam beberapa waktu terakhir cenderung tertinggal dibandingkan beberapa token DeFi lain seperti Aave yang masih mencatat kenaikan signifikan.
Kondisi "tertinggal" ini justru dimanfaatkan oleh para whale sebagai peluang emas untuk masuk. Berdasarkan data dari Santiment, 100 alamat terbesar atau yang sering disebut "mega whales" secara kolektif meningkatkan kepemilikan mereka sebesar 6,23% hanya dalam tujuh hari terakhir, menjadikan total kepemilikan mereka mencapai 97,52 juta INJ.
Ini berarti, para whale telah menambah sekitar 5,7 juta INJ ke dalam dompet mereka, yang setara dengan nilai hampir US$26 juta berdasarkan harga pasar saat ini.
Fenomena menarik lainnya adalah penurunan tajam saldo INJ di bursa. Saldo INJ di exchange anjlok 73,56% menjadi hanya 1,94 juta token. Penurunan saldo di bursa sering kali diinterpretasikan sebagai sinyal bullish, di mana para pemegang memindahkan token mereka ke dompet pribadi (self-custody) alih-alih menyiapkannya untuk penjualan.
Namun, pergerakan harga INJ belum sepenuhnya mencerminkan akumulasi masif ini. Token ini masih mencatat penurunan sekitar 13% dalam sepekan dan melemah 6,6% dalam 24 jam terakhir. Divergensi antara akumulasi whale dan pelemahan harga membuat INJ menjadi altcoin yang sangat menarik untuk dipantau pada Agustus. Para whale tampaknya bertaruh bahwa modal akan berputar ke token yang belum reli, bukan hanya bertahan di aset yang sudah menguat.
Ondo (ONDO): Sinyal Profit-Taking Setelah Reli Membara
Berbeda dengan Injective, Ondo (ONDO) menunjukkan sinyal distribusi yang jelas dari para whale. ONDO, sebagai salah satu token di sektor Real World Asset (RWA), telah mencatat performa yang sangat kuat dalam sebulan terakhir, melonjak sekitar 25%.
Namun, euforia tersebut tampaknya mulai mereda. Setelah reli yang impresif, para whale terpantau mulai mengurangi kepemilikan mereka. Data Santiment menunjukkan bahwa suplai ONDO yang dipegang oleh whale, di luar bursa, turun dari 7,6 miliar menjadi 7,58 miliar token sejak 27 Juli.
Penurunan sekitar 20 juta ONDO tersebut setara dengan sekitar US$7,8 juta berdasarkan harga saat ini. Waktu distribusi ini sangat krusial, terjadi setelah reli ONDO mencapai puncaknya dan hanya beberapa hari sebelum keputusan penting dari The Fed.
Harga ONDO juga mulai mencerminkan kehati-hatian pasar. Token ini turun lebih dari 6% dalam 24 jam, menunjukkan adanya tekanan jual menjelang agenda makro yang signifikan. Distribusi whale yang berbarengan dengan pelemahan harga ini memberikan sinyal bahwa momentum RWA pada ONDO mungkin mulai mendingin setelah gelombang positif dari narasi tokenisasi.
Selain itu, keputusan The Fed juga bisa menjadi faktor penting bagi sektor RWA. Jika The Fed memberi sinyal hawkish, yield aset tradisional seperti Treasury dapat kembali naik. Kondisi tersebut bisa mengurangi daya tarik narasi yield on-chain yang sebelumnya mendukung reli token RWA. Dengan kondisi ini, ONDO lebih terlihat sebagai aset yang sedang mengalami profit-taking, bukan akumulasi baru.
Aave (AAVE): Antara Konsolidasi dan De-Risking Cermat
Aave (AAVE) menunjukkan pola yang lebih nuansa dibandingkan INJ dan ONDO. Token DeFi ini masih menjadi salah satu pemimpin sektor sepanjang bulan, naik sekitar 7% dalam 30 hari dan masih menguat sekitar 2% dalam sepekan.
Namun, pergerakan whale AAVE tidak menunjukkan tren satu arah yang jelas. Kepemilikan whale di luar bursa bergerak naik-turun sepanjang bulan, menandakan mereka lebih banyak melakukan trading dalam rentang harga tertentu daripada keluar sepenuhnya dari posisi.
Pergerakan terbaru menunjukkan kepemilikan whale turun dari 10,41 juta menjadi 10,39 juta AAVE menjelang keputusan The Fed. Penurunan sekitar 20.000 AAVE tersebut bernilai hampir US$1,9 juta. Jumlah ini relatif kecil dibandingkan kapitalisasi pasar dan aktivitas perdagangan Aave secara keseluruhan. Oleh karena itu, penjualan tersebut lebih terlihat sebagai langkah mitigasi risiko (de-risk) menjelang event penting, bukan sinyal keluar besar-besaran.
Aave masih mempertahankan sebagian besar kenaikannya, sehingga aset ini tetap dipantau sebagai potensi "bounce play" pada Agustus. Jika keputusan The Fed lebih moderat dan sentimen DeFi membaik, AAVE masih berpeluang melanjutkan momentum positifnya. Namun, jika kondisi makro memburuk, posisi whale yang mulai dikurangi dapat menjadi tanda bahwa pelaku besar memilih lebih berhati-hati dalam jangka pendek.
Agustus 2026: Bulan Penentu Arah Altcoin?
Pergerakan whale pada INJ, ONDO, dan AAVE secara jelas menunjukkan bahwa investor besar tidak melihat altcoin secara merata. Mereka tampak mengakumulasi token yang tertinggal seperti INJ, mengambil keuntungan dari aset yang sudah menjadi pemenang seperti ONDO, dan mengatur risiko pada aset yang sudah lebih stabil seperti AAVE.
Keputusan The Fed akan menjadi katalis utama yang dapat menentukan arah berikutnya. Jika bank sentral memberi sinyal lebih dovish atau netral, altcoin yang sedang diakumulasi whale berpotensi mendapat dorongan signifikan. Sebaliknya, jika The Fed hawkish, tekanan terhadap aset berisiko dapat kembali meningkat.
Untuk saat ini, INJ menjadi token dengan sinyal akumulasi whale paling kuat. ONDO menunjukkan tanda profit-taking setelah reli sektor RWA, sementara AAVE berada di posisi tengah sebagai aset DeFi yang masih kuat tetapi mulai diperdagangkan lebih hati-hati oleh whale.
Memasuki Agustus 2026, pasar altcoin kemungkinan besar akan tetap selektif. Investor perlu memperhatikan bukan hanya narasi sektor, tetapi juga arus on-chain, posisi whale, dan respons pasar terhadap keputusan The Fed untuk membuat keputusan investasi yang lebih terinformasi.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Porosinformasi.co.id. Ikuti Google News Porosinformasi.co.id untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Porosinformasi.co.id berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.






