Poros Informasi – Pekan ketiga Desember 2025 menjadi periode krusial bagi pasar aset digital, di mana Bitcoin (BTC) menunjukkan sinyal pelemahan yang signifikan. Namun, di balik tekanan bearish ini, tim riset porosinformasi.co.id menemukan beberapa sektor altcoin yang justru menunjukkan momentum dominan. Laporan komprehensif ini hadir sebagai panduan bagi investor dan pelaku pasar untuk menavigasi dinamika ekonomi global dan industri kripto yang terus bergejolak, menyajikan wawasan mendalam untuk strategi investasi yang lebih tepat. Melalui analisis komprehensif yang meliputi data makroekonomi, pergerakan harga aset kripto, hingga berbagai peristiwa penting di ekosistem blockchain, laporan ini menyajikan wawasan mendalam mengenai tren utama yang berpotensi memengaruhi strategi investasi.
Dinamika Makroekonomi Global dan Nasional: Sinyal Campuran Menjelang Akhir Tahun

Sorotan Ekonomi AS: Antara Pelemahan Pasar Tenaga Kerja dan Inflasi Membandel
Data makroekonomi Amerika Serikat sepanjang minggu 15-19 Desember 2025 menampilkan gambaran yang kontradiktif, memicu ketidakpastian di pasar keuangan global. Tingkat pengangguran AS melonjak menjadi 4,6%, melampaui ekspektasi dan data sebelumnya, mengindikasikan pelemahan berkelanjutan di sektor tenaga kerja. Sinyal "dovish" ini berpotensi mendorong Federal Reserve (The Fed) untuk mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneter demi mencegah resesi.
Namun, di sisi lain, klaim pengangguran awal (Initial Jobless Claims) menunjukkan angka 64.000, melampaui ekspektasi pasar dan bangkit dari kontraksi tajam bulan sebelumnya, memberikan sedikit harapan stabilisasi. Sementara itu, proyeksi inflasi tahunan (CPI YoY) diperkirakan sedikit meningkat menjadi 3,1%, dan inflasi inti (Core CPI YoY) diprediksi stagnan di 3,0%. Angka-angka ini menandakan tekanan inflasi yang masih tinggi, memberikan sinyal "hawkish" yang dapat memperkecil peluang The Fed untuk memangkas suku bunga secara agresif. Kondisi sinyal makroekonomi yang campur aduk ini berpotensi memicu volatilitas tinggi pada aset berisiko seperti kripto, seiring pasar menanti arah kebijakan The Fed yang lebih pasti.
Potret Ekonomi Asia dan Inklusi Keuangan Kripto
Di kancah global, perkembangan mata uang digital bank sentral (CBDC) terus menjadi perhatian, dengan Jepang yang telah melakukan uji coba Yen Digital pada tahun 2023. Sementara itu, di tingkat nasional, Bank Indonesia (BI) mengakui potensi kripto dalam meningkatkan inklusi keuangan, sebuah pandangan progresif yang dapat membuka jalan bagi adopsi lebih luas di masa mendatang.
Performa Pasar Kripto: Aset Spekulatif Mendominasi di Tengah Koreksi
Sektor Startup Memes Pimpin Reli, Koin Hiburan Tak Kalah Menarik
Pekan ini, pasar kripto menunjukkan pergeseran fokus yang tajam menuju aset spekulatif di sektor infrastruktur dan hiburan. Sektor Startup Memes memimpin reli pasar secara dominan dengan lonjakan fantastis +71,13%, mengalahkan narasi lainnya. Token H mencatatkan kinerja terbaik dengan keuntungan +86,55%, diikuti oleh Audiera (BEAT) yang melesat +45,38%. Tren ini mengisyaratkan bahwa pelaku pasar sedang agresif memburu peluang pada koin-koin meme, infrastruktur, dan proyek berbasis utilitas hiburan.
Dominasi sektor Startup Memes yang sangat mencolok, ditambah dengan performa token Pippin (+19,22%), menandakan selera risiko yang tinggi. Investor terlihat beralih dari koin meme mapan ke proyek-proyek rintisan baru yang menawarkan volatilitas dan potensi imbal hasil cepat. Selain itu, sektor Music memperlihatkan kekuatan fundamentalnya dengan kenaikan +25,59%, didorong oleh reli token BEAT, menegaskan bahwa narasi hiburan terdesentralisasi tetap diminati. Investor juga melirik proyek-proyek CMC Labs, dengan kenaikan sektor +28,49%, menunjukkan adanya perputaran modal pada proyek-proyek yang lahir dari infrastruktur yang sering dianggap memiliki standar kualitas lebih terukur.
Kilas Balik Performa Mingguan dan Indikator Sentimen
Secara keseluruhan, pasar kripto kembali menghadapi tekanan koreksi yang dalam, menghapus upaya pemulihan sebelumnya. Kapitalisasi Pasar dan Volume menyusut signifikan menjadi $2,90 Triliun (-5,65%) dalam sepekan terakhir. CoinMarketCap 100 Index tergerus hingga ke level $172,06 (-5,79%). Indeks Fear & Greed yang tertahan di angka 22 (Fear) menandakan pelaku pasar cenderung menghindari risiko. CMC Altcoin Season Index anjlok lebih dalam ke level 19/100, mempertegas dominasi mutlak "Bitcoin Season" dan mengindikasikan bahwa likuiditas sedang ditarik keluar dari altcoin.
Analisis Mendalam Bitcoin: Terjepit di Persimpangan Kritis?
Pergerakan Harga: Pola Bearish Mengintai, Level Krusial di Depan Mata
Analisis harga Bitcoin pada timeframe Daily menunjukkan pelemahan yang sangat kuat, membentuk pola Bear Flag atau Symmetrical Triangle yang mengindikasikan potensi penurunan lebih lanjut. Pelemahan ini didorong oleh indikator KC dan angka RSI yang gagal menembus di atas 50. Apabila harga Bitcoin turun dari level support krusial saat ini di Fibonacci Retracement 0,78 ($83.628,3), dikhawatirkan dapat meluncur hingga Fibonacci Ekstensi terdekat 1,272 di harga $76.049. Sayangnya, belum ada struktur bullish yang solid yang terlihat.
Pada timeframe Weekly, Bitcoin juga menunjukkan pelemahan dari MA 99, yang selama ini menjadi support terkuat. Penembusan level ini akan semakin mendukung skenario penurunan seperti yang dianalisis pada timeframe Daily. Dengan tidak adanya struktur bullish yang jelas, keputusan untuk menjaga kapital atau merealisasikan keuntungan menjadi pilihan yang sama-sama valid, tergantung pada profil risiko masing-masing investor.
Data On-Chain: Antara "Reset" Sehat dan Tekanan Distribusi Institusional
Data on-chain Bitcoin memberikan gambaran yang lebih nuansa di tengah tekanan harga. Heatmap likuidasi menunjukkan Bitcoin berkonsolidasi di area $86.000 – $87.000, terjepit di antara dua zona likuiditas yang kontras ($84.000 dan $90.000). Penembusan salah satu dinding likuiditas ini kemungkinan besar akan memicu pergerakan harga yang eksplosif.
Menariknya, Bitcoin ($BTC) saat ini sedang menjalani fase "reset" yang sehat, di mana harga terkonsolidasi untuk menetralisir spekulasi berlebih. Data pasar derivatif dari Binance mengonfirmasi bahwa pasar sedang mendingin, menjauh dari kondisi "overheated" yang biasanya mendahului koreksi tajam. Dengan berkurangnya posisi leverage tinggi, pasar menjadi lebih ringan dan risiko terjadinya long squeeze (likuidasi posisi beli massal) menjadi lebih kecil. Fase reset ini dapat diinterpretasikan sebagai sinyal bullish terselubung, karena pasar yang tidak lagi jenuh oleh leverage tinggi memiliki fondasi yang lebih stabil untuk membangun momentum kenaikan harga selanjutnya.
Namun, data ETF Average Inflow Cost Basis dan MVRV menunjukkan Bitcoin kini telah memasuki fase "distribusi" yang berisiko tinggi, di mana struktur pasar menunjukkan tekanan berat pada investor institusional. Grafik memperlihatkan pembalikan harga kritis di mana harga pasar jatuh menguji biaya rata






