Poros Informasi – Pasar kripto kembali bergejolak setelah harga Bitcoin (BTC) menunjukkan tekanan jual yang signifikan dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan pantauan porosinformasi.co.id pada Senin (23/2), nilai BTC merosot tajam 4,75%, mencapai level $64.735,20, memperpanjang deretan koreksi yang telah mendominasi pergerakannya selama beberapa pekan terakhir.
Kapitalisasi pasar Bitcoin kini bertengger di angka sekitar $1,29 triliun. Yang menarik perhatian adalah lonjakan volume perdagangan harian yang mencapai $29,47 miliar. Fenomena peningkatan volume di tengah kemerosotan harga ini menjadi indikator kuat adanya gelombang tekanan jual yang masif dan agresif dari para partisipan pasar.

Dinamika Harga dalam 24 Jam Terakhir
Dalam sesi perdagangan harian, fluktuasi harga BTC sangat terasa. Aset digital ini sempat mencoba bangkit dengan menyentuh puncak $68.235,23, namun tak mampu bertahan dan akhirnya terhempas ke titik terendah $64.350,41. Volatilitas ekstrem ini secara jelas menggambarkan intensitas aktivitas pasar yang tinggi, didorong oleh sentimen yang mayoritas cenderung pesimis.
Tren Koreksi Berlanjut
Jika dilihat dalam skala waktu yang lebih luas, tren koreksi Bitcoin semakin mengkhawatirkan. Dalam sepekan terakhir, harga BTC telah merosot sekitar 5,79%. Lebih jauh lagi, dalam 30 hari terakhir, sang raja kripto ini telah kehilangan nilai hingga 27,72%. Pola penurunan serupa juga terpampang nyata dalam periode 60 dan 90 hari, dengan koreksi yang melampaui 26%.
Meskipun demikian, di tengah badai koreksi, fondasi fundamental Bitcoin tetap kokoh. Suplai BTC yang beredar saat ini mencapai 19,99 juta koin, atau sekitar 95,21% dari total maksimal 21 juta BTC yang akan pernah ada. Keterbatasan suplai ini, yang menjadi ciri khas Bitcoin, tetap menjadi pilar utama yang menopang nilai jangka panjangnya.
Dominasi Tekanan Jual dan Analisis Teknis
Lonjakan volume perdagangan yang mencolok bersamaan dengan penurunan harga adalah indikator klasik bahwa aksi distribusi besar-besaran atau bahkan panic selling sedang terjadi di pasar. Para investor jangka pendek, yang sensitif terhadap volatilitas, kemungkinan besar tengah merealisasikan kerugian atau mengamankan keuntungan yang tersisa. Dalam situasi seperti ini, sentimen pasar sangat rentan terhadap pengaruh faktor makroekonomi global, pergerakan arus modal institusional, dan dinamika pasar derivatif. Ketika tekanan jual begitu dominan, level-level support teknikal menjadi sangat vital sebagai benteng pertahanan terakhir.
Level Kritis yang Perlu Diperhatikan
Dari sudut pandang analisis teknikal jangka pendek, beberapa level krusial harus menjadi perhatian utama para trader dan investor:
- Support 1: $64.000
- Support 2: $62.500
- Resistance 1: $68.000
- Resistance 2: $70.000
Apabila Bitcoin gagal mempertahankan posisinya di atas area support $64.000, pintu menuju penurunan lebih lanjut ke $62.500 akan terbuka lebar. Penembusan di bawah level tersebut bahkan dapat memicu tekanan jual yang lebih intens, mendorong harga menuju ambang batas psikologis $60.000. Sebaliknya, untuk kembali menghidupkan momentum bullish, BTC wajib menembus kembali level resistance $68.000, yang harus didukung oleh volume perdagangan yang kuat. Tanpa konfirmasi volume yang solid, setiap kenaikan berisiko hanya menjadi technical rebound yang bersifat sementara.
Jarak dari Puncak dan Prospek Jangka Pendek
Bitcoin saat ini masih terpisah jauh dari rekor tertinggi sepanjang masanya yang pernah mencapai $126.198,07. Ini berarti, harga BTC saat ini diperdagangkan hampir 50% di bawah puncaknya. Namun, dalam siklus pasar kripto yang dikenal sangat volatil, koreksi sebesar 20-30% bukanlah fenomena yang aneh, terutama setelah periode reli panjang yang mendahuluinya. Bagi investor jangka panjang, fase koreksi seringkali dipandang sebagai bagian integral dari siklus alami volatilitas pasar kripto, sebuah kesempatan untuk akumulasi.
Outlook Pasar dalam Waktu Dekat
Dalam horizon jangka pendek, nasib pergerakan harga BTC akan sangat ditentukan oleh bagaimana pasar merespons level support krusial saat ini. Jika tekanan jual mulai menunjukkan tanda-tanda mereda dan volume perdagangan berangsur stabil, ada potensi untuk terjadinya fase konsolidasi di rentang $64.000-$68.000. Namun, jika volume tetap tinggi dengan dominasi order jual, risiko terjadinya breakdown ke level yang lebih rendah masih sangat terbuka. Selain itu, sentimen ekonomi global, aliran dana masuk atau keluar dari ETF Bitcoin, serta dinamika pasar derivatif akan turut menjadi faktor penentu arah pergerakan harga dalam beberapa hari mendatang.
Secara keseluruhan, pergerakan harga Bitcoin hari ini secara gamblang menunjukkan dominasi tekanan bearish yang kuat, ditandai dengan penurunan 4,75% dalam 24 jam. Lonjakan volume perdagangan semakin mempertegas intensitas aksi jual di pasar. Level $64.000 kini menjadi benteng pertahanan krusial yang wajib dipertahankan untuk mencegah koreksi yang lebih dalam. Di sisi lain, pemulihan di atas $68.000 adalah prasyarat untuk membuka peluang rebound yang lebih meyakinkan. Di tengah kondisi pasar yang sangat volatil ini, penerapan manajemen risiko yang cermat dan disiplin dalam strategi investasi menjadi esensial bagi setiap trader dan investor.






