Bitcoin Melonjak 24% di Agustus, Tapi Awas! September Menanti Jebakan?

Usman

Poros Informasi – Bitcoin (BTC) baru saja menutup Agustus 2026 dengan performa yang memukau, mencatatkan kenaikan sekitar 24%—lonjakan bulanan terbesar tahun ini. Aset kripto utama ini berhasil bangkit dari level US$60.000-an dan sempat menyentuh angka psikologis US$80.000. Namun, euforia tersebut kini dibayangi oleh serangkaian sinyal peringatan yang muncul dari data on-chain dan dinamika pasar, mengisyaratkan potensi koreksi atau konsolidasi di awal September.

Tim Riset porosinformasi.co.id menilai bahwa kombinasi dari tiga faktor utama ini akan sangat menentukan arah pergerakan Bitcoin di bulan kesembilan. Apakah reli Agustus akan berlanjut, atau justru pasar akan memasuki fase penyesuaian yang lebih hati-hati?

Bitcoin Melonjak 24% di Agustus, Tapi Awas! September Menanti Jebakan?
Gambar Istimewa : news.tokocrypto.com

Mengapa September Berpotensi Menjadi Bulan Ujian bagi Bitcoin?

1. Lonjakan Cadangan Bitcoin di Bursa (Khususnya porosinformasi.co.id)

Sinyal pertama yang patut diwaspadai datang dari peningkatan signifikan jumlah Bitcoin yang tersimpan di bursa. Laporan dari BeInCrypto, mengutip data CryptoQuant, menunjukkan bahwa cadangan BTC di porosinformasi.co.id telah mencapai puncaknya di tahun 2026, yaitu sekitar 687.000 BTC. Angka ini melonjak tajam dari sekitar 617.000 BTC pada akhir April dan mengalami akselerasi sepanjang Agustus.

Peningkatan cadangan di bursa seringkali diinterpretasikan sebagai potensi tekanan jual. Investor memindahkan aset ke bursa untuk berbagai tujuan, mulai dari penjualan langsung, hedging, hingga penggunaan sebagai jaminan. Artinya, semakin banyak BTC yang tersedia di platform perdagangan, semakin besar pula potensi pasokan yang siap dilepas ke pasar. Kondisi ini menjadi lebih krusial mengingat terjadi saat Bitcoin berjuang menembus resistensi US$80.000.

Meski demikian, perlu dicatat bahwa tidak semua Bitcoin yang masuk ke bursa akan langsung dijual. Aktivitas transfer kustodian, peran market maker, atau reorganisasi dompet internal bursa juga dapat memengaruhi angka ini. Namun, CryptoQuant tetap menekankan bahwa level tertinggi tahunan cadangan di porosinformasi.co.id, berdekatan dengan area resistensi krusial, adalah indikator yang tidak bisa diabaikan.

2. Arus Dana ETF Spot Bitcoin Mulai Goyah

Sinyal kedua datang dari pasar ETF Spot Bitcoin di Amerika Serikat. Setelah mencatat sembilan hari berturut-turut dengan net inflow positif, tren tersebut akhirnya terhenti pada 28 Agustus dengan net outflow sekitar US$201,8 juta.

Perubahan ini signifikan karena ETF telah menjadi salah satu pendorong permintaan terbesar selama reli Bitcoin di paruh kedua Agustus. Arus mingguan juga menunjukkan perlambatan yang mencolok; net inflow ETF Bitcoin pada pekan yang berakhir 28 Agustus hanya sekitar US$924,5 juta, turun 51,8% dari US$1,92 miliar pada pekan sebelumnya.

Satu hari outflow memang belum cukup untuk menyimpulkan bahwa investor institusional mulai menarik diri. Namun, jika tren arus keluar ini berlanjut, salah satu sumber permintaan utama yang mendorong BTC dari US$60.000-an menuju US$80.000 berpotensi kehilangan momentum. Menariknya, di hari yang sama saat Bitcoin ETF mengalami outflow, ETF kripto lainnya seperti Ethereum, XRP, dan Solana justru masih mencatatkan inflow positif.

3. Reli Harga Diduga Lebih Banyak Ditopang Leverage, Bukan Pembelian Spot Murni

Sinyal ketiga mengarah pada struktur perdagangan Bitcoin itu sendiri. Analis Crypto Rover menyoroti bahwa kenaikan BTC di akhir pekan terjadi saat spot cumulative volume delta (CVD) relatif datar.

Spot CVD adalah metrik yang mengukur keseimbangan antara pembelian dan penjualan agresif di pasar spot. Ketika harga naik namun indikator ini tidak ikut meningkat secara proporsional, ada indikasi kuat bahwa kenaikan tersebut lebih banyak digerakkan oleh pasar derivatif dan posisi leverage, ketimbang pembelian langsung di pasar spot.

Kondisi ini membuat reli menjadi lebih rentan. Posisi leverage memang dapat mempercepat kenaikan saat harga bergerak sesuai ekspektasi. Namun, di sisi lain, likuidasi masif dapat memperbesar tekanan jual secara drastis jika harga berbalik arah. Setup serupa sebelumnya teramati ketika Bitcoin bergerak menuju US$81.000 sebelum akhirnya terkoreksi ke US$77.000.

Kendati demikian, tidak semua analis sepakat bahwa ini adalah sinyal bearish murni. Beberapa pelaku pasar justru melihat breakout Bitcoin di atas US$80.000 sebagai bagian dari perubahan struktur pasar yang didukung oleh akumulasi ETF dan likuidasi posisi short.

Faktor Musiman dan Ujian Level Psikologis US$80.000

Rekam Jejak September yang Penuh Tantangan (Namun Tidak Selalu)

Selain indikator on-chain dan pasar, faktor musiman juga menjadi pertimbangan. Berdasarkan data Coinglass yang dikutip BeInCrypto, September secara historis merupakan bulan dengan performa rata-rata terlemah bagi Bitcoin, mencatat penurunan sekitar 3,08% sejak tahun 2013.

Namun, pola historis ini tidak selalu berulang. Tiga September terakhir justru ditutup dengan performa positif, di mana Bitcoin naik sekitar 7,29% pada September 2024 dan 5,16% pada September 2025. Ini mengindikasikan bahwa meskipun seasonality bisa menjadi referensi, faktor makroekonomi, arus ETF, likuiditas pasar, dan aktivitas spot tetap memiliki pengaruh yang lebih besar dalam menentukan arah harga.

Poros Informasi – Pergerakan Bitcoin di awal September akan menjadi penentu krusial. Kemampuan pasar untuk menyerap potensi pasokan yang tersedia di bursa akan sangat menentukan. Jika pembelian spot dan arus ETF kembali menguat, peningkatan cadangan di porosinformasi.co.id mungkin tidak akan menjadi hambatan signifikan, dan Bitcoin berpotensi kembali menargetkan area US$80.000-US$81.000.

Sebaliknya, jika outflow ETF berlanjut dan kenaikan harga hanya bergantung pada spekulasi leverage, risiko koreksi akan meningkat tajam. Setelah reli 24% dalam sebulan, aksi ambil untung adalah hal yang wajar. Tiga indikator utama—cadangan Bitcoin di porosinformasi.co.id, arus ETF, dan kekuatan pembelian spot—akan menjadi kompas untuk melihat apakah September akan melanjutkan pesta Agustus atau justru menjadi bulan konsolidasi yang penuh kewaspadaan bagi raja kripto ini. Reli Agustus memang menunjukkan kembalinya permintaan, namun untuk mempertahankan dominasi di atas US$80.000, Bitcoin kini membutuhkan fondasi permintaan spot yang kokoh untuk menyerap setiap pasokan baru yang masuk ke pasar.


DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

porosinformasi.co.id berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Ikuti Google News porosinformasi.co.id untuk update berita kripto dan unduh aplikasi trading Bitcoin & kripto sekarang.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar