Poros Informasi – Pasar kripto, khususnya Bitcoin (BTC), diprediksi memasuki periode menarik di awal Agustus 2025. Analis kripto terkemuka, Hoteliercrypto, dalam kolaborasinya dengan porosinformasi.co.id, memberikan pandangannya mengenai potensi pergerakan harga BTC dalam beberapa hari mendatang. Fokus utama tetap pada strategi "bangun 1:3", dengan harapan 20% dari 200 juta akan menjadi titik tertinggi sepanjang masa (ATH) yang dinantikan. Meskipun koreksi tipis sempat diharapkan terjadi, keyakinan terhadap ATH baru tetap kuat.
Pekan Tenang, Peluang Menguntungkan?

Hoteliercrypto menekankan bahwa minggu ini berpotensi menjadi "minggu berkah" karena minimnya rilis data ekonomi penting. Setelah serangkaian pengumuman seperti FOMC dan penurunan RRP, pasar memasuki fase tenang. Kondisi ini membuka peluang bagi investor untuk merealisasikan target profit (TP) yang telah lama ditunggu.
Analisis Data Ekonomi: Kunci Pergerakan Bitcoin
Berikut adalah proyeksi data ekonomi yang perlu diperhatikan pada awal Agustus 2025:
Senin, 4 Agustus 2025: Factory Order AS
Analis memprediksi adanya koreksi pada data Factory Order, mengingat penurunan pada Durable Order, S&P Global Manufacturing, dan harga rumah. Penurunan Factory Order berpotensi melemahkan DXY (Indeks Dolar AS), yang secara historis berkorelasi negatif dengan harga Bitcoin. Performa saham Tesla dapat menjadi indikator awal pergerakan Factory Order.
Selasa, 5 Agustus 2025: Trade Balance AS
Meskipun jarang digunakan, data Trade Balance AS akan diamati, terutama terkait dampak kebijakan tarif yang digaungkan oleh Presiden Trump. Angka Trade Balance yang lebih besar cenderung memperkuat DXY. Namun, pertumbuhan Trade Balance AS yang didorong oleh hutang diperkirakan tidak akan memicu koreksi signifikan pada Bitcoin.
Rabu, 6 Agustus 2025: Tanpa Data Signifikan
Kenaikan RRP (Reverse Repo Rate) diperkirakan dapat memberikan tekanan sementara pada harga Bitcoin.
Kamis, 7 Agustus 2025: Trade Balance Tiongkok
Pergerakan Trade Balance Tiongkok akan menjadi fokus, mengingat keterkaitan ekonomi global. Jika ekonomi AS mengalami kemajuan, Tiongkok mungkin mengalami perlambatan, dan sebaliknya.
Jumat, 8 Agustus 2025: Sepi Data
Minimnya data ekonomi dapat membuat Bitcoin sedikit "sedih". Namun, pembelian 21 ribu BTC oleh Michael Saylor di minggu sebelumnya diperkirakan akan memberikan efek positif yang tertunda (lagging effect).
Sabtu, 9 Agustus 2025: CPI Tiongkok
Kenaikan tajam pada CPI (Consumer Price Index) Tiongkok diprediksi akan melemahkan DXY dan berpotensi mendorong Bitcoin mencapai ATH baru. Ini menandakan adanya aliran dana dari Asia yang dapat memicu reli harga.
Altcoin Berpesta?
Dengan minimnya data ekonomi, analis memprediksi bahwa altcoin berpotensi mengalami kenaikan harga. Ini menjadi kesempatan bagi investor untuk merealisasikan TP pada altcoin yang mungkin tertahan.
Disclaimer: Analisis ini bersifat subjektif dan tidak dapat dijadikan acuan utama dalam pengambilan keputusan investasi. Pasar kripto sangat fluktuatif dan mengandung risiko tinggi. Investor disarankan untuk melakukan riset mandiri sebelum berinvestasi.






