Bitcoin Tembus Pola 31 Bulan, BTC Siap Lanjut Rally?
Poros Informasi – 06 Agustus 2026 | Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan geliat positif setelah periode stagnasi yang cukup panjang sejak Juni. Dengan perdagangan yang kini menembus level US$64.000, data on-chain terbaru mengindikasikan adanya pergeseran signifikan dalam perilaku para investor jangka panjang (long-term holder). Bersamaan dengan itu, arus masuk (inflow) ke ETF spot Bitcoin Amerika Serikat dilaporkan kembali meningkat, ditambah dengan adanya short squeeze senilai US$27,36 juta di pasar. Kombinasi faktor-faktor ini memicu spekulasi di kalangan analis bahwa Bitcoin Tembus Pola 31 Bulan dan kini bersiap untuk melanjutkan reli.
Siklus Bitcoin Mulai Berbeda dari Pola Historis
Menurut analisis dari CryptoQuant, para long-term holder Bitcoin kini menunjukkan pola akumulasi yang sebelumnya kerap muncul menjelang reli besar. Secara historis, kelompok investor ini cenderung mengakumulasi aset saat harga rendah dan menjual sebagian saat harga naik. Siklus pasar kali ini yang dimulai Januari 2023 dan diprediksi berlangsung hingga Desember 2025, sempat melihat long-term holder mengurangi pasokan mereka seiring kenaikan harga. Namun, pasca koreksi pasar, mereka justru kembali mengakumulasi BTC dalam jumlah yang lebih besar dari yang dijual sebelumnya. Akibatnya, kepemilikan long-term holder kini mencapai rekor tertinggi, nyaris 16 juta BTC.
Yang menarik, akumulasi ini mulai melambat, dan suplai yang dipegang long-term holder kini mulai menurun kembali. Pola ini ditafsirkan sebagai sinyal awal bahwa sebagian investor jangka panjang mulai bersiap untuk fase pasar berikutnya. Perbedaan mencolok pada siklus kali ini adalah durasinya. Jika pada siklus 2013 jeda sebelum reli kedua hanya sekitar delapan bulan, dan 17 bulan pada 2017, serta 16 bulan pada 2021, maka jeda kali ini telah mencapai 31 bulan. Para analis menduga keterlambatan ini dipengaruhi oleh masuknya ETF spot Bitcoin AS, pembelian institusional, dan kehadiran whale baru yang mengubah struktur pasar.
Inflow ETF dan Short Squeeze Beri Dukungan
Permintaan institusional terhadap Bitcoin tetap menjadi salah satu pilar utama penggerak pasar. Data Farside menunjukkan bahwa ETF spot Bitcoin AS mencatat net inflow sebesar US$211,49 juta pada 4 Agustus, dengan BlackRock iShares Bitcoin Trust (IBIT) menjadi kontributor signifikan. Total kepemilikan IBIT kini mencapai sekitar US$51,579 miliar, menegaskan minat investor institusional yang berkelanjutan.
Arus masuk ETF ini krusial karena kemampuannya menyerap pasokan pasar, terutama saat long-term holder mulai mengurangi kepemilikan. Jika aliran dana institusional tetap positif, tekanan jual dari holder besar dapat lebih mudah diimbangi. Di sisi lain, short squeeze senilai US$27,36 juta juga memberikan dorongan tambahan. Kondisi ini memaksa para pedagang yang bertaruh pada penurunan harga untuk menutup posisi mereka, yang secara tidak langsung menciptakan tekanan beli tambahan dan berpotensi mempercepat kenaikan BTC.
Whale Binance Jadi Sinyal Waspada
Meskipun ETF menunjukkan sinyal positif, data terkait aktivitas whale di Binance patut menjadi perhatian. Analis CryptoQuant, Darkfost, mencatat rasio inflow whale ke Binance melonjak ke 0,52, level tertinggi dalam empat bulan terakhir. Metrik ini mengukur proporsi Bitcoin yang masuk ke bursa berasal dari holder besar. Peningkatan rasio ini mengindikasikan lebih banyak BTC dari whale yang ditransfer ke exchange.
Secara umum, perpindahan BTC ke exchange dapat meningkatkan potensi tekanan jual. Jika whale mentransfer koin untuk dijual, harga berisiko mengalami tekanan dalam jangka pendek. Namun, lonjakan rasio ini tidak selalu menjadi konfirmasi bearish. Dalam sejarahnya, pembacaan serupa pernah muncul baik saat koreksi besar maupun saat pasar membentuk titik terendah penting. Oleh karena itu, metrik ini lebih tepat dibaca sebagai sinyal kewaspadaan, bukan kepastian penurunan. Pasar perlu mencermati apakah inflow whale ini benar-benar diikuti oleh peningkatan tekanan jual di pasar spot. Pertanyaan besar pun muncul, apakah Bitcoin Tembus Pola 31 Bulan ini akan berlanjut?
Level US$64.000 Jadi Penentu Arah Pasar
Secara teknikal, Bitcoin masih bergerak dalam rentang konsolidasi antara US$62.000 hingga US$65.000 selama beberapa pekan terakhir. Level US$64.000 kini menjadi area krusial yang sedang diuji. Jika BTC mampu bertahan dan menguat di atas level ini, peluang bagi pembeli untuk mendorong harga menuju resistensi US$65.000 akan terbuka. Penembusan yang kuat di atas US$65.000 dapat menjadi sinyal Bitcoin keluar dari fase sideways dan melanjutkan pemulihan. Namun, jika BTC gagal mempertahankan US$64.000, tekanan jual dapat kembali meningkat, membawa harga menguji kembali support US$62.000. Penembusan level ini akan melemahkan struktur jangka pendek BTC.
Dengan demikian, outlook Bitcoin saat ini membaik berkat dukungan inflow ETF, short squeeze, dan perubahan perilaku long-term holder. Namun, kenaikan rasio inflow whale ke Binance mengingatkan pasar untuk tetap berhati-hati. Kunci pergerakan selanjutnya adalah kemampuan BTC untuk bertahan di atas US$64.000 dan menembus US$65.000 dengan volume yang kuat. Jika skenario ini terwujud, peluang reli lanjutan akan semakin besar. Sebaliknya, jika whale mulai menekan pasar melalui exchange, Bitcoin berisiko kembali masuk ke fase konsolidasi. Apakah Bitcoin Tembus Pola 31 Bulan ini akan menjadi awal dari tren kenaikan yang signifikan atau sekadar jeda sementara sebelum koreksi lebih lanjut, masih menjadi pertanyaan yang menarik untuk dicermati.






