Poros Informasi – Pasar kripto kembali diuji. Harga Bitcoin (BTC) pada hari ini terpantau berada di angka $66.569,68, menunjukkan koreksi tipis -0,92% dalam rentang 24 jam terakhir. Data dari porosinformasi.co.id pada Jumat (13/2) mengungkapkan bahwa kapitalisasi pasar aset digital terbesar ini masih kokoh di kisaran $1,33 triliun, dengan volume perdagangan harian yang signifikan mencapai $44,79 miliar.
Meskipun dalam jangka pendek sang raja kripto ini menunjukkan sedikit pemulihan intraday, setelah sempat menyentuh level terendah $65.092,11 dan tertinggi harian di $68.339,49, pertanyaan besar tetap menggantung: apakah ini sinyal stabilisasi atau hanya "dead cat bounce" sebelum koreksi lebih dalam?

Badai Koreksi Melanda: Bitcoin Terjun 30% dalam Sebulan
Namun, sorotan utama tertuju pada performa Bitcoin dalam jangka menengah. Dalam kurun waktu 30 hari terakhir, sang raja kripto ini telah mengalami penurunan harga yang cukup drastis, mencapai -30,12%. Ini berarti nilai BTC telah terkoreksi hampir $28.748 dari puncaknya. Tekanan jual juga terlihat jelas dalam periode yang lebih panjang, dengan pelemahan -25,33% dalam 60 hari dan -30,76% dalam 90 hari terakhir.
Fenomena ini mengindikasikan bahwa pasar sedang berada dalam fase konsolidasi yang intens setelah euforia reli panjang sebelumnya. Mengingat statusnya sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar dan peringkat global nomor satu, fluktuasi Bitcoin secara inheren menjadi barometer utama bagi pergerakan seluruh pasar altcoin.
Pertarungan di Level Kritis: $65.000 Jadi Benteng Terakhir?
Di tengah tekanan jual yang masih membayangi, Bitcoin sempat menunjukkan secercah harapan dengan pemulihan intraday, bergerak dari level terendah $65.092,11 menuju tertinggi harian $68.339,49. Bahkan, dalam tujuh hari terakhir, BTC berhasil mencatatkan kenaikan tipis +3,04%, sebuah indikasi awal potensi stabilisasi jangka pendek. Pembelian di area bawah juga terlihat dalam satu jam terakhir dengan kenaikan +0,32%. Namun, para analis porosinformasi.co.id memperingatkan bahwa secara struktural, tren BTC masih berada di bawah bayang-bayang tekanan. Kegagalan untuk merebut kembali zona resistensi kuat di atas $70.000 menjadi sinyal penting.
Peta Jalan Harga: Support dan Resistance Krusial
Investor dan trader kini memantau ketat beberapa level kunci:
- Resistensi Utama: $68.000, $70.000
- Dukungan Kritis: $65.000, $63.000, $60.000
Kelangsungan Bitcoin di atas $65.000 akan menjadi penentu apakah potensi rebound teknikal dapat terwujud. Sebaliknya, jika benteng $65.000 runtuh, risiko penurunan lebih lanjut akan semakin besar.
Dinamika Pasar dan Likuiditas: Fondasi yang Masih Kokoh
Meskipun sedang menghadapi gejolak harga, fondasi Bitcoin tetap menunjukkan kekuatan yang luar biasa. Dengan kapitalisasi pasar yang mencapai $1,33 triliun, BTC masih menjadi penguasa tak terbantahkan di jagat kripto global. Dari total suplai maksimum 21 juta koin, sekitar 19,99 juta BTC (atau 95,18%) sudah beredar di pasar. Ketersediaan suplai yang semakin terbatas ini menjadikan harga BTC sangat responsif terhadap pergeseran permintaan. Ditambah dengan minat institusional yang tak kunjung padam, banyak analis porosinformasi.co.id meyakini struktur jangka panjang Bitcoin masih sangat solid. Volume perdagangan harian yang mendekati $45 miliar juga menggarisbawahi tingginya likuiditas BTC, bahkan di tengah tekanan pasar.
Menanti Sinyal Rebound: Apa Pemicu Kenaikan Berikutnya?
Sejarah mencatat bahwa koreksi antara 25% hingga 35% bukanlah anomali dalam siklus Bitcoin. Fase-fase seperti ini justru seringkali menjadi kesempatan emas bagi para investor untuk mengakumulasi aset sebelum gelombang kenaikan besar berikutnya. Pertanyaannya kini, apa yang akan memicu rebound kali ini?
Beberapa faktor krusial yang perlu dicermati meliputi: sentimen makroekonomi global (termasuk kebijakan suku bunga dan likuiditas pasar), aliran dana dari investor institusional, dinamika pergerakan ETF Bitcoin spot, serta sentimen dan potensi likuidasi di pasar derivatif.
Jika momentum pembelian kembali menguat dan Bitcoin berhasil menembus area $70.000 dengan volume perdagangan yang masif, target $75.000 bukan lagi sekadar mimpi. Namun, selama BTC masih terperangkap di bawah zona resistensi tersebut, fase konsolidasi yang penuh ketidakpastian ini kemungkinan besar akan terus berlanjut.
Analisis mendalam dari porosinformasi.co.id menegaskan bahwa Bitcoin masih berada dalam cengkeraman tekanan jangka menengah, ditandai dengan koreksi signifikan lebih dari 30% dalam sebulan terakhir. Namun, kemampuan BTC untuk menstabilkan diri di atas level $65.000 adalah indikator vital bahwa pasar belum menyerah sepenuhnya. Dengan dominasi pasar yang tak terbantahkan, kapitalisasi di atas $1,3 triliun, dan suplai yang semakin langka, Bitcoin tetap menjadi kompas utama bagi seluruh ekosistem kripto. Para investor kini menahan napas, mengamati apakah level dukungan krusial ini akan kokoh bertahan atau justru membuka gerbang menuju jurang koreksi yang lebih dalam. Arah pergerakan BTC selanjutnya akan sepenuhnya ditentukan oleh konvergensi sentimen pasar, dinamika arus likuiditas, dan kekuatan respons pembeli di titik-titik dukungan yang paling penting.
Peringatan Penting: Investasi aset kripto memiliki risiko yang sangat tinggi. Setiap keputusan investasi yang Anda ambil berdasarkan informasi, rekomendasi, atau riset dari artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi Anda. Tidak ada institusi atau otoritas negara yang akan menanggung risiko investasi tersebut. Konten ini murni bersifat informatif dan tidak boleh diinterpretasikan sebagai ajakan untuk menjual atau membeli aset kripto. porosinformasi.co.id beroperasi dengan izin dan pengawasan yang berlaku.






