Poros Informasi – Aset kripto terbesar di dunia, Bitcoin (BTC), nampaknya sedang mengalami fase "istirahat" sejenak. Setelah sempat menunjukkan taringnya dengan mendekati level psikologis $86.700, raja kripto ini justru mengalami tekanan jual yang membuatnya tergelincir kembali ke zona bawah.
Berdasarkan pantauan data terbaru dari porosinformasi.co.id pada Rabu (7/10), harga BTC saat ini bergerak di kisaran $85.063,18. Terjadi penurunan tipis sebesar 0,66% dalam rentang waktu 24 jam terakhir, yang mengindikasikan bahwa para bearish mulai mencoba mengambil kendali pasar.

Tekanan Jual Meningkat Setelah Mencapai Puncak Harian
Pergerakan harga Bitcoin dalam satu hari terakhir menunjukkan pola yang cukup kontras. BTC sempat melesat hingga menyentuh angka $86.664,54, namun sayangnya level tersebut gagal dijadikan pijakan untuk melanjutkan reli. Alih-alih terbang lebih tinggi, harga justru mengalami koreksi dan kini tertahan di area krusial $85.000.
Kegagalan mempertahankan zona $86.600 ini menjadi sinyal bahwa terdapat resistensi yang cukup kuat di level tersebut. Para pelaku pasar tampaknya sedang melakukan kalkulasi ulang setelah melihat kenaikan yang cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Fenomena Profit Taking: Bukan Sinyal Bearish Permanen?
Menariknya, penurunan ini tidak didorong oleh berita fundamental negatif yang masif. Jika kita melihat data historis, Bitcoin sebenarnya masih berada dalam tren bullish yang sangat kuat. Dalam kurun waktu 60 hari, BTC telah mencatatkan kenaikan fantastis sebesar 31,12%, bahkan dalam 90 hari terakhir, aset ini melonjak hingga 37,61%.
Oleh karena itu, analis melihat bahwa penurunan hari ini lebih condong pada aksi profit taking atau ambil untung oleh para investor. Setelah mengalami reli panjang, wajar jika para pemegang aset mulai merealisasikan keuntungan mereka, terutama saat harga mendekati area resistance.
Menanti Pertahanan di Level Psikologis $85.000
Kini, mata para trader tertuju pada level $85.000. Angka ini bukan sekadar angka biasa, melainkan batas psikologis penting yang akan menentukan arah pergerakan Bitcoin selanjutnya.
- Skenario Bullish: Jika Bitcoin mampu bertahan di atas $85.000 dengan volume perdagangan yang stabil, maka koreksi ini hanya akan dianggap sebagai konsolidasi sehat sebelum mencoba kembali menembus $86.664.
- Skenario Bearish: Sebaliknya, jika level $85.000 jebol dengan volume jual yang tinggi, ada risiko Bitcoin akan mengalami koreksi yang lebih dalam menuju level dukungan berikutnya.
Volume Perdagangan dan Likuiditas Pasar
Meskipun harga mengalami tekanan, aktivitas pasar tetap menunjukkan likuiditas yang sangat besar. Dengan volume perdagangan mencapai $24,89 miliar dalam 24 jam terakhir dan kapitalisasi pasar yang menyentuh angka $1,709 triliun, pasar kripto masih sangat dinamis. Besarnya volume ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi penurunan, minat terhadap Bitcoin tetap tinggi.
Secara keseluruhan, struktur jangka menengah Bitcoin masih terlihat kokoh. Selama Bitcoin tidak menembus ke bawah level dukungan utama, tren kenaikan jangka panjang diprediksi masih akan berlanjut. Namun, bagi para trader harian, kewaspadaan terhadap volatilitas di sekitar area $85.000 adalah harga mati.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi. Seluruh keputusan investasi yang Anda ambil sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi. Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual aset tertentu.






