Poros Informasi – 20 Agustus 2026 | Pertanyaan besar yang menggelitik para pelaku pasar aset kripto kini tertuju pada Kapan Altcoin Season 2026 Dimulai? Analis Pantau ISM, Bitcoin, dan Ekspor Asia. Setelah periode yang cenderung lesu bagi banyak altcoin terhadap dominasi Bitcoin, sejumlah pengamat pasar mulai menangkap sinyal-sinyal awal yang menjanjikan terbentuknya siklus baru untuk altcoin season. Tim Research Tokocrypto menggarisbawahi tiga faktor krusial yang sedang menjadi sorotan utama: indeks manufaktur ISM Amerika Serikat, momentum pergerakan Bitcoin, serta tren pemulihan data ekspor dari negara-negara Asia. Jika ketiga indikator ini menunjukkan arah yang searah, potensi altcoin untuk mengungguli Bitcoin diperkirakan akan semakin terbuka lebar.
Namun, para analis juga memberikan catatan penting bahwa altcoin season kali ini kemungkinan besar tidak akan terjadi secara merata seperti era 2017 atau 2021. Pasar diprediksi akan menjadi lebih selektif, di mana hanya altcoin dengan fundamental yang kuat yang akan lebih dulu menunjukkan pergerakan signifikan.
Altcoin Masih Tertinggal Dibanding Bitcoin
Berbeda dengan siklus sebelumnya, pasar altcoin saat ini menunjukkan pelemahan relatif terhadap Bitcoin. Laporan dari Coinpedia mengindikasikan bahwa siklus kripto terkini memiliki karakteristik yang berbeda. Pada tahun 2017, dominasi Bitcoin anjlok drastis dari sekitar 95% ke 35%, membuka pintu lebar bagi altcoin untuk mengalami reli. Pola serupa terulang pada 2021, di mana dominasi Bitcoin turun dari sekitar 73% menjadi 39%. Penurunan dominasi ini merupakan indikasi kuat adanya aliran modal besar yang berpindah dari Bitcoin ke altcoin.
Namun, tren ini tampaknya melambat. Pada tahun 2025, dominasi Bitcoin hanya mengalami penurunan dari sekitar 66% ke 57%. Penurunan yang lebih kecil ini berimplikasi pada terbatasnya peluang altcoin untuk melampaui Bitcoin secara signifikan, sehingga pasar belum menyaksikan reli altcoin yang luas secara merata seperti pada siklus-siklus sebelumnya. Akibatnya, banyak altcoin masih tertinggal, sementara Bitcoin terus menyerap sebagian besar likuiditas pasar.
ISM Manufaktur AS: Sinyal Kunci Awal Altcoin Season
Salah satu indikator terpenting yang dipantau untuk memprediksi permulaan altcoin season adalah indeks manufaktur ISM Amerika Serikat. Secara historis, altcoin cenderung menunjukkan penguatan terhadap Bitcoin ketika aktivitas manufaktur global mengalami perbaikan. Level krusial yang perlu diperhatikan adalah angka 58. Pada tahun 2017 dan sekitar 2020, ketika indeks ISM bergerak di atas level ini, metrik ‘Others-vs-Bitcoin’ (altcoin terhadap Bitcoin) ikut melonjak, sementara dominasi Bitcoin mengalami penurunan tajam.
Sejak tahun 2021, indeks ISM mayoritas berada di bawah angka 50, mencerminkan pelemahan sektor manufaktur global dan bertepatan dengan periode panjang di mana altcoin terus menunjukkan kinerja di bawah Bitcoin. Jika indeks ISM kembali mendekati atau menembus angka 58, para analis berpendapat bahwa peluang rotasi modal ke altcoin akan meningkat. Bahkan, ada pandangan dari House of Crypto yang melihat periode September hingga Oktober sebagai jendela potensial untuk terjadinya altcoin season jika indeks ISM mencapai level tersebut.
Ekspor Asia: Petunjuk Awal Pemulihan Global
Selain indeks ISM, para analis juga memberikan perhatian khusus pada data ekspor dari Korea Selatan dan Taiwan. Kedua negara ini memegang peranan penting sebagai pemasok utama semikonduktor dan komponen teknologi global. Peningkatan data ekspor dari kedua negara ini dapat menjadi sinyal awal bahwa permintaan manufaktur global mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Pemulihan ini kemudian berpotensi tercermin pada indeks ISM AS dalam beberapa bulan berikutnya.
Kekuatan indikator dari Asia ini juga relevan bagi pasar kripto. Sektor teknologi dan likuiditas global seringkali memiliki korelasi erat dengan minat investor terhadap aset berisiko. Ketika permintaan terhadap teknologi meningkat, investor cenderung lebih terbuka untuk berinvestasi pada aset high-beta seperti altcoin. Dengan demikian, membaiknya data ekspor Asia dapat menjadi petunjuk awal sebelum altcoin season benar-benar terlihat pada pergerakan grafik harga.
Bitcoin Perlu Stagnan untuk Membuka Jalan Altcoin
Altcoin season tidak hanya membutuhkan kondisi makroekonomi yang membaik, tetapi juga fase stagnasi atau kehilangan momentum relatif dari Bitcoin. Ketika Bitcoin terus menguat secara agresif, modal cenderung akan tetap terkonsentrasi pada aset tersebut. Namun, ketika Bitcoin mulai bergerak sideways setelah mengalami reli besar, para pedagang biasanya mulai mencari peluang keuntungan di pasar altcoin.
Saat ini, Bitcoin dinilai cukup resilien meskipun menghadapi berbagai tantangan, termasuk ketegangan geopolitik, kenaikan harga minyak, penjualan korporasi, dan insiden keamanan yang signifikan pada sektor dompet digital. Ketahanan ini dapat mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai melemah. Jika Bitcoin mampu bertahan stabil namun tidak lagi mendominasi pergerakan pasar, ruang bagi altcoin untuk bergerak lebih leluasa akan terbuka. Fase inilah yang secara historis menjadi awal dari rotasi modal.
Altcoin Berkualitas Akan Memimpin Gerak Maju
Jika altcoin season mulai terbentuk, para analis memperkirakan token-token dengan fundamental dan aktivitas yang kuat akan menjadi yang pertama menunjukkan pergerakan. Michaël van de Poppe menyoroti Ethereum (ETH) dan Solana (SOL) sebagai dua aset utama yang perlu dipantau. Keduanya memiliki likuiditas yang besar, ekosistem yang aktif, dan seringkali menjadi tujuan awal rotasi modal ketika Bitcoin mulai melambat.
Jika ETH dan SOL mulai menunjukkan kinerja yang lebih baik daripada BTC, pasar dapat menginterpretasikannya sebagai sinyal awal kembalinya risk appetite terhadap altcoin. Di luar aset-aset besar tersebut, beberapa proyek seperti Pump.fun, Hyperliquid, dan Morpho juga disebut menarik perhatian karena memiliki metrik pendapatan, aktivitas jaringan, dan mekanisme token yang lebih jelas.
Namun, perlu ditekankan kembali bahwa altcoin season 2026 kemungkinan akan lebih selektif. Tidak semua token akan mengalami kenaikan hanya karena pasar altcoin membaik. Investor diperkirakan akan lebih memilih proyek-proyek dengan utilitas nyata, pendapatan yang berkelanjutan, likuiditas yang memadai, dan narasi yang kuat.
Market Cap Altcoin di Titik Krusial
Dari perspektif teknikal, kapitalisasi pasar altcoin secara keseluruhan berada di area yang penting. Salah satu analis menunjukkan bahwa market cap altcoin, yang saat ini berada di kisaran US$161 miliar, sedang mendekati zona support di US$160 miliar hingga US$165 miliar. Jika area ini mampu bertahan, peluang pemulihan menuju US$320 miliar hingga US$340 miliar dapat terbuka. Sebaliknya, jika support ini gagal dipertahankan, pasar altcoin berisiko mengalami penurunan lebih dalam menuju support berikutnya di sekitar US$124 miliar.
Level ini sangat penting untuk mengukur apakah pasar altcoin sedang membangun basis penguatan atau masih berada dalam tren pelemahan. Untuk mengkonfirmasi potensi altcoin season, kapitalisasi pasar altcoin perlu menunjukkan pola higher low dan mulai bergerak naik secara konsisten terhadap Bitcoin.
September-Oktober: Periode Krusial untuk Pantau Altcoin Season 2026
Secara keseluruhan, altcoin season 2026 belum terkonfirmasi, namun berbagai indikator mulai mengarah pada fase yang perlu dipantau dengan cermat. Indeks manufaktur ISM AS menjadi pemicu utama, terutama jika mampu bergerak menuju level 58. Data ekspor Korea Selatan dan Taiwan dapat menjadi sinyal awal pemulihan manufaktur global. Sementara itu, Bitcoin perlu memasuki fase stagnan agar modal dapat berotasi ke aset dengan profil risiko yang lebih tinggi. Jika kondisi-kondisi tersebut terwujud pada periode September hingga Oktober, peluang terjadinya altcoin season akan meningkat.
Namun, reli yang terjadi kemungkinan tidak akan merata di seluruh pasar. Altcoin dengan fundamental yang kuat, aktivitas jaringan yang tinggi, likuiditas yang besar, dan narasi yang jelas berpotensi menjadi yang terdepan dalam pergerakan harga. Ethereum, Solana, serta proyek-proyek yang menunjukkan pendapatan dan utilitas nyata dapat menjadi fokus utama investor. Untuk saat ini, pasar masih menunggu konfirmasi lebih lanjut. Selama dominasi Bitcoin belum mengalami penurunan tajam dan indeks ISM belum mendekati level historis yang memicu rotasi modal, altcoin season masih sebatas potensi, bukan tren yang sudah berjalan.







