Poros Informasi – Pada edisi khusus Kamis, 19 Februari 2026, tim analis dari porosinformasi.co.id kembali menghadirkan "Sinyal Kripto", sebuah laporan komprehensif yang merangkum analisis mendalam dan strategi perdagangan harian untuk para pelaku pasar. Laporan awal tahun ini secara spesifik menyoroti tiga aset kripto yang menunjukkan potensi pergerakan harga signifikan. Dengan mengacu pada data pasar terkini dan indikator teknikal krusial, informasi ini dirancang untuk membekali para trader dalam mengambil keputusan yang lebih tepat di tengah gejolak pasar yang tak terduga.
Sorotan Pasar Kripto Terkini

Dinamika pasar kripto terus bergerak cepat, dipengaruhi oleh berbagai faktor mulai dari regulasi hingga inovasi teknologi. Berikut adalah rangkuman peristiwa penting yang membentuk lanskap pasar saat ini:
Dinamika Regulasi dan Sentimen Institusional
Di platform Polymarket, probabilitas terkait legislasi kripto di Amerika Serikat sempat melonjak hingga 90% sebelum kemudian terkoreksi ke angka 70%. Fluktuasi ini mengindikasikan bahwa ketidakpastian seputar kerangka regulasi kripto di Negeri Paman Sam masih cukup tinggi, meskipun demikian, potensi pengesahan undang-undang yang mendukung ekosistem ini tetap terbuka lebar.
Data terbaru menunjukkan bahwa aksi net selling (penjualan bersih) altcoin di bursa terpusat (CEX) telah mencapai level ekstrem dalam lima tahun terakhir, dengan periode distribusi yang berlangsung selama 13 bulan berturut-turut. Fenomena ini mengisyaratkan minimnya sinyal akumulasi signifikan dari investor institusional, yang bisa menjadi indikator sentimen pasar jangka menengah.
Canary Capital membuat gebrakan dengan meluncurkan produk Exchange Traded Fund (ETF) spot yang berlandaskan aset SUI di bursa Nasdaq. Langkah ini menandai pertama kalinya ekosistem Sui mendapatkan eksposur institusional secara langsung, membuka pintu bagi partisipasi investor yang lebih luas dan berpotensi meningkatkan legitimasi proyek tersebut di mata pasar keuangan tradisional.
Inovasi dan Tantangan Teknologi
Estimasi waktu yang dibutuhkan untuk meng-upgrade jaringan Bitcoin agar tahan terhadap serangan komputasi kuantum (post-quantum) diperkirakan mencapai sekitar tujuh tahun. Ironisnya, perkembangan teknologi komputasi kuantum sendiri menunjukkan laju kemajuan yang semakin pesat, menimbulkan tantangan keamanan jangka panjang bagi aset digital utama ini dan mendorong diskusi tentang solusi kriptografi masa depan.
Sebuah mekanisme baru telah diperkenalkan yang memungkinkan sebagian biaya trading kembali disalurkan kepada para kreator atau trader itu sendiri. Struktur reward inovatif ini telah dikunci sejak awal peluncuran, menjamin insentif yang berkelanjutan bagi partisipan ekosistem dan berpotensi mendorong aktivitas serta inovasi lebih lanjut dalam platform tersebut.
Analisis Teknikal Mendalam: Proyeksi Aset Pilihan
Meskipun pasar menunjukkan dinamika yang kompleks, beberapa aset kripto menarik perhatian dengan pola teknikal yang patut dicermati. Berikut adalah analisis mendalam untuk WIF/USDT, PYTH/USDT, dan CRV/USDT:
WIF/USDT: Konsolidasi di Tengah Volatilitas
Pada grafik 4 jam, pasangan WIF/USDT terpantau bergerak dalam fase konsolidasi di rentang menengah, di tengah struktur tren mingguan yang masih cukup luas. Indikator momentum jangka pendek menunjukkan pelemahan, dengan MACD yang mulai memasuki wilayah negatif dan histogram merah yang tipis. Sementara itu, RSI telah merosot ke area 40-an, mengindikasikan adanya tekanan jual yang moderat, namun belum mencapai fase bearish yang kuat. Apabila harga berhasil mempertahankan level support krusial di 0,212, potensi rebound menuju resistance 0,233 masih terbuka lebar. Namun, jika tekanan jual terus berlanjut dan menembus batas stop loss di 0,202, skenario ini dapat dianggap tidak valid dan penurunan lebih lanjut mungkin terjadi.
PYTH/USDT: Fase Koreksi dan Potensi Rebound
Untuk PYTH/USDT di timeframe 4 jam, aset ini tampak masih dalam periode koreksi setelah mengalami kenaikan signifikan sebelumnya. Hal ini tercermin dari indikator RSI yang menunjukkan pelemahan ke kisaran 40-45 dan MACD yang mulai bergerak ke zona negatif, menandakan meredanya momentum bullish dan kecenderungan pasar untuk berkonsolidasi. Selama harga mampu mempertahankan support vital di 0,0501, peluang untuk rebound menuju resistance 0,0550 tetap prospektif. Namun, para trader disarankan untuk menetapkan batas risiko di 0,0476 sebagai stop loss jika tekanan jual kembali menguat, menghindari kerugian yang lebih besar.
CRV/USDT: Menanti Arah di Zona Konsolidasi
Analisis CRV/USDT pada timeframe 4 jam menunjukkan pergerakan dalam fase konsolidasi pasca-pelemahan yang terjadi sebelumnya. Indikator RSI telah merosot ke sekitar area 40, mengisyaratkan melemahnya momentum pembelian, sementara MACD yang kembali menunjukkan nilai negatif menegaskan dominasi tekanan bearish dalam jangka pendek. Jika harga berhasil bertahan di zona support krusial antara 0,2270 hingga 0,2354, prospek rebound menuju resistance 0,2481 masih terbuka. Namun, penembusan di bawah zona support tersebut akan memicu peringatan akan potensi penurunan lebih lanjut yang signifikan, sehingga kehati-hatian sangat diperlukan.
Penting untuk diingat bahwa setiap keputusan perdagangan harus didasari oleh analisis mandiri dan pemahaman risiko yang menyeluruh. Untuk informasi terkini seputar dunia kripto dan panduan trading yang aman, Anda dapat mengunjungi porosinformasi.co.id.
DISCLAIMER: Investasi dalam aset kripto memiliki risiko yang sangat tinggi dan dapat menyebabkan kerugian finansial yang substansial. Segala keputusan investasi yang Anda ambil berdasarkan informasi, rekomendasi, atau riset yang disajikan dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi Anda. Tidak ada lembaga, otoritas negara, atau porosinformasi.co.id yang bertanggung jawab atas potensi kerugian investasi tersebut. Konten ini murni bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan ajakan untuk menjual atau membeli aset kripto.






