CRCLB Jatuh 6,5%, US$85 Jadi Benteng Krusial: Akankah Tergelincir ke US$80?

Amalia Citra

Amalia Citra

CRCLB Jatuh 6,5%, US$85 Jadi Benteng Krusial: Akankah Tergelincir ke US$80?
CRCLB Jatuh 6,5%, US$85 Jadi Benteng Krusial: Akankah Tergelincir ke US$80?

Poros Informasi – 02 September 2026 | Circle Internet Group Tokenized bStocks (CRCLB) baru-baru ini mengalami koreksi tajam sebesar 6,55% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan di level US$86,97. Penurunan ini bahkan lebih dalam dibandingkan pelemahan pasar kripto secara umum, menimbulkan pertanyaan: CRCLB Jatuh 6,5%, US$85 Jadi Benteng: Bisa Turun Lagi ke US$80? Tekanan jual ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, kenaikan yield obligasi, serta kekhawatiran investor akan potensi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve. Namun, sentimen negatif ini tidak sepenuhnya berasal dari pasar kripto; saham underlying Circle Internet Group (CRCL) juga terpantau anjlok 6,35% menjadi US$89,48 pada 1 September, setelah sehari sebelumnya sempat melonjak signifikan.

Pergerakan Tajam Saham CRCL dan Dampaknya pada CRCLB

Saham Circle Internet Group (CRCL) menunjukkan volatilitas yang ekstrem. Pada 31 Agustus, saham ini melonjak 9,65% ke level US$95,55, sebagian didorong oleh berita pembelian saham senilai sekitar US$3,36 juta oleh Ark Invest milik Cathie Wood. Namun, reli tersebut berumur pendek. Sehari kemudian, pada 1 September, saham CRCL jatuh kembali ke US$89,48, bahkan sempat menyentuh level terendah US$88,11. Pergerakan CRCLB mengikuti pola yang hampir identik, naik sekitar 8,6% menjadi US$95 pada 31 Agustus sebelum jatuh sekitar 6,23% menjadi US$89,08 pada 1 September. Koreksi CRCLB ini lebih tepat diartikan sebagai kombinasi dari aksi ambil untung (profit taking) pada saham Circle pasca-reli besar dan sentimen risk-off global yang meluas, bukan semata-mata pelemahan dari pasar kripto.

Faktor Makroekonomi Menekan Bitcoin dan Aset Berisiko

Kondisi makroekonomi global turut memperbesar tekanan pada aset berisiko, termasuk Bitcoin. Bitcoin dilaporkan turun menuju sekitar US$77.600 pada 2 September, setelah mencatatkan reli hampir 25% sepanjang Agustus. Pelemahan ini terjadi bertepatan dengan meningkatnya ketegangan AS-Iran yang mendorong kenaikan harga minyak dan kekhawatiran inflasi, serta pergerakan yield Treasury AS tenor 10 tahun yang mendekati 4,81%. Ditambah lagi, komentar hawkish dari Ketua The Fed, Kevin Warsh, meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September. Situasi ini secara historis memberikan tekanan pada saham growth, aset kripto, dan instrumen lain yang memiliki volatilitas tinggi. CRCLB, yang berada di persimpangan dunia aset digital dan saham tradisional, tidak luput dari dampak ini.

Fundamental Positif Circle Terhalang Profit Taking dan Sentimen Global

Menariknya, penurunan CRCLB terjadi meskipun fundamental Circle dalam beberapa hari terakhir cenderung positif. Pembelian saham oleh Ark Invest dan peringkat ‘Outperform’ dengan target harga US$140 dari analis Bernstein, yang menyoroti potensi pertumbuhan stablecoin dan pasar modal berbasis blockchain, seharusnya memberikan dukungan. Namun, pembelian institusional tidak serta merta menjamin kenaikan harga jangka pendek, terutama setelah saham Circle sudah menguat lebih dari 50% dalam sebulan sebelum koreksi terbaru. Aksi ambil untung menjadi risiko yang signifikan setelah lonjakan 9,65% dalam satu sesi. Hal ini menjelaskan mengapa CRCLB Jatuh 6,5%, US$85 Jadi Benteng: Bisa Turun Lagi ke US$80?, meskipun tidak ada berita fundamental negatif baru dari perusahaan.

Volume Perdagangan CRCLB dan Katalis Jangka Menengah

Volume perdagangan CRCLB juga menunjukkan tren penurunan, turun sekitar 7,3% menjadi US$32,2 juta. Penurunan volume saat harga jatuh ini bisa mengindikasikan minat pembeli yang belum cukup kuat untuk menyerap pasokan dari investor yang melakukan profit taking. Data perdagangan lain menunjukkan aktivitas CRCLB pada 1 September sedikit lebih rendah dibandingkan sesi reli sebelumnya. Meskipun demikian, fundamental Circle tetap memiliki potensi jangka menengah. Peluncuran Arc, blockchain Layer-1 yang dikembangkan Circle untuk pasar keuangan dan pembayaran real-time, dijadwalkan pada 16 September 2026. Jaringan ini didukung oleh pemain besar seperti BlackRock, Mastercard, dan Visa. Selain itu, kemitraan strategis Circle sebagai Principal Partner Chelsea FC juga akan memperluas eksposur global USDC dan Circle kepada basis penggemar sepak bola internasional. Namun, kedua katalis ini lebih bersifat jangka menengah dan tidak otomatis menghilangkan tekanan valuasi jangka pendek.

Analisis Support dan Prospek CRCLB

Untuk jangka pendek, level US$85 menjadi area support penting bagi CRCLB. Harga ini sebelumnya telah beberapa kali diuji pada akhir Agustus. Jika pembeli kembali muncul di sekitar US$85 dan Bitcoin mulai stabil, CRCLB berpotensi membentuk konsolidasi di kisaran US$85-US$93. Level US$90 menjadi target pertama yang perlu direbut kembali sebelum mencoba menembus US$95. Namun, jika tekanan risk-off global berlanjut dan CRCLB menembus US$85 secara meyakinkan, support psikologis berikutnya berada di sekitar US$80. Level ini tidak jauh dari area perdagangan CRCLB pada pertengahan Agustus. Dengan demikian, pertanyaan CRCLB Jatuh 6,5%, US$85 Jadi Benteng: Bisa Turun Lagi ke US$80? masih relevan dalam analisis pergerakan harganya.

Secara keseluruhan, bias jangka pendek CRCLB cenderung bearish hingga netral setelah penurunan lebih dari 6%. Namun, koreksi ini belum menunjukkan kerusakan fundamental spesifik pada Circle. Harga saat ini menghadapi tekanan dari profit taking, kondisi makro risk-off, dan pelemahan pasar kripto. Dengan adanya katalis fundamental jangka menengah dan dukungan institusional, pemulihan CRCLB sangat bergantung pada stabilitas Bitcoin dan meredanya sentimen global. Level US$85 adalah pertahanan utama, sementara US$80 menjadi support berikutnya jika koreksi semakin dalam. Kehilangan US$85 di tengah memburuknya kondisi makro dapat membuka koreksi lebih dalam menuju US$80. Untuk saat ini, penurunan CRCLB lebih terlihat sebagai koreksi saham underlying yang diperbesar oleh kondisi global.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tinggalkan komentar