Di Tengah Bitcoin Loyo, SPCXB Unjuk Gigi ke Rp 2,4 Miliar: Apa Rahasianya?

Amalia Citra

Amalia Citra

Di Tengah Bitcoin Loyo, SPCXB Unjuk Gigi ke Rp 2,4 Miliar: Apa Rahasianya?
Di Tengah Bitcoin Loyo, SPCXB Unjuk Gigi ke Rp 2,4 Miliar: Apa Rahasianya?

Poros Informasi – 02 September 2026 | Dalam dinamika pasar aset digital yang fluktuatif, sebuah fenomena menarik terjadi: Bitcoin Tertekan, SPCXB Justru Melaju ke Target US$150. Tokenized Stocks dari SpaceX, atau SPCXB, menunjukkan performa yang mengesankan di tengah pelemahan Bitcoin dan mayoritas aset kripto lainnya. Pergerakan positif ini mengindikasikan momentum kuat yang tengah terbentuk pada sektor Tokenized Stocks dan aset dunia nyata (Real-World Assets/RWA), serta menyoroti potensi diversifikasi investasi di luar aset kripto tradisional.

Data pasar terbaru menunjukkan SPCXB berhasil merangkak naik sekitar 1,03% dalam 24 jam terakhir, mencapai US$141,99. Angka ini kontras dengan pelemahan Bitcoin yang tercatat sebesar 0,92% pada periode yang sama. Lebih lanjut, volume perdagangan SPCXB mengalami lonjakan signifikan, mencapai 158%, menandakan meningkatnya minat dan aktivitas para pelaku pasar terhadap aset ini. Bahkan pada 1 September 2026, data perdagangan menunjukkan SPCXB bergerak di kisaran US$143, setelah sebelumnya pada 31 Agustus sempat menguat 2,43% dan menyentuh US$143,88.

Meskipun belum ada katalis baru yang secara eksplisit dirilis oleh pihak SpaceX yang menjelaskan lonjakan ini, pergerakan SPCXB saat ini dinilai lebih mencerminkan adanya rotasi modal investor menuju kategori saham tokenisasi yang kian mendapatkan perhatian. Fenomena Bitcoin Tertekan, SPCXB Justru Melaju ke Target US$150 ini menjadi bukti bahwa narasi baru mulai terbentuk di pasar aset digital.

Tokenized Stocks: Narasi Baru yang Menjanjikan

Momentum SPCXB hadir seiring dengan pesatnya perkembangan infrastruktur untuk perdagangan saham dan sekuritas berbasis blockchain. Salah satu contohnya adalah Robinhood Chain, yang mencatat rekor volume DEX harian sebesar US$989 juta pada akhir Agustus. Total nilai terkunci (Total Value Locked/TVL) di jaringannya pun mencapai rekor sekitar US$708 juta, dengan suplai stablecoin berada di kisaran US$770 juta. Namun, perlu dicatat bahwa lonjakan volume di Robinhood Chain tidak sepenuhnya berasal dari perdagangan Tokenized Stocks. Analisis dari The Block menunjukkan pergeseran aktivitas di bulan Agustus dari dominasi memecoin murni ke arah utility dan infrastructure tokens. Meski demikian, tokenized stocks tetap menjadi salah satu pembeda utama jaringan tersebut, bahkan mulai muncul model perdagangan yang menggabungkan kedua tren ini, di mana memecoin yang dipasangkan dengan Tokenized Stocks kini menyumbang sekitar seperempat volume perdagangan terkait saham di Robinhood Chain.

Institusi Wall Street Mulai Terlibat dalam Tokenisasi

Sentimen positif sektor ini juga turut didukung oleh langkah-langkah strategis dari institusi pasar modal tradisional. Intercontinental Exchange (ICE), perusahaan induk dari New York Stock Exchange (NYSE), pada 31 Agustus mengumumkan kerja sama dengan tZERO untuk mengembangkan infrastruktur pasar sekuritas tokenisasi. Kerja sama ini mencakup rencana tZERO menjadi mitra desain dalam pembangunan infrastruktur digital transfer agent dan broker-dealer yang akan mendukung penyelesaian sekuritas tokenisasi secara on-chain pada platform digital NYSE di masa mendatang. Perkembangan ini sangat krusial karena menunjukkan bahwa tokenisasi saham tidak lagi hanya menjadi domain perusahaan kripto. Infrastruktur pasar modal tradisional mulai menjajaki sistem perdagangan dan penyelesaian berbasis blockchain, yang semakin memperkuat narasi bahwa Tokenized Stocks berpotensi berkembang menjadi kategori aset yang lebih besar.

SPCXB Telah Menunjukkan Kekuatan Sejak Awal Agustus

Pergerakan SPCXB sebenarnya sudah mulai terbentuk sejak awal Agustus. Data CoinMarketCap mencatat harga SPCXB berada di kisaran US$108,67 pada 1 Agustus, kemudian melonjak hingga US$134,08 pada 7 Agustus. Puncaknya, harga sempat mencapai level tertinggi intraday US$149,79 pada 17 Agustus. Setelah mengalami koreksi, SPCXB kembali mendapatkan momentum pada akhir bulan, naik dari sekitar US$135 pada 24 Agustus menjadi US$140,40 pada 26 Agustus, dan mencapai US$143,52 pada 31 Agustus. Dengan demikian, area US$150 bukanlah level yang sepenuhnya asing bagi SPCXB, dan berpotensi menjadi resistance psikologis utama jika momentum Tokenized Stocks terus bertahan.

Analisis Teknis: US$150 Menjadi Target Berikutnya

Secara teknikal, area US$135 menjadi level support penting untuk menjaga struktur kenaikan jangka pendek. Harga telah beberapa kali bergerak di sekitar level ini sepanjang paruh kedua Agustus sebelum kembali merangkak menuju US$140-an. Data historis menunjukkan level terendah pada 25 Agustus berada di US$134,50 dan pada 26 Agustus di US$135,44. Selama SPCXB mampu bertahan di atas area ini, peluang untuk kembali menguji level US$145 hingga US$150 masih terbuka lebar. Level US$150 menjadi resistance krusial karena berdekatan dengan level tertinggi Agustus di US$149,79. Jika harga berhasil menembus US$150 dengan aktivitas perdagangan yang tetap tinggi, penembusan ini dapat menjadi sinyal berlanjutnya momentum sektoral. Sebaliknya, penurunan kembali di bawah US$135 dapat mengindikasikan aksi ambil untung mulai mendominasi, dengan potensi zona berikutnya yang perlu diperhatikan trader berada di kisaran US$130-US$125.

Bisakah SPCXB Bertahan di Tengah Dominasi Bitcoin?

Pergerakan SPCXB yang melaju di tengah Bitcoin Tertekan, SPCXB Justru Melaju ke Target US$150 menunjukkan bahwa Tokenized Stocks tidak selalu harus mengikuti arah pergerakan Bitcoin dalam jangka pendek. Berbeda dari mayoritas altcoin yang sangat sensitif terhadap likuiditas pasar kripto, saham tokenisasi juga dipengaruhi oleh harga aset acuannya serta perkembangan sektor tokenisasi pasar modal. Masuknya pemain besar seperti ICE dan tZERO semakin memperkuat narasi ini. Namun, hal ini tidak berarti setiap Tokenized Stock akan otomatis melesat. Bagi SPCXB, belum ada katalis spesifik dari SpaceX yang terlihat. Oleh karena itu, prospek jangka pendeknya sangat bergantung pada keberlanjutan minat pasar terhadap Tokenized Stocks secara umum. Level US$135 menjadi support utama, sementara US$150 menjadi ujian berikutnya. Jika momentum sektoral bertahan dan SPCXB mampu mempertahankan posisinya di atas US$140, potensi pengujian ulang level US$150 sangat mungkin terjadi. Sebaliknya, kehilangan level US$135 bisa menjadi tanda bahwa reli sektoral mulai kehilangan tenaganya. Untuk sementara, penguatan SPCXB di tengah pelemahan Bitcoin menjadi indikasi bahwa Tokenized Stocks mulai membentuk ceruk likuiditas dan narasi tersendiri di pasar aset digital.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tinggalkan komentar