Poros Informasi – Dogecoin (DOGE), aset kripto yang kerap menjadi sorotan, kini menunjukkan fase konsolidasi harga yang menarik perhatian para pelaku pasar. Setelah beberapa hari bergerak di rentang US$0,14 hingga US$0,15, stabilisasi ini muncul di tengah kenaikan mingguan sekitar 20%. Pertanyaan besar pun mengemuka: apakah meme coin ini telah melewati masa-masa terberatnya dan siap untuk pergerakan signifikan?
Dalam dinamika pasar kripto yang fluktuatif, sektor meme coin secara mengejutkan justru memimpin penguatan. Dogecoin, ikon di segmen ini, tercatat telah melesat hampir 35% dari titik terendah pada Desember lalu. Hingga Selasa (7/1/2026), DOGE diperdagangkan di kisaran US$0,147, dengan volume transaksi harian yang impresif, menembus angka US$2 miliar. Angka-angka ini tentu memicu optimisme, namun para analis kripto menyarankan untuk tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan.
.15: Konsolidasi Senyap Sebelum Badai Besar?” />Performa Dogecoin: Antara Kenaikan dan Pertanyaan Besar
Batasan Kapitalisasi dan Pergeseran Minat Investor
Meskipun performa jangka pendeknya menjanjikan, sejumlah pakar pasar berpendapat bahwa Dogecoin mungkin akan menghadapi tantangan untuk mengulang lonjakan harga ekstrem seperti yang terjadi pada siklus sebelumnya. Kapitalisasi pasar DOGE yang sudah masif dinilai sebagai faktor pembatas ruang pertumbuhan agresif yang serupa. Fenomena ini mendorong sebagian investor untuk mulai mengalihkan fokus ke meme coin berkapitalisasi lebih kecil, yang diyakini masih menyimpan potensi kenaikan persentase yang jauh lebih tinggi. Rotasi modal ini terlihat jelas, bahkan hingga ke token presale tahap awal seperti Maxi Doge, yang belakangan ini berhasil menarik perhatian komunitas kripto berkat momentum awal dan potensi pertumbuhannya.
Sinyal Positif dari Institusi dan Derivatif
Di sisi lain, minat terhadap Dogecoin juga tercermin dari indikator-indikator pasar yang lebih institusional, seperti data derivatif dan produk ETF.
Arus Dana ETF Spot DOGE yang Mengejutkan
Laporan dari ICO Bench mengungkapkan bahwa sepanjang awal tahun 2026, ETF Spot Dogecoin mencatatkan arus dana masuk (inflow) yang konsisten dan positif. Dalam tiga hari perdagangan di bulan Januari saja, total inflow untuk ETF DOGE mencapai US$3,9 juta, dengan total aset bersih yang dikelola (AUM) sekitar US$10,35 juta. Meskipun angkanya relatif kecil jika dibandingkan dengan raksasa seperti Bitcoin atau Ethereum, aliran dana ini patut dicermati, terutama mengingat ETF Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) justru mengalami arus keluar yang cukup signifikan pada periode yang sama. Ini mengindikasikan adanya kepercayaan spesifik terhadap Dogecoin dari segmen investor tertentu.
Lonjakan Open Interest: Bullish di Pasar Derivatif?
Dari perspektif pasar derivatif, Open Interest (OI) Dogecoin telah melonjak mendekati US$2 miliar, sebuah level yang belum terlihat sejak Oktober lalu. Sebelumnya, OI sempat terkoreksi hingga US$1,26 miliar saat pasar mengalami penurunan. Namun, rebound kuat ini menjadi sinyal kembalinya posisi bullish di pasar derivatif DOGE, menunjukkan peningkatan spekulasi dan minat terhadap pergerakan harga di masa depan.
Proyeksi Teknis dan Kewaspadaan Investor
Meskipun data ETF dan derivatif memberikan gambaran peningkatan minat, para analis tetap menekankan bahwa tren bullish Dogecoin belum sepenuhnya terkonfirmasi. Pergerakan harga DOGE masih tergolong ‘indecisive’ atau belum menunjukkan arah yang jelas, sehingga investor disarankan untuk tetap waspada dan melakukan diversifikasi aset.
Secara teknikal, Dogecoin saat ini bergerak dalam pola konsolidasi yang sempit. Level resistance terdekat yang perlu diperhatikan berada di US$0,156, sementara support utama yang krusial ada di US$0,143. Rata-rata pergerakan jangka pendek (MA 10 dan MA 20) serta MA 50 hari juga berada tidak jauh dari area support tersebut, menambah kompleksitas pergerakan harga.
Meski telah ada peluncuran produk institusional, harga Dogecoin masih berada sekitar 64% di bawah puncak tertingginya pada tahun 2025. Namun, jika DOGE berhasil menembus dan bertahan di atas resistance US$0,156, target US$0,20 berpotensi tercapai dalam beberapa pekan ke depan. Untuk proyeksi jangka panjang di sepanjang tahun 2026, skenario bullish memperkirakan Dogecoin bergerak di rentang US$0,20 hingga US$0,40. Sementara itu, skenario konservatif menempatkan DOGE di kisaran US$0,10 hingga US$0,30, dengan volatilitas yang tinggi.
Level support di US$0,14 dan US$0,12 akan menjadi penentu arah harga jangka menengah yang sangat penting. Jika DOGE gagal bertahan di area tersebut, tekanan jual berpotensi kembali meningkat, memperpanjang fase konsolidasi, atau bahkan memicu koreksi lebih dalam.
Dengan berbagai sinyal yang saling bertolak belakang ini, perjalanan Dogecoin di tahun 2026 tampaknya akan penuh tantangan sekaligus peluang. Investor disarankan untuk selalu melakukan riset mendalam, memahami risiko, dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan. Diversifikasi aset tetap menjadi kunci dalam menghadapi volatilitas pasar kripto. Untuk informasi terkini dan panduan investasi kripto yang aman, kunjungi porosinformasi.co.id.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.







