Ethereum Anjlok, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 T: Ada Apa?

Usman

Ethereum Anjlok, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 T: Ada Apa?

Poros Informasi – Pasar kripto kembali diwarnai drama saat Ethereum (ETH) terguncang hebat, menembus benteng pertahanan krusial di level $2.800. Aset digital terbesar kedua ini sempat terperosok hingga $2.787 sebelum para bulls berupaya keras menahan laju penurunan. Hingga artikel ini ditulis, ETH diperdagangkan di kisaran $2.863, menunjukkan pelemahan 2,63% dalam 24 jam terakhir dan melanjutkan tren bearish yang mendominasi sepanjang pekan.

Namun, di balik gejolak harga yang memicu kepanikan di kalangan investor ritel, pergerakan "ikan paus" (whale) dan institusi justru menunjukkan narasi yang kontras. Para pemain besar ini, yang sering disebut sebagai "smart money", terlihat agresif mengakumulasi ETH, memanfaatkan koreksi harga sebagai peluang emas.

Ethereum Anjlok, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 T: Ada Apa?
Gambar Istimewa : news.tokocrypto.com

Di Balik Tekanan Harga, "Smart Money" Bergerak Agresif

Penurunan harga ETH di bawah $2.800 seolah menjadi sinyal bagi investor raksasa untuk melancarkan strategi pembelian besar-besaran. Ini adalah pola yang sering terlihat di pasar kripto: ketika harga jatuh, mereka yang memiliki modal besar melihatnya sebagai diskon untuk aset berkualitas.

Akumulasi Besar-besaran dari Investor Institusional

Analisis data on-chain mengungkap aktivitas pembelian yang mencolok. Onchain Lens melaporkan bahwa sebuah entitas baru telah mengakuisisi 61.000 ETH dengan nilai fantastis lebih dari $171 juta dari bursa Binance. Ini bukan sekadar pembelian biasa, melainkan indikasi kuat adanya keyakinan jangka panjang terhadap Ethereum.

Tak berhenti di situ, Lookonchain juga mencatat pergerakan whale lain yang membeli 20.000 ETH melalui transaksi Over-The-Counter (OTC) senilai $56,13 juta. Dalam lima hari terakhir saja, whale ini telah mengumpulkan total 70.013 ETH senilai $203,6 juta, sehingga kepemilikannya kini mencapai 100.130 ETH atau sekitar $283,79 juta. Angka ini setara dengan sekitar Rp3,7 triliun, sebuah jumlah yang menunjukkan komitmen serius.

World Liberty Financial (WLFI) turut ambil bagian dalam gelombang akumulasi ini. Tim WLFI dilaporkan melakukan rotasi aset strategis, menukar 93,77 WBTC senilai $8,08 juta menjadi 2.868 ETH. Langkah ini mengindikasikan bahwa mereka melihat valuasi Ethereum saat ini semakin menarik dibandingkan Bitcoin. Secara keseluruhan, para whale ini tercatat mengakumulasi 83.868 ETH dengan total nilai mencapai $235,41 juta.

Arus Keluar Bursa: Indikator Kuat Akumulasi

Menurut laporan dari AMBCrypto, aktivitas di bursa juga mencerminkan fase akumulasi ini. Data CoinGlass menunjukkan Ethereum mencatat arus keluar bersih (netflow) negatif selama tiga hari berturut-turut, dengan total $2,69 miliar ETH ditarik dari bursa.

Pada saat penulisan, netflow ETH berada di angka -$68,9 juta, sedikit menurun dari -$224 juta sehari sebelumnya. Arus keluar yang berkelanjutan ini merupakan sinyal kuat adanya akumulasi spot yang masif, di mana investor memindahkan aset mereka dari bursa ke wallet pribadi untuk disimpan dalam jangka panjang, bukan untuk diperdagangkan dalam waktu dekat.

Badai Penjualan dan Tekanan Bearish yang Masih Membayangi

Meskipun akumulasi whale meningkat, pasar masih dihantui oleh tekanan jual yang signifikan. Ini menunjukkan adanya pertarungan sengit antara bulls dan bears di level harga krusial.

Aksi Jual Panik dan Pergerakan Whale Dorman

Lookonchain melaporkan bahwa satu whale menjual 5.500 ETH senilai $16,02 juta di harga $2.912. Ironisnya, penjualan ini dilakukan dengan kerugian mengingat harga beli awalnya yang lebih tinggi, mengindikasikan adanya aksi jual panik atau kebutuhan likuiditas mendesak.

Lebih lanjut, investor raksasa yang telah lama ‘tertidur’ selama sembilan tahun tiba-tiba kembali aktif. Whale dorman ini memindahkan sejumlah besar 50.000 ETH senilai $145,25 juta ke bursa. Pergerakan ini berpotensi menambah tekanan jual di tengah tren penurunan yang masih berlangsung, karena aset yang masuk ke bursa seringkali dimaksudkan untuk dijual.

Analisis Teknikal: Dominasi Penjual Belum Pudar

Dari perspektif analisis teknikal, momentum penurunan Ethereum belum mereda. Indikator MACD (Moving Average Convergence Divergence) tercatat turun ke -51, semakin dalam di zona bearish dan menunjukkan cengkeraman bearish yang kuat.

Sementara itu, Relative Vigor Index (RVGI) juga berada di wilayah negatif di -0,3, mengonfirmasi kekuatan tren turun. Kondisi ini membuka peluang ETH kembali melemah di bawah $2.800, berpotensi menuju area $2.633. Namun demikian, akumulasi whale sejauh ini berhasil menjadi penopang krusial di area $2.8K. Jika permintaan dari investor besar berlanjut, ETH berpotensi kembali menguji level resistensi $3.070.

Mengurai Strategi "Smart Money" di Tengah Volatilitas

Dinamika pasar yang terjadi saat ini, di mana harga turun namun whale justru membeli, mengungkapkan psikologi pasar yang sangat bullish dari sisi "Smart Money". Menurut Tim Research porosinformasi.co.id, ketika whale terus menambah muatan di level harga yang tidak jauh berbeda dari biaya basis (cost basis) mereka, ini mengindikasikan bahwa mereka tidak berniat mengambil keuntungan jangka pendek (scalping). Sebaliknya, mereka sedang membangun benteng pertahanan harga (floor) untuk target jangka panjang.

Kedekatan harga pasar dengan realized price ini secara efektif meminimalisir risiko penurunan (downside risk), karena whale memiliki insentif finansial besar untuk mempertahankan level ini agar portofolio mereka tidak jatuh ke posisi merugi (underwater). Ini adalah permainan jangka panjang yang dimainkan oleh pemain besar, yang seringkali menjadi indikator arah pasar di masa depan.

Dinamika pasar Ethereum saat ini adalah pertarungan antara sentimen panik jangka pendek dan keyakinan jangka panjang. Meskipun tekanan bearish masih dominan, akumulasi masif dari whale dan institusi memberikan harapan bagi para bulls. Pergerakan "Smart Money" ini bisa menjadi penentu apakah Ethereum akan menemukan pijakan yang kuat untuk reli berikutnya, ataukah badai penjualan masih akan berlanjut.


DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar