Poros Informasi – Ethereum (ETH) kembali menunjukkan taringnya di pasar kripto, melonjak hingga menyentuh angka US$2.200 pada perdagangan terbaru. Kenaikan signifikan ini menjadi sorotan setelah sebelumnya aset digital terbesar kedua ini terperosok di bawah US$1.800, menyentuh titik terendah yang belum terlihat dalam beberapa waktu terakhir. Pemulihan dramatis ini memicu optimisme di kalangan analis, yang kini memprediksi potensi rebound yang jauh lebih besar.
Para analis pasar kripto kini memandang optimis, menilai bahwa tren kenaikan yang kuat mulai terbentuk setelah Ether berhasil memulihkan sekitar 25% dari palung terendahnya. Namun, momentum bullish ini, menurut mereka, akan sangat bergantung pada kemampuan ETH untuk menjaga posisinya di atas level support krusial di sekitar US$2.100.

Sinyal Pembalikan Arah: Dari Tekanan Jual ke Gairah Beli
Kembalinya permintaan terhadap ETH bukan tanpa alasan. Berbagai indikator pasar menunjukkan adanya pergeseran sentimen yang jelas, dari dominasi penjual menjadi gairah beli yang menguat, terutama dari investor institusional.
Derivatif Berbalik Arah: Penjual Mulai Mundur
Menurut laporan dari Cointelegraph, data terbaru dari CryptoQuant mengindikasikan adanya pelemahan signifikan pada tekanan jual di pasar derivatif. Indikator "net taker volume," yang mengukur ketidakseimbangan antara pembeli dan penjual, kini telah bergeser ke zona positif setelah hampir dua bulan berada di wilayah negatif. Pergeseran ini menandakan bahwa aktivitas pembelian kini mulai mendominasi tekanan jual.
MorenoDV_, seorang analis dari CryptoQuant, menyoroti bahwa perubahan semacam ini kerap menjadi prekursor bagi reli jangka pendek, didorong oleh fenomena "short covering" (penutupan posisi jual) dan peningkatan likuiditas pasar. "Transisi dari tekanan jual yang berkepanjangan menuju wilayah positif seringkali menjadi pertanda awal rebound setelah periode penjualan besar," jelasnya.
Investor AS Kembali Beraksi: Premi Coinbase Melonjak
Gairah beli terhadap ETH juga terlihat jelas dari pergerakan Coinbase Premium Index. Indeks ini, yang mengukur perbedaan harga ETH di Coinbase (platform populer di AS) dibandingkan bursa global lainnya, kembali melonjak ke level yang terakhir terlihat pada Desember 2025. Setelah berbulan-bulan di zona negatif, pergeseran ke positif ini mengindikasikan peningkatan tekanan beli yang signifikan dari investor institusional maupun ritel di Amerika Serikat.
CW8900, analis CryptoQuant lainnya, menekankan bahwa kenaikan indeks ini adalah sinyal krusial untuk potensi kelanjutan reli harga Ether. "Apabila Coinbase Premium terus menunjukkan peningkatan, potensi reli harga ETH bisa semakin solid," ungkapnya. Tak hanya itu, produk Exchange Traded Fund (ETF) Ether spot juga mencatatkan arus masuk dana yang masif, mencapai US$169,4 juta pada hari Rabu, menggarisbawahi kembalinya kepercayaan investor institusional terhadap aset ini.
Level Krusial dan Target Ambisius ETH
Kendati euforia pemulihan terasa, para analis tetap mengingatkan bahwa beberapa level harga vital akan menjadi penentu arah pergerakan ETH selanjutnya.
Analis Crypto Patel menyoroti level support utama di sekitar US$1.750 sebagai benteng pertahanan terakhir. Jika level ini gagal dipertahankan, tekanan bearish dikhawatirkan akan kembali mendominasi. Namun, jika momentum bullish ini terus berlanjut, ETH berpeluang besar untuk menguji kisaran US$2.500 hingga US$2.600 dalam waktu dekat. Bahkan, beberapa analis lain berani memprediksi bahwa jika harga mampu bertahan kokoh di atas US$2.100 pasca-koreksi jangka pendek, pintu menuju kenaikan yang lebih fantastis, hingga US$3.400, bisa terbuka lebar.
Penutupan harga harian di atas US$2.100 juga dianggap sebagai sinyal kuat bahwa fase koreksi telah usai, membuka jalan menuju rata-rata pergerakan 50 hari di sekitar US$2.381.
Analisis Poros Informasi: Momentum Bullish Menguat
Tim Riset porosinformasi.co.id turut memberikan pandangannya yang optimis. Mereka mengamati bahwa dominasi penjual di pasar mulai memudar, yang seringkali menjadi pemicu awal dari "short covering rally." Level US$2.100 dianggap sebagai support yang sangat krusial; jika berhasil dipertahankan, target berikutnya berada di kisaran US$2.500 hingga US$2.600.
"Fenomena ‘bullish divergence’ pada Coinbase Premium adalah indikasi kuat bahwa institusi di Amerika Serikat mulai kembali ‘berbelanja’ aset kripto ini di harga yang lebih menarik," demikian analisis dari tim riset porosinformasi.co.id.
Peringatan Risiko: Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi dan fluktuatif. Segala keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto. Ikuti terus perkembangan pasar kripto dan analisis mendalam lainnya hanya di porosinformasi.co.id.






