Poros Informasi – 02 Juli 2026 | Pasar aset kripto kembali menyaksikan pergerakan positif dari salah satu aset digital terbesarnya. Setelah periode yang cukup menantang, Harga Ethereum Naik 2,32% ke US$1.629, Mulai Bangkit dari Tekanan Bulanan, memberikan secercah harapan bagi para investor dan pelaku pasar. Penguatan signifikan dalam 24 jam terakhir ini menandai potensi awal pemulihan setelah Ethereum (ETH) tertekan cukup dalam selama beberapa bulan terakhir.
Data pasar terkini menunjukkan bahwa harga Ethereum diperdagangkan di level US$1.629,72, sebuah kenaikan yang disambut baik setelah periode pelemahan yang panjang. Reli harian ini tidak hanya memulihkan sebagian kerugian, tetapi juga mendorong kapitalisasi pasar Ethereum naik menjadi sekitar US$196,70 miliar. Volume perdagangan dalam 24 jam terakhir juga terpantau solid, mencapai US$11,65 miliar, mengindikasikan meningkatnya minat dan aktivitas di pasar ETH.
Sebagai aset kripto terbesar kedua di dunia setelah Bitcoin, pergerakan harga Ethereum seringkali dianggap sebagai barometer penting bagi kondisi pasar aset digital secara keseluruhan. Kenaikan yang terjadi saat ini memang memberikan angin segar, namun para analis pasar masih mencermati apakah penguatan ini merupakan awal dari tren bullish yang berkelanjutan atau sekadar pantulan teknikal (rebound) setelah tekanan jual yang intens. Tantangan untuk keluar sepenuhnya dari tren koreksi jangka menengah masih membayangi.
Ethereum Bertahan di Atas Level Psikologis US$1.600
Dalam pergerakan perdagangan 24 jam terakhir, harga Ethereum berfluktuasi dalam kisaran US$1.564,10 hingga US$1.642,45. Yang menarik, harga saat ini berhasil bertahan di atas level psikologis US$1.600, sebuah area yang telah menjadi kunci penting bagi pergerakan ETH dalam beberapa waktu terakhir. Meskipun sempat terjadi koreksi tipis sekitar 0,05% dalam satu jam terakhir, pelemahan tersebut dianggap wajar setelah reli harian yang cukup impresif.
Jika dibandingkan dengan rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) yang pernah dicapai di US$4.953,73, harga Ethereum saat ini masih berada jauh di bawah puncaknya. Kondisi ini menyiratkan bahwa masih terdapat ruang yang cukup besar untuk pemulihan, terutama jika sentimen pasar kripto secara keseluruhan terus membaik dan faktor-faktor fundamental terus mendukung.
Koreksi Bulanan Masih Membayangi Prospek Jangka Menengah
Meskipun mencatatkan penguatan dalam perdagangan harian, performa Ethereum dalam jangka menengah masih menunjukkan adanya tekanan yang cukup signifikan. Data menunjukkan bahwa dalam 30 hari terakhir, harga Ethereum mengalami penurunan sekitar 18,47%. Koreksi bahkan mencapai 29,23% dalam periode 60 hari, dan melemah sekitar 20,53% dalam 90 hari terakhir. Dalam tujuh hari terakhir, ETH hanya membukukan kenaikan tipis sekitar 0,73%, mengindikasikan bahwa proses pemulihan masih berjalan secara bertahap.
Data historis ini menegaskan bahwa Harga Ethereum Naik saat ini belum sepenuhnya menghapus tekanan jual yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Namun, reli harian ini setidaknya memberikan sinyal positif bahwa minat beli mulai kembali tumbuh setelah fase aksi jual yang panjang. Pelaku pasar akan terus memantau apakah momentum ini dapat dipertahankan.
Aktivitas Perdagangan Tetap Solid, Dukung Penguatan
Selain kenaikan harga, aktivitas perdagangan Ethereum juga tetap menunjukkan likuiditas yang tinggi. Volume transaksi harian yang mencapai sekitar US$11,65 miliar mencerminkan partisipasi investor yang kuat di pasar. Dalam analisis pasar, kenaikan harga yang disertai dengan volume perdagangan yang besar umumnya dianggap sebagai sinyal yang lebih sehat. Hal ini menunjukkan bahwa penguatan didukung oleh aktivitas transaksi yang nyata, bukan sekadar pergerakan sesaat.
Kapitalisasi pasar Ethereum kini berada di angka US$196,70 miliar. Berbeda dengan Bitcoin yang memiliki batas suplai maksimal, Ethereum tidak memiliki batasan tersebut, sehingga nilai Fully Diluted Valuation (FDV) saat ini sama dengan kapitalisasi pasarnya. Dengan jumlah Ethereum yang beredar mencapai sekitar 120,68 juta ETH, aset ini tetap menjadi salah satu aset digital dengan tingkat likuiditas terbesar di pasar kripto global.
Ethereum Tetap Pilar Utama Ekosistem Blockchain
Terlepas dari fluktuasi harga, Ethereum terus mempertahankan posisinya sebagai platform blockchain terbesar untuk pengembangan berbagai aplikasi terdesentralisasi (dApps), sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi), token non-fungible (NFT), hingga berbagai proyek berbasis smart contract. Keunggulan ekosistem ini menjadi salah satu alasan utama mengapa Ethereum masih menjadi pilihan utama bagi investor institusional maupun pengembang, meskipun harga asetnya sempat mengalami koreksi tajam. Seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi blockchain dan perkembangan solusi penskalaan jaringan, prospek jangka panjang Ethereum dinilai masih sangat menarik oleh banyak pelaku industri.
Dalam jangka pendek, area US$1.640 hingga US$1.650 menjadi level resistensi kunci yang akan diuji pasar. Jika ETH mampu menembus dan bertahan di atas zona tersebut, peluang untuk melanjutkan penguatan menuju level yang lebih tinggi akan semakin terbuka. Di sisi lain, jika aksi ambil untung kembali mendominasi, Ethereum berpotensi menguji area support di sekitar US$1.560 hingga US$1.580. Selama level support ini tetap terjaga, koreksi yang terjadi masih dapat dianggap sebagai bagian dari konsolidasi sebelum pergerakan berikutnya.
Secara keseluruhan, Harga Ethereum Naik 2,32% ke US$1.629, Mulai Bangkit dari Tekanan Bulanan adalah sinyal awal yang positif bahwa tekanan jual mulai mereda. Meskipun tren bullish belum sepenuhnya terkonfirmasi, kombinasi penguatan harga, volume perdagangan yang tetap tinggi, serta posisi fundamental Ethereum sebagai tulang punggung ekosistem blockchain global memberikan optimisme bahwa ETH memiliki peluang untuk melanjutkan proses pemulihan, asalkan sentimen positif di pasar kripto terus berlanjut.







