Poros Informasi – Harga Ethereum (ETH) kembali menguji kesabaran investor di level psikologis $4.000. Setelah tiga kali gagal menembus resistensi ini sejak Februari 2024, muncul pertanyaan besar: apakah kali ini berbeda? Kombinasi arus modal institusional yang deras, aktivitas jaringan yang menggila, dan sinyal teknikal yang menjanjikan, membuat banyak analis yakin bahwa penembusan besar akan segera terjadi.
Gelombang Institusional: ETF Ethereum Jadi Magnet Baru?

Salah satu faktor utama yang mendorong optimisme ini adalah meningkatnya minat dari investor institusional, terutama melalui ETF spot Ethereum yang baru diluncurkan di AS pada Juli 2024. Arus masuk ke ETF ini mencetak rekor $727 juta hanya dalam satu hari pada 16 Juli, dengan total kumulatif melampaui $9,33 miliar.
BlackRock Ungguli Bitcoin, Perusahaan Borong ETH
ETF ETHA milik BlackRock menjadi sorotan utama dengan total aset kelolaan mencapai $10,69 miliar, bahkan berhasil mengalahkan arus masuk ke ETF Bitcoin selama tujuh hari berturut-turut. Ini mengindikasikan pergeseran preferensi investor institusional dari Bitcoin ke Ethereum.
Selain itu, perusahaan-perusahaan besar mulai mengakumulasi ETH dalam jumlah signifikan. BitMine Immersion Technologies, misalnya, membeli ETH senilai $2 miliar dalam dua minggu terakhir, menjadikannya pemegang ETH korporat terbesar. Total ETH yang disimpan oleh perusahaan perbendaharaan kini mencapai 2,33 juta ETH, atau 1,93% dari total pasokan yang beredar.
Jaringan Ethereum: Aktivitas Menggila, Pasokan Menipis
Di sisi fundamental, jaringan Ethereum menunjukkan performa yang sangat kuat. Rata-rata transaksi harian melonjak 73% dalam tiga bulan terakhir, dari 932.000 menjadi 1,62 juta transaksi. Jumlah alamat aktif harian juga mencapai titik tertinggi dalam 12 bulan terakhir, yaitu 670.000.
DeFi Bangkit, ETH Langka di Bursa
Nilai total terkunci (TVL) dalam protokol DeFi Ethereum kembali ke level tertinggi sejak tahun 2022, mencapai $86 miliar dan menguasai 61% pangsa pasar DeFi. Volume perdagangan di bursa terdesentralisasi (DEX) juga melonjak ke level tertinggi dalam 21 minggu, sebesar $22,54 miliar.
Yang menarik, saldo ETH di bursa kripto menurun drastis menjadi hanya 15,6 juta ETH – level yang terakhir terlihat sebelum reli besar pada 2017. Penurunan pasokan di bursa ini menciptakan tekanan pasokan yang dapat mempercepat kenaikan harga.
Analisis Teknikal: Target $5.000 di Depan Mata?
Secara teknikal, ETH/USD telah menembus pola bull flag pada grafik 4 jam, dengan breakout yang terjadi di atas $3.740 – posisi dari Simple Moving Average (SMA) 50 periode. Pola ini secara historis menandakan kelanjutan tren naik, dengan target harga yang diproyeksikan berada di kisaran $5.000, atau kenaikan sekitar 30% dari level saat ini.
Indeks Kekuatan Relatif (RSI) juga mendukung prospek bullish ini, saat ini berada di angka 61 – masih berada dalam zona aman sebelum jenuh beli.
Melihat kombinasi faktor-faktor ini, banyak analis percaya bahwa Ethereum memiliki peluang besar untuk menembus level $4.000 – dan bahkan mungkin meroket ke $5.000 dalam waktu dekat. CEO Galaxy Digital, Michael Novogratz, bahkan memprediksi bahwa ETH akan mengungguli Bitcoin dalam enam bulan ke depan dan akan mencapai level $4.000 sebagai titik awal dari fase bullish berikutnya.
Pertanyaannya kini bukan lagi apakah ETH bisa menembus $4.000, tapi kapan momentum itu akan benar-benar meledak.
Disclaimer: Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi. Artikel ini hanya bersifat informatif dan bukan merupakan saran finansial. Selalu lakukan riset sendiri sebelum membuat keputusan investasi.






