Poros Informasi – 13 Juli 2026 | Jakarta – Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memanas, pasar aset kripto justru menunjukkan ketahanan yang relatif stabil. Pasar kripto tetap kuat meski Iran kembali menutup Selat Hormuz, sebuah jalur pelayaran vital bagi perdagangan global. Bitcoin, aset kripto utama, dilaporkan masih bertahan di sekitar level US$64.000, menunjukkan respons pasar yang lebih tenang dibandingkan eskalasi konflik sebelumnya.
Ketegangan kembali memuncak setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz dan melakukan penembakan terhadap sebuah kapal komersial. Langkah ini diambil berlawanan dengan permintaan Amerika Serikat agar jalur pelayaran tersebut tetap aman untuk kapal sipil dan perdagangan global. Sebagai respons, Amerika Serikat melalui US Central Command (CENTCOM) melancarkan gelombang serangan lanjutan terhadap sejumlah target Iran.
Serangan Balasan dan Dampak Geopolitik
CENTCOM mengklaim telah meluncurkan serangan ketiga yang menargetkan sekitar 140 lokasi di Iran, termasuk situs rudal, drone, aset angkatan laut, dan pos pengawasan pesisir. Dalam tiga malam serangan pekan ini, lebih dari 300 target dilaporkan telah diserang. Tujuan utama serangan ini adalah untuk melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelaut sipil dan kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Konflik ini juga meluas ke kawasan Teluk, dengan Iran mengklaim telah melakukan serangan terhadap beberapa wilayah, termasuk Bahrain, Kuwait, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Oman. Situasi ini memicu kekhawatiran akan destabilisasi lebih lanjut di kawasan yang kaya akan sumber daya energi.
Respons Pasar Kripto yang Tak Biasa
Menariknya, aset kripto utama seperti Bitcoin hanya mengalami pergerakan terbatas. Bitcoin dilaporkan turun tipis 0,33% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan di sekitar US$63.914. Ethereum menunjukkan performa yang lebih baik dengan kenaikan 2,18% dalam sepekan, diperdagangkan di sekitar US$1.801. Aset lain seperti XRP dan Solana juga mencatat penurunan harian kurang dari 2%.
Pergerakan pasar yang relatif tenang ini menandakan bahwa pelaku pasar belum melakukan aksi jual besar-besaran, meskipun risiko geopolitik kembali meningkat. Tim Research Tokocrypto mencatat bahwa ketahanan pasar kripto kali ini menjadi perhatian khusus. Secara historis, aset digital cenderung lebih sensitif terhadap kabar perang dan potensi gangguan pasokan energi.
Saat ini, investor tampaknya lebih memilih untuk menunggu dampak lanjutan dari eskalasi konflik ini terhadap pasar minyak dan kondisi makroekonomi global. Pasar minyak sendiri sedang tutup pada akhir pekan, namun diperkirakan akan bergerak lebih tinggi saat dibuka pada hari Senin. Harga minyak Brent terakhir berada di kisaran US$76 per barel. Jika penutupan Selat Hormuz berlangsung lebih lama, tekanan terhadap pasokan energi global dapat meningkat dan mendorong harga minyak lebih tinggi.
Ketahanan Pasar Kripto di Tengah Ketidakpastian
Fenomena pasar kripto tetap kuat meski Iran kembali menutup Selat Hormuz ini menunjukkan adanya perubahan pola perilaku investor. Beberapa faktor mungkin berkontribusi pada hal ini, termasuk adopsi kripto yang terus meningkat sebagai aset alternatif, serta keyakinan bahwa aset digital dapat menjadi lindung nilai terhadap inflasi atau ketidakpastian ekonomi.
Meskipun demikian, risiko volatilitas tetap terbuka. Jika gangguan di Selat Hormuz berdampak lebih luas terhadap harga energi, inflasi, dan sentimen aset berisiko secara global, pasar kripto pun tidak luput dari potensi guncangan. Investor dihimbau untuk tetap waspada dan melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.
Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa pasar kripto tetap kuat meski Iran kembali menutup Selat Hormuz, menunjukkan kematangan pasar yang semakin baik dalam menyerap berita-berita geopolitik. Namun, dinamika pasar global yang kompleks menuntut kewaspadaan berkelanjutan dari para pelaku pasar aset digital.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli. Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.







