Grayscale Batal! Cardano (ADA) Gagal Tembus US$0,20, Ada Apa?

Usman

Poros Informasi – Dunia kripto kembali diwarnai ketidakpastian, kali ini menimpa Cardano (ADA). Aset digital yang sempat digadang-gadang sebagai salah satu kuda hitam institusional ini kini menghadapi tekanan serius setelah Grayscale, manajer aset kripto raksasa, secara mengejutkan menarik pengajuan Exchange Traded Fund (ETF) Cardano dari Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat. Keputusan ini sontak menghilangkan salah satu katalis positif jangka pendek yang diharapkan mampu mendorong narasi institusional ADA dan membantunya menembus level resistensi krusial.

Grayscale Tarik Diri, Katalis Institusional Menguap

Grayscale Batal! Cardano (ADA) Gagal Tembus US$0,20, Ada Apa?
Gambar Istimewa : s.w.org

Penarikan proposal ETF Cardano oleh Grayscale bukan sekadar langkah administratif biasa. Melalui pengajuan Form RW berdasarkan Rule 477 dari Securities Act, Grayscale secara resmi menarik S-1 registration statements untuk Cardano Trust, serta ETF Hedera dan Polkadot. Ini menandai pergeseran signifikan dari gelombang optimisme awal di mana banyak perusahaan manajemen aset berlomba-lomba menghadirkan produk investasi berbasis kripto, memperkuat harapan akses investor institusional ke berbagai aset digital.

Kabar penarikan ini, yang diumumkan pada 10 Agustus 2026, datang di saat yang kurang ideal bagi ADA. Sebelumnya, pengajuan ETF ini sempat memperkuat ekspektasi bahwa lebih banyak aset digital akan mendapatkan akses ke investor institusional. Namun, keputusan Grayscale ini menciptakan awan ketidakpastian baru, meredupkan prospek katalis positif yang sangat dibutuhkan ADA dalam waktu dekat.

Perjuangan ADA di Level Psikologis US$0,20

Di tengah kabar penarikan ETF tersebut, Cardano (ADA) masih berjuang keras di pasar spot. Tim Research porosinformasi.co.id mengamati bahwa ADA diperdagangkan di kisaran US$0,1985 per 10 Agustus 2026. "Token ini terus berupaya menembus resistensi psikologis di US$0,20, namun momentum beli yang kuat masih belum terlihat untuk mendorong breakout yang meyakinkan," jelas tim analis tersebut. Tanpa dukungan katalis ETF, pergerakan harga ADA kini sepenuhnya bergantung pada kekuatan teknikal, dinamika arus dana spot, dan aktivitas pasar derivatif yang kian lesu.

Analisis Teknikal: Antara Harapan dan Kewaspadaan

Secara teknikal, grafik empat jam ADA menunjukkan gambaran yang kompleks. Harga saat ini, di sekitar US$0,1985, masih berdekatan dengan resistensi psikologis US$0,20. Posisi ADA di atas Exponential Moving Average (EMA) utama—EMA 20 di US$0,1975, EMA 50 di US$0,1926, EMA 100 di US$0,1850, dan EMA 200 di US$0,1787—mengindikasikan struktur yang cenderung bullish namun dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi. Peluang pemulihan masih terbuka selama harga bertahan di atas level-level EMA tersebut.

Kendati demikian, momentum beli yang dibutuhkan untuk menembus dan bertahan di atas US$0,20 belum terwujud. Indikator Chaikin Money Flow (CMF) yang berada di -0,06 semakin memperkuat sinyal tekanan jual ringan dan terbatasnya aliran modal baru, menunjukkan bahwa minat beli belum cukup kuat untuk memicu breakout signifikan.

Jika ADA berhasil ditutup di atas US$0,20 pada grafik empat jam, target berikutnya adalah US$0,2115, yang akan menjadi konfirmasi bullish yang lebih kuat. Namun, jika support EMA 50 di US$0,1926 gagal dipertahankan, tekanan bearish dapat meningkat, berpotensi menyeret harga ke US$0,1893 dan bahkan US$0,1850.

Minat Derivatif dan Arus Dana Spot yang Lesu

Open Interest Menipis, Trader Mulai Berhati-hati

Di ranah derivatif, partisipasi terhadap ADA menunjukkan tren pelemahan yang mengkhawatirkan. Open Interest (OI) ADA, yang pernah melonjak di atas US$1,5 miliar—bahkan mendekati US$2 miliar di puncaknya—kini merosot tajam. Pada 10 Agustus, OI ADA tercatat hanya sekitar US$472,13 juta. Penurunan drastis ini mengindikasikan bahwa semakin sedikit trader yang bersedia mengambil risiko dengan leverage untuk berspekulasi pada pergerakan harga ADA. Meskipun OI yang lebih rendah dapat mengurangi potensi risiko likuidasi besar-besaran, kondisi ini juga mencerminkan minimnya minat spe

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar