Grayscale: Bitcoin Bisa Turun Lebih Dalam Jika? Tiga Risiko Ini Mengintai Pasar Kripto

Amalia Citra

Amalia Citra

Grayscale: Bitcoin Bisa Turun Lebih Dalam Jika? Tiga Risiko Ini Mengintai Pasar Kripto
Grayscale: Bitcoin Bisa Turun Lebih Dalam Jika? Tiga Risiko Ini Mengintai Pasar Kripto

Ancaman Penurunan Lebih Lanjut: Grayscale Ungkap Tiga Faktor Kunci yang Menentukan Nasib Bitcoin

Poros Informasi – 29 Juni 2026 | Pasar kripto kembali dilanda ketidakpastian, dengan pertanyaan besar mengemuka: Grayscale: Bitcoin Bisa Turun Lebih Dalam Jika? Analis terkemuka Grayscale baru-baru ini merilis pandangannya yang menilai bahwa Bitcoin mungkin sudah mendekati titik terendah siklus saat ini. Namun, optimisme ini bersyarat pada meredanya beberapa risiko utama dalam beberapa bulan mendatang. Dalam catatan pasar terbarunya, Grayscale menegaskan bahwa arah pergerakan Bitcoin akan sangat bergantung pada tiga faktor krusial: perkembangan regulasi melalui CLARITY Act, kondisi neraca keuangan perusahaan seperti MicroStrategy (Strategy), dan kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Zach Pandl, Kepala Riset Grayscale, menyatakan bahwa jika risiko-risiko tersebut justru memburuk, Bitcoin masih berpotensi mengalami penurunan moderat dari level saat ini. Pandangan ini menjadi sinyal peringatan bagi para investor yang selama ini menantikan pemulihan pasar.

Tiga Pilar Penentu Arah Bitcoin

Menurut laporan yang dikutip oleh Crypto.News, Grayscale melihat skenario dasar (base case) yang cukup konstruktif. Skenario ini mengasumsikan:

  • CLARITY Act berhasil lolos di Senat Amerika Serikat.
  • MicroStrategy (Strategy) mampu memperbaiki posisi keuangannya.
  • The Fed tidak kembali menaikkan suku bunga acuannya.

Jika ketiga faktor ini berjalan positif, Grayscale berpendapat bahwa Bitcoin berpotensi besar telah menemukan titik terendahnya dalam siklus saat ini. Keberhasilan CLARITY Act akan memberikan kejelasan regulasi yang sangat dibutuhkan oleh industri aset digital, sementara perbaikan neraca Strategy dan kebijakan suku bunga The Fed yang stabil akan mengurangi tekanan makroekonomi.

Risiko Downside Masih Terbuka Lebar

Namun, Grayscale juga telah menyiapkan skenario yang lebih pesimistis. Skenario bearish dapat terwujud jika:

  • CLARITY Act gagal disahkan tahun ini.
  • Perusahaan-perusahaan yang memegang aset digital (digital asset treasuries) kembali melakukan deleveraging (pengurangan utang atau posisi).
  • The Fed terpaksa menaikkan suku bunga karena inflasi tetap tinggi.

Dalam kondisi tersebut, tekanan terhadap Bitcoin dapat berlanjut dan mendorong harganya turun lebih dalam. Peringatan dari Grayscale ini muncul setelah Bitcoin sempat diperdagangkan di bawah level psikologis US$60.000 dalam penyesuaian pasar terbaru. Penurunan ini diperparah oleh arus keluar dana dari ETF Bitcoin, likuidasi posisi leverage, dan upaya para pedagang untuk mempertahankan level harga penting tersebut.

Meskipun demikian, Grayscale tidak memperkirakan siklus kali ini akan mengulang drama drawdown besar seperti bear market lama yang sempat mencapai penurunan sekitar 80%. Hal ini didasarkan pada pengamatan bahwa basis permintaan institusional saat ini dinilai lebih kuat dibandingkan siklus sebelumnya. Kehadiran produk investasi seperti ETF, corporate treasury, dan investor institusional yang semakin matang telah membentuk struktur pasar Bitcoin yang lebih kokoh, yang berpotensi menahan volatilitas dan membatasi kedalaman penurunan.

CLARITY Act: Katalis Regulasi Utama yang Terancam

CLARITY Act menjadi salah satu faktor kebijakan paling vital dalam proyeksi Grayscale. Rancangan undang-undang ini bertujuan untuk menciptakan kerangka kerja regulasi federal yang jelas untuk pasar aset digital di Amerika Serikat. Jika disahkan, CLARITY Act diharapkan dapat memberikan aturan yang lebih pasti bagi exchange, pengembang, penerbit token, dan pelaku pasar kripto lainnya, sehingga mengurangi ketidakpastian regulasi.

Namun, jalan menuju pengesahan CLARITY Act masih terjal. Meskipun telah masuk dalam kalender Senat setelah mendapatkan persetujuan dari komite terkait, RUU ini masih harus melewati debat di lantai Senat, potensi amandemen, dan membutuhkan dukungan mayoritas 60 suara untuk lolos. Jadwal Senat yang padat dan masih adanya beberapa isu krusial yang belum terselesaikan, seperti koordinasi antar komite, aturan conflict of interest, regulasi stablecoin, penanganan keuangan ilegal, dan alokasi waktu debat, membuat prospek pengesahannya semakin sempit.

Grayscale menilai bahwa kelolosan CLARITY Act dapat secara signifikan mengurangi risiko kebijakan dan menjadi pendorong bagi fase berikutnya dari partisipasi institusional. Sebaliknya, penundaan pengesahannya akan membuat pasar tetap beroperasi tanpa rulebook yang jelas, yang dapat terus menekan sentimen pasar, terutama di tengah risk appetite investor yang masih lemah.

The Fed dan Strategy: Risiko Kedua dan Ketiga yang Perlu Diwaspadai

Risiko besar kedua datang dari Federal Reserve. Laporan terbaru mengindikasikan bahwa The Fed mungkin mempertimbangkan kenaikan suku bunga lebih cepat dari perkiraan, bahkan secepat September 2026, jika inflasi terus menunjukkan ketahanan. Proyeksi The Fed pada bulan Juni juga menunjukkan pergeseran dari ekspektasi pemangkasan suku bunga, dengan beberapa pejabat mulai melihat kemungkinan kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun.

Suku bunga yang lebih tinggi secara historis memberikan tekanan pada aset seperti Bitcoin, karena aset ini tidak memberikan imbal hasil (yield) pasif. Ketika dolar Amerika Serikat menguat dan real yields (imbal hasil riil) meningkat, investor cenderung beralih ke aset yang lebih aman seperti kas atau obligasi Treasury. Kondisi ini telah menekan harga Bitcoin dan emas sepanjang tahun ini, terutama dalam lingkungan suku bunga tinggi dan dolar yang kuat. Pertanyaan Grayscale: Bitcoin Bisa Turun Lebih Dalam Jika? semakin relevan mengingat potensi kebijakan moneter yang ketat.

Selain regulasi dan kebijakan moneter, MicroStrategy (Strategy) juga menjadi faktor penting dalam risk outlook Bitcoin. Laporan terbaru mengungkapkan bahwa posisi Bitcoin yang dipegang oleh Strategy sempat merugi sekitar US$12 miliar setelah harga BTC turun di bawah US$60.000. Pada saat yang sama, saham MSTR diperdagangkan di bawah nilai kepemilikan Bitcoin perusahaan, menunjukkan tekanan signifikan pada model treasury Strategy. Selama ini, Strategy mengandalkan premi sahamnya dan akses pembiayaan untuk terus mengakumulasi Bitcoin. Namun, pelemahan premi MSTR dapat mempersulit perusahaan dalam menggalang dana baru. Jika tekanan ini berlanjut, risiko deleveraging dari digital asset treasury dapat meningkat, yang berpotensi memperburuk sentimen pasar secara keseluruhan. Dengan demikian, nasib Bitcoin sangat bergantung pada bagaimana ketiga faktor ini, yaitu regulasi AS, kebijakan The Fed, dan stabilitas neraca perusahaan seperti Strategy, berkembang ke depannya. Jika ketiganya membaik, BTC berpeluang stabil di dekat level saat ini. Namun, jika memburuk, penurunan lebih lanjut masih sangat mungkin terjadi, menjawab keraguan Grayscale: Bitcoin Bisa Turun Lebih Dalam Jika?

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tinggalkan komentar