HYPE di Ambang Bahaya? Level Kritis US$48 Penentu Nasib!

Usman

Poros Informasi – Aset digital Hyperliquid (HYPE) kini tengah menghadapi badai tekanan jual yang signifikan, setelah gagal mempertahankan pijakan krusial di level US$54. Pada momen penulisan ini, HYPE terpantau diperdagangkan di kisaran US$52,06, mencatatkan penurunan tipis hampir 1%, diiringi volume perdagangan harian yang masih lesu, hanya sekitar 26.970 HYPE. Ini menandakan sentimen pasar yang kian meredup dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor.

Tim Riset porosinformasi.co.id mengamati bahwa meskipun masih memiliki kapitalisasi pasar yang bernilai miliaran dolar, HYPE terus terperosok dalam koreksi setelah kehilangan area support yang sebelumnya berfungsi sebagai zona permintaan yang kuat. Kondisi ini telah secara drastis menggeser sentimen pasar menuju bearish.

HYPE di Ambang Bahaya? Level Kritis US$48 Penentu Nasib!
Gambar Istimewa : news.tokocrypto.com

Tekanan jual terbaru muncul setelah HYPE membentuk pola triple top yang mengkhawatirkan di sekitar resistensi US$72. Pola tersebut, menurut analisis, memicu serangkaian lower high dan lower low pada grafik harian, sebuah indikasi jelas melemahnya dominasi pembeli. Kini, semua mata tertuju pada level support US$48, yang dipandang sebagai garis pertahanan vital yang akan menentukan arah pergerakan HYPE selanjutnya.

HYPE Terperosok, Support Krusial US$54 Gagal Bertahan

Penolakan berulang di area US$72, seperti yang juga disoroti oleh berbagai platform analisis kripto, mengindikasikan tekanan suplai yang sangat kuat. Setelah gagal menembus resistensi tersebut, HYPE mulai membentuk struktur bearish dengan penurunan bertahap. Pelemahan ini semakin nyata setelah harga jatuh di bawah support US$54, sebuah level yang krusial selama reli di bulan Juni. Kehilangan pijakan ini membuat struktur teknikal HYPE menjadi sangat rapuh.

Selama harga masih bergerak di bawah US$54, para seller tampaknya masih memegang kendali penuh dalam jangka pendek. Untuk membalikkan momentum, HYPE harus merebut kembali zona US$54 hingga US$55. Jika berhasil, peluang pemulihan menuju US$60 bisa kembali terbuka. Namun, jika upaya ini gagal, tekanan jual berpotensi berlanjut, membawa HYPE ke level yang lebih rendah.

Indikator Pasar Berkedip Merah

Sejumlah indikator teknis secara gamblang menunjukkan dominasi tekanan jual. On-Balance Volume (OBV) terus menunjukkan tren menurun, sebuah sinyal kuat bahwa aktivitas penjualan jauh lebih masif dibandingkan minat beli dalam beberapa pekan terakhir. Indeks Kekuatan Relatif (RSI) juga terperosok di bawah area netral, merefleksikan melemahnya momentum harga secara keseluruhan. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa HYPE masih berada dalam fase koreksi yang intens.

Di pasar derivatif, open interest terpantau kembali melonjak hingga sekitar 3,88 juta, bahkan saat harga terus merosot. Kenaikan open interest dalam kondisi harga melemah seringkali mengindikasikan masuknya posisi short baru ke pasar, bukan sekadar penutupan posisi lama. Ini bisa menjadi pertanda peningkatan partisipasi bearish yang signifikan.

Namun, aggregated funding rate masih sedikit positif di sekitar 0,006%, menunjukkan bahwa posisi long masih membayar posisi short. Ini berarti para bull belum sepenuhnya angkat kaki dari pasar. Jika HYPE gagal pulih di atas US$54, posisi long dengan leverage dapat semakin tertekan, meningkatkan risiko penurunan lanjutan yang lebih tajam.

US$48: Garis Pertahanan Terakhir atau Pintu Menuju Jurang?

Untuk saat ini, level support US$48 menjelma menjadi benteng terakhir yang sangat krusial untuk dipantau. Jika para pembeli mampu mempertahankan area ini, HYPE berpeluang membentuk stabilisasi jangka pendek dan mencoba kembali menguji area US$54.

Skenario Optimis

Dalam skenario bullish, HYPE harus mampu merebut kembali resistensi US$54 hingga US$55. Penembusan yang berkelanjutan di atas zona ini dapat membatalkan breakdown terbaru dan membuka peluang rebound yang signifikan menuju US$60. Jika momentum beli semakin menguat, resistensi utama berikutnya berada di sekitar US$72, area yang sebelumnya membentuk triple top yang mematikan.

Skenario Pesimis

Namun, skenario bearish masih tampak lebih dominan selama HYPE bergerak di bawah US$54. Jika harga menembus support US$48 secara meyakinkan, tekanan jual dapat meningkat drastis dan membuka jalan menuju zona permintaan berikutnya di US$42 hingga US$44. Dengan struktur harga yang masih melemah, HYPE kini berada di fase yang sangat krusial. Para pembeli harus segera bertindak untuk mempertahankan US$48 demi mencegah koreksi yang lebih dalam. Jika level ini gagal bertahan, HYPE berisiko melanjutkan tren penurunan yang lebih panjang. Sebaliknya, jika pembeli mampu menahan support dan merebut kembali US$54, peluang pemulihan jangka pendek dapat kembali terbuka, memberikan secercah harapan di tengah gejolak pasar.

Pergerakan HYPE dalam beberapa hari ke depan akan menjadi penentu krusial. Apakah US$48 akan menjadi titik balik yang menyelamatkan atau justru menjadi gerbang menuju penurunan yang lebih dalam, semuanya bergantung pada kekuatan pasar. Para investor dan trader disarankan untuk memantau dengan cermat level-level kunci ini.

DISCLAIMER: Investasi dan trading aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli. Untuk informasi dan analisis pasar kripto terkini, ikuti Google News Poros Informasi dan kunjungi situs porosinformasi.co.id.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar