HYPE Terancam Anjlok Lebih Dalam: Support Kritis US$48 Menjadi Penentu Nasib!

Amalia Citra

Amalia Citra

HYPE Terancam Anjlok Lebih Dalam: Support Kritis US$48 Menjadi Penentu Nasib!
HYPE Terancam Anjlok Lebih Dalam: Support Kritis US$48 Menjadi Penentu Nasib!

Perjuangan Kritis Harga HYPE: Support US$48 Diuji di Tengah Tekanan Jual

Poros Informasi – 03 Agustus 2026 | Harga cryptocurrency Hyperliquid (HYPE) saat ini tengah menghadapi periode yang krusial. Aset digital ini terpaksa tertahan di bawah level psikologis penting US$54, dengan support krusial di angka US$48 kini menjadi ujian berikutnya yang akan menentukan arah pergerakan HYPE. Pada saat berita ini diturunkan, HYPE diperdagangkan di kisaran US$52,06, menunjukkan pelemahan tipis hampir 1% dari hari sebelumnya. Volume perdagangan harian pun terpantau masih relatif lesu, hanya berkisar pada 26.970 HYPE, mengindikasikan minimnya minat beli yang signifikan.

Para analis dari Tim Research Tokocrypto mengamati bahwa meskipun Hyperliquid masih memiliki kapitalisasi pasar bernilai miliaran dolar, tren koreksi harga tampaknya terus berlanjut pasca-kehilangan area support yang sebelumnya berfungsi sebagai zona permintaan yang kuat. Situasi ini secara inheren telah menggeser sentimen pasar secara keseluruhan menjadi lebih berorientasi pada aksi jual atau bearish.

Pola “Triple Top” Picu Sentimen Bearish

Tekanan jual yang terbaru ini dipicu oleh terbentuknya pola grafik triple top di sekitar level resistance US$72. Pola ini secara teknikal seringkali diartikan sebagai sinyal pembalikan arah tren yang signifikan. Setelah pembentukan pola tersebut, grafik harian HYPE mulai menunjukkan serangkaian lower high (puncak yang lebih rendah) dan lower low (lembah yang lebih rendah). Fenomena ini secara jelas menandakan adanya pelemahan kontrol dari pihak pembeli (bullish) dan penguatan dominasi pihak penjual (bearish).

Kini, seluruh perhatian pasar tertuju pada level support di US$48. Level ini menjadi area yang sangat penting, di mana penentuannya akan sangat berpengaruh apakah HYPE mampu menahan gelombang koreksi yang ada atau justru terpaksa melanjutkan penurunan yang lebih dalam lagi. Kondisi HYPE tertekan di bawah US$54, support US$48 jadi ujian berikutnya, menegaskan betapa krusialnya level ini bagi para pelaku pasar.

Kehilangan Support Kunci, Struktur Teknis Rapuh

Laporan dari Coinpedia menggarisbawahi bahwa penolakan berulang yang terjadi di area US$72 merupakan indikasi kuat adanya tekanan pasokan (supply) yang masif. Setelah gagal menembus level resistance tersebut, HYPE mulai membangun struktur grafik yang cenderung bearish dengan mengalami penurunan yang bertahap. Pelemahan ini semakin terlihat jelas ketika harga HYPE jatuh menembus di bawah level support US$54. Level ini sebelumnya merupakan area permintaan yang signifikan selama periode reli yang terjadi pada bulan Juni.

Kehilangan level support US$54 ini membuat struktur teknikal HYPE menjadi semakin rapuh. Selama harga HYPE masih bergerak di bawah US$54, para penjual cenderung akan tetap memegang kendali dalam jangka pendek. Untuk dapat membalikkan momentum yang ada, HYPE mutlak membutuhkan upaya untuk merebut kembali zona harga antara US$54 hingga US$55.

Apabila zona tersebut berhasil ditembus dan dipertahankan oleh para pembeli, maka peluang untuk pemulihan menuju level US$60 dapat kembali terbuka lebar. Namun, sebaliknya, jika para pembeli gagal mendorong harga kembali ke atas area krusial tersebut, tekanan jual yang lebih besar berpotensi akan terus berlanjut. Situasi HYPE tertekan di bawah US$54, support US$48 jadi ujian berikutnya, memaksa investor untuk mencermati pergerakan di atas US$54 dengan seksama.

Indikator Teknis Memberikan Sinyal Lemah

Sejumlah indikator teknikal yang ada saat ini turut memperkuat pandangan bahwa tekanan jual masih mendominasi pergerakan harga HYPE. Indikator On-Balance Volume (OBV) terus menunjukkan tren penurunan, yang mengindikasikan bahwa aktivitas jual secara konsisten lebih kuat dibandingkan minat beli dalam beberapa pekan terakhir. Demikian pula, Relative Strength Index (RSI) juga terpantau turun ke bawah area netral, mencerminkan adanya pelemahan momentum harga secara keseluruhan. Kondisi ini semakin memperkuat pandangan bahwa HYPE saat ini masih berada dalam fase koreksi yang signifikan.

Di pasar derivatif, data menunjukkan bahwa open interest kembali mengalami kenaikan, mencapai sekitar 3,88 juta saat harga HYPE masih bergerak dalam tren penurunan. Fenomena kenaikan open interest yang terjadi bersamaan dengan penurunan harga biasanya mengindikasikan adanya penambahan posisi baru yang masuk ke dalam pasar, bukan sekadar trader lama yang melakukan penarikan posisi. Hal ini berpotensi mengindikasikan adanya peningkatan partisipasi dari pihak bearish.

Jika open interest terus menunjukkan tren kenaikan sementara HYPE masih tertahan di bawah level support yang kini telah berubah menjadi resistance, maka para penjual berpotensi akan terus mempertahankan tekanan dalam jangka pendek. Meskipun demikian, aggregated funding rate terpantau masih berada dalam kisaran positif tipis, yaitu sekitar 0,006%. Hal ini menunjukkan bahwa posisi long masih perlu membayar posisi short, meskipun harga sedang mengalami koreksi. Funding rate yang masih positif ini juga dapat diartikan bahwa sentimen bullish belum sepenuhnya meninggalkan pasar.

Namun, perlu dicatat, jika HYPE gagal untuk pulih dan bergerak kembali ke atas level US$54, posisi long yang menggunakan leverage dapat semakin tertekan, yang pada akhirnya akan meningkatkan risiko terjadinya penurunan lanjutan yang lebih tajam.

Support US$48: Level Krusial Penentu Masa Depan HYPE

Untuk saat ini, level support di US$48 menjadi titik terpenting yang perlu dicermati oleh para investor dan trader. Jika para pembeli mampu mempertahankan area krusial ini, HYPE berpeluang untuk membentuk stabilisasi jangka pendek dan mencoba untuk kembali menguji area US$54. Dalam skenario yang lebih bullish, HYPE perlu berjuang keras untuk merebut kembali zona resistance di rentang US$54 hingga US$55.

Penembusan yang berkelanjutan di atas zona tersebut dapat menjadi sinyal positif yang membatalkan pola breakdown terbaru dan membuka peluang terjadinya rebound menuju target harga di US$60. Jika tekanan beli terus menguat secara signifikan, maka resistance utama berikutnya yang perlu diwaspadai berada di sekitar US$72, yang merupakan area di mana pola triple top sebelumnya terbentuk.

Namun, perlu ditekankan bahwa skenario bearish masih lebih dominan selama HYPE masih bergerak di bawah level US$54. Apabila harga HYPE menembus level support US$48 secara meyakinkan dan tanpa keraguan, maka tekanan jual dapat meningkat secara drastis dan membuka jalan bagi penurunan lebih lanjut menuju zona permintaan yang berada di kisaran US$42 hingga US$44.

Dengan struktur harga yang masih menunjukkan pelemahan, HYPE kini berada di fase yang sangat genting. Para pembeli perlu segera menunjukkan kekuatannya untuk mempertahankan level support US$48 guna mencegah koreksi yang lebih dalam. Kegagalan bertahan di level ini akan membuat HYPE berisiko melanjutkan tren penurunannya. Sebaliknya, jika para pembeli mampu menahan support dan berhasil merebut kembali level US$54, peluang pemulihan jangka pendek dapat kembali terbuka, memberikan sedikit kelegaan bagi para pemegang aset ini.

Investasi dan trading aset kripto selalu mengandung risiko tinggi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tinggalkan komentar