HYPE Tertekan Meski Volume RWA Meroket: Ada Apa di Balik Kinerja Kuat Hyperliquid?

Amalia Citra

Amalia Citra

HYPE Tertekan Meski Revenue Hyperliquid Kuat dan Volume RWA Melonjak

Poros Informasi – 07 Agustus 2026 | Di tengah lonjakan signifikan pada volume perdagangan aset dunia nyata (RWA) dan kinerja kuartal yang mengesankan, harga token Hyperliquid (HYPE) justru menunjukkan tren pelemahan. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan di kalangan investor mengenai faktor-faktor yang menekan pergerakan harga HYPE, meskipun fundamental protokol terpantau solid.

Kinerja Protokol yang Menggiurkan

Data terbaru menunjukkan bahwa Hyperliquid mencatatkan kinerja kuartal II yang patut diacungi jempol. Platform ini berhasil meningkatkan revenue protokol secara substansial, didorong oleh pertumbuhan pesat pada produk real-world assets (RWA) dan aktivitas burn token yang aktif. Volume perdagangan, khususnya pada segmen RWA perpetuals, mengalami lonjakan dramatis.

Menurut laporan, volume perdagangan perpetual contracts berbasis RWA yang terkait dengan HIP-3 kini menyumbang hampir sepertiga dari total volume perdagangan platform pada kuartal II. Angka ini melesat dari hanya 1,8% pada dua kuartal sebelumnya, menunjukkan minat investor yang terus meningkat terhadap produk derivatif berbasis aset dunia nyata di ekosistem Hyperliquid. Segmen RWA perpetuals sendiri mencatat volume perdagangan kuartalan sebesar US$213 miliar.

Selain itu, peluncuran tiga ETF HYPE pada kuartal tersebut turut menambah sentimen positif. Dana investasi dan treasury terkait kini memegang sekitar 7,7% dari total suplai HYPE. Periode pelaporan ini juga sempat menyaksikan HYPE melonjak 79% hingga mencapai rekor tertinggi di US$76,90, sebuah pencapaian impresif jika dibandingkan dengan penurunan 14% yang dialami Bitcoin pada periode yang sama.

Pendapatan dan Burn Token yang Solid

Dari sisi pendapatan, Hyperliquid melaporkan perolehan sekitar US$169 juta pada kuartal II. Menariknya, sebagian besar dari pendapatan tersebut, sekitar US$141 juta, dialokasikan untuk program buyback token. Data ini mengindikasikan aktivitas protokol yang masih sangat kuat, sekalipun harga HYPE mulai terkoreksi dari level tertingginya.

Lebih lanjut, data on-chain menunjukkan aktivitas burn token HYPE yang signifikan. Dalam 24 jam terakhir, sekitar US$1,28 juta nilai HYPE berhasil dibakar. Selama periode pelaporan yang sama, protokol menghasilkan biaya (fee) sekitar US$1,65 juta. Akumulasi burn ini menambah total HYPE yang telah dikeluarkan secara permanen dari peredaran menjadi 47,53 juta token, dengan nilai diperkirakan mencapai US$2,68 miliar. Jumlah ini setara dengan sekitar 4,75% dari total maksimum suplai HYPE yang berjumlah 1 miliar token.

Mekanisme burn ini merupakan salah satu pilar penting dalam tokenomik Hyperliquid. Dengan memanfaatkan sebagian pendapatan protokol untuk program buyback dan burn, suplai token dapat dikurangi secara bertahap, yang secara teori seharusnya memberikan dukungan pada harga. Namun, meskipun mekanisme burn memberikan dorongan dari sisi suplai, harga HYPE tetap rentan terhadap sentimen pasar, dinamika aktivitas derivatif, dan aksi ambil untung pasca reli besar sebelumnya.

Aktivitas Derivatif yang Mendingin

Di sisi lain pasar derivatif, aktivitas terkait HYPE menunjukkan tanda-tanda pendinginan dalam 24 jam terakhir. Total volume perdagangan derivatif dilaporkan turun 16,50% menjadi sekitar US$1,68 miliar, sementara open interest juga mengalami penurunan sebesar 4,98% menjadi US$2,27 miliar. Volume opsi melemah 5,66% ke US$1,67 juta, dan open interest opsi turun 3,39% menjadi US$14,92 juta.

Penurunan ini mengindikasikan bahwa aktivitas trading mulai mereda setelah periode reli yang kuat. Pada awal Juni, open interest HYPE sempat menembus US$3,5 miliar ketika harga mendekati US$75. Namun, pada 6 Agustus, angka tersebut terkoreksi ke sekitar US$2,3 miliar. Meskipun demikian, posisi pasar secara keseluruhan masih menunjukkan kecenderungan long, terlihat dari rasio long-to-short yang berada di 0,9798, dengan rasio akun di Binance dan OKX masing-masing tercatat 1,2437 dan 1,45.

Data likuidasi juga mengkonfirmasi bahwa long trader masih lebih banyak menghadapi tekanan. Likuidasi long mencapai sekitar US$793.450, lebih tinggi dibandingkan likuidasi short yang sebesar US$374.650, dengan total likuidasi mencapai sekitar US$1,17 juta. Kondisi ini mengisyaratkan bahwa sebagian trader masih mempertahankan eksposur bullish, namun koreksi harga membuat posisi long lebih rentan terhadap likuidasi.

Prospek HYPE yang Bercampur

Saat ini, prospek HYPE terlihat bercampur. Dari sisi fundamental protokol, Hyperliquid menunjukkan pertumbuhan yang kuat melalui volume RWA yang melonjak, pendapatan kuartalan yang solid, serta aktivitas buyback dan burn token yang aktif. Namun, dari sisi pasar, harga HYPE masih berada di bawah tekanan akibat pelemahan aktivitas derivatif dan penurunan open interest dari puncaknya. Situasi ini kembali menegaskan bahwa HYPE Tertekan meski revenue Hyperliquid Kuat dan Volume RWA Melonjak.

Katalis pemulihan bagi HYPE akan sangat bergantung pada kemampuan volume perdagangan untuk kembali meningkat dan harga yang mampu bertahan di atas level support utama. Sebaliknya, jika open interest terus menurun dan likuidasi long meningkat, HYPE berisiko melanjutkan koreksi meskipun metrik fundamental platform tetap kuat. Pasar akan terus mencermati apakah pertumbuhan RWA dan mekanisme burn token cukup kuat untuk mengimbangi tekanan jual jangka pendek.

Perlu diingat bahwa investasi dan trading aset kripto mengandung risiko tinggi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tinggalkan komentar