Inflasi AS Melandai, Mengapa Bitcoin Justru Tergelincir? Analisis Riset Kripto 10-14 Agustus 2026

Amalia Citra

Amalia Citra

Inflasi AS Melandai, Mengapa Bitcoin Justru Tergelincir? Analisis Riset Kripto 10-14 Agustus 2026
Inflasi AS Melandai, Mengapa Bitcoin Justru Tergelincir? Analisis Riset Kripto 10-14 Agustus 2026

Pasar Kripto Hadapi Dilema: Inflasi AS Turun, Bitcoin Malah Melemah di Tengah Ketidakpastian

Poros Informasi – 14 Agustus 2026 | Di tengah ekspektasi pasar yang mengarah pada pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat seiring melandainya inflasi, pasar aset digital justru menunjukkan geliat yang mengejutkan. Laporan Riset Kripto 10-14 Agustus 2026 yang disusun oleh tim Research Tokocrypto menyoroti fenomena menarik di mana data inflasi AS yang sesuai perkiraan tidak serta-merta mendorong penguatan Bitcoin. Sebaliknya, aset kripto utama ini justru menunjukkan pelemahan, memicu pertanyaan di kalangan investor mengenai arah pasar selanjutnya.

Dinamika Makroekonomi Global dan Dampaknya pada Aset Digital

Minggu pertama Agustus 2026 diwarnai oleh berbagai manuver ekonomi global. People’s Bank of China kembali menyuntikkan likuiditas sebesar 18 miliar yuan (sekitar US$2,5 miliar) melalui reverse repo tujuh hari dengan bunga 1,40%. Di Filipina, Presiden Ferdinand Marcos Jr. mengajukan anggaran 2027 sebesar 7,2 triliun peso (US$118,1 miliar) untuk memulihkan ekonomi. Namun, sorotan utama tertuju pada data inflasi Amerika Serikat pada bulan Juli yang melambat menjadi 3,4% secara tahunan, sesuai dengan konsensus pasar. Data ini, ditambah dengan pelemahan data tenaga kerja, meningkatkan probabilitas pasar sebesar 63,9% bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,50%-3,75% pada rapat September mendatang.

Di sisi lain, pernyataan Presiden Donald Trump mengenai tuntutan kompensasi dari Iran dan penolakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terhadap rencana perdamaian Gaza menambah lapisan ketidakpastian geopolitik yang dapat memengaruhi sentimen pasar global, termasuk aset berisiko seperti kripto.

Kondisi Makroekonomi Nasional dan Inisiatif Keuangan

Dalam negeri, Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia kepada DPR. Wakil Menteri Keuangan Juda Agung memperkirakan kebutuhan investasi Indonesia pada 2027 mencapai Rp8.705 triliun, sebuah angka ambisius yang jauh melampaui kemampuan APBN dan BUMN. Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) telah resmi meluncurkan Exchange Traded Fund (ETF) Emas perdana, menandakan diversifikasi instrumen investasi di pasar modal domestik. Survei literasi keuangan remaja yang menunjukkan angka 56,04% menggarisbawahi tantangan edukasi finansial di kalangan generasi muda.

Performa Pasar Kripto: Sentimen ‘Fear’ dan Pergeseran Arus Modal

Secara keseluruhan, Riset Kripto 10-14 Agustus 2026 menemukan bahwa kapitalisasi pasar dan volume kripto terkoreksi ke angka $2,17 triliun (-1,46%), sejalan dengan CoinMarketCap 100 Index yang juga turun. Indikator Fear & Greed Index turun ke angka 36, mengindikasikan pasar semakin tertekan dalam fase ketakutan (Fear). CMC Altcoin Season Index di skor 46/100 menunjukkan bahwa arus modal masih cenderung mengarah ke Bitcoin (Bitcoin Season), di mana pelaku pasar memilih mengamankan likuiditas pada aset utama di tengah koreksi.

Menariknya, sektor Liquid Staking Derivatives (+71,25%) dan Four.Meme Ecosystem (+51,90%) memimpin tren, menunjukkan pergeseran fokus pasar ke instrumen turunan staking penghasil imbal hasil dan ekspansi ekosistem komunitas. Token APR melonjak +175%, diikuti oleh CYS (+98,08%) dan BTW (+68,99%).

Analisis Harga Bitcoin dan Proyeksi Mingguan

Pada timeframe daily, harga Bitcoin tertahan di atas MA 50, namun indikator RSI yang berada di bawah garis tren MA dan MA 99 mengindikasikan potensi pelemahan lebih lanjut, dengan level support terdekat di Fibonacci Retracement 0.618-0.786 ($61.327,6 – $59.777,2). Bitcoin belum dapat dikatakan bullish sebelum menembus resistensi Fibonacci 0.236 di $65.000. Pada timeframe weekly, indikasi pembentukan drop base drop mengkhawatirkan penurunan lebih jauh hingga Fibonacci 1.272 ($55.291,9), diperparah dengan potensi death cross antara MA 99 dan MA 50. Riset Kripto 10-14 Agustus 2026 menyarankan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) pada aset berfundamental solid dengan jadwal emisi minimum di bawah 5%, seperti PENGU, ZK, atau MANTA di area support historis, sembari mewaspadai potensi volatilitas dari token dengan jadwal unlock signifikan seperti ERA (13,6%), KAITO (13,5%), dan TA (13%).

Perkembangan Regulasi dan Adopsi Institusional

Di ranah regulasi, Banco Central do Brasil mewajibkan penyedia layanan aset virtual menahan transfer tertentu ke platform luar negeri. Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi kepada platform kripto terkait Iran. Sementara itu, Thailand menetapkan tarif pajak penghasilan pribadi 0% atas capital gain kripto dari transaksi melalui bursa berlisensi. Kabinet Korea Selatan menyetujui amendemen Travel Rule tanpa ambang batas nilai.

Adopsi institusional terus berlanjut. BitMine H100 Group mengakuisisi perusahaan Bitcoin Norwegia Moonshot dan Never Say Die beserta 2.455 BTC. Bitmine Immersion Technologies menambah kepemilikan ETH. Grayscale meminta SEC menarik tiga pernyataan registrasi ETF yang melacak ADA, DOT, dan HBAR. BlackRock meluncurkan iShares Equity + Bitcoin ETF Portfolio di Toronto Stock Exchange. Itaú Unibanco bermitra untuk tokenisasi aset keuangan.

Analisis Data On-Chain dan Altcoin

Data on-chain Bitcoin menunjukkan pergeseran likuiditas yang masif ke sisi atas, dengan penumpukan posisi short yang signifikan di rentang $65.000-$66.000, berpotensi memicu short squeeze. Terjadi pula transfer kekayaan dari investor ritel ke whale. Indikator BTC Scarcity Index di Binance mencetak rekor terendah, mengindikasikan suplai yang melimpah dan berisiko memicu tekanan jual. Cadangan Bitcoin di berbagai bursa menunjukkan pola rotasi likuiditas antar-platform.

Di pasar altcoin, FUNToken mengaktifkan bridge multichain, Pendle mengaktifkan dukungan Aave V4, Avantis melakukan migrasi ke V2, dan Sandbox meluncurkan Studio Beta. Data on-chain stablecoin menunjukkan dominasi USDC dan USDT dalam belanja kartu kripto, dengan Optimism, Solana, dan Base menjadi settlement chain utama. Kapitalisasi ETF tertokenisasi di BNB Chain terus bertumbuh.

Kesimpulan Riset Kripto 10-14 Agustus 2026

Secara keseluruhan, Riset Kripto 10-14 Agustus 2026 menyimpulkan bahwa meskipun data inflasi AS yang melandai memberikan fondasi bullish bagi pasar kripto, momentum penguatan selanjutnya sangat bergantung pada validasi dari rilis data Producer Price Index (PPI) dan Michigan Inflation Expectations. Pergeseran arus modal ke sektor Liquid Staking Derivatives dan ekosistem komunitas menunjukkan adanya pencarian imbal hasil yang aktif di tengah ketidakpastian. Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap potensi volatilitas, terutama dari token dengan jadwal unlock besar, dan memanfaatkan fase ketakutan ini untuk akumulasi bertahap pada aset berkualitas.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tinggalkan komentar