Dogecoin Tertekan, ETF DOGE Catat Bulan Terburuk sejak Diluncurkan
Poros Informasi – 03 Agustus 2026 | Harga Dogecoin (DOGE) masih menunjukkan tren pelemahan yang signifikan, meskipun sempat mencatat kenaikan tipis 1,23% pada 1 Agustus dan diperdagangkan di sekitar US$0,070. Kenaikan sementara ini terjadi di tengah berita mengejutkan bahwa Exchange-Traded Fund (ETF) spot Dogecoin justru mencatat outflow bulanan pertamanya sejak mulai diperdagangkan pada November 2025. Data terbaru dari SoSoValue mengungkapkan bahwa ETF Dogecoin membukukan outflow sebesar US$525.980 pada bulan Juli 2026. Angka ini menandai bulan terburuk bagi produk investasi tersebut sejak mendapatkan persetujuan regulator dan resmi diperdagangkan.
Tim Research Tokocrypto mengonfirmasi bahwa saat ini, ETF Dogecoin memiliki total aset bersih (net assets) sekitar US$9,96 juta. Meskipun secara kumulatif produk ini masih mencatat inflow sebesar US$12 juta, keluarnya dana pada bulan Juli mengindikasikan adanya pelemahan permintaan dari investor institusional terhadap aset DOGE. Situasi ini tentu menambah tekanan pada harga Dogecoin yang sudah tertekan.
ETF DOGE Catat Outflow Pertama, Permintaan Institusional Melemah
Grayscale Dogecoin ETF tetap menjadi produk terbesar dalam kategori ini, dengan aset bersih sekitar US$6,83 juta. Menariknya, produk ini juga menjadi satu-satunya ETF DOGE yang mencatat aktivitas arus dana pada Juli 2026. Secara keseluruhan, Dogecoin menjadi salah satu dari sedikit ETF kripto yang membukukan net outflow pada bulan Juli, bersama dengan Hyperliquid (HYPE). Sepanjang bulan tersebut, ETF DOGE hanya mencatat satu hari inflow, sebuah indikasi kuat bahwa investor institusional belum menunjukkan minat yang besar terhadap Dogecoin. Hal ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang masih cenderung berhati-hati.
Dukungan institusional memegang peranan krusial bagi aset seperti Dogecoin, karena dapat berkontribusi dalam memperkuat likuiditas pasar dan memperbaiki sentimen investor. Ketika arus dana ETF mengalami pelemahan, tekanan terhadap harga aset kripto cenderung meningkat. Kondisi ini menjadi semakin rentan apabila pasar spot dan derivatif juga belum menunjukkan adanya permintaan yang solid.
Sinyal Bearish Muncul di Grafik Mingguan Dogecoin
Dari perspektif analisis teknikal, Dogecoin kini menghadapi sinyal bearish yang cukup mengkhawatirkan. Grafik mingguan DOGE menunjukkan terbentuknya pola death cross, sebuah indikasi teknikal yang terjadi ketika Simple Moving Average (SMA) 50 minggu bergerak melintasi garis di bawah SMA 200 minggu. Fenomena ini secara tradisional diinterpretasikan sebagai sinyal dominasi tekanan jual dalam jangka menengah hingga panjang, yang berpotensi memicu aksi jual tambahan dari para trader teknikal.
Lebih lanjut, indikator MACD (Moving Average Convergence Divergence) yang masih bertahan di area negatif semakin memperkuat pandangan bearish jangka panjang untuk DOGE. Level harga US$0,070 kini menjadi level support krusial. Apabila harga DOGE gagal bertahan di atas area ini dan ditutup di bawahnya, terdapat risiko penurunan harga yang signifikan menuju level terendah Oktober 2023, yaitu sekitar US$0,056. Penurunan lebih lanjut ke level tersebut dapat terjadi jika tekanan jual semakin meningkat, terutama mengingat ini adalah salah satu sinyal death cross penting pada grafik mingguan Dogecoin. Ketidakpastian geopolitik global juga berpotensi memperburuk sentimen terhadap aset berisiko seperti Dogecoin, jika investor memilih untuk mengurangi eksposur mereka di pasar kripto.
Trader Derivatif Tetap Berhati-hati, Sentimen Pasar Cenderung Bearish
Data dari pasar derivatif Dogecoin juga belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang kuat. Open interest DOGE hanya mengalami kenaikan tipis sebesar 0,06%, mencapai sekitar US$1,08 miliar. Angka ini masih jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan puncaknya yang pernah mencapai sekitar US$6 miliar pada September 2025. Penurunan drastis ini mengindikasikan bahwa minat spekulatif terhadap posisi futures DOGE masih tergolong lemah.
Selain itu, rasio long/short (perbandingan posisi beli dan jual) turun menjadi 0,82. Angka ini menandakan bahwa semakin banyak trader yang mulai bertaruh pada penurunan harga DOGE. Para short seller tampak semakin percaya diri bahwa tekanan jual terhadap Dogecoin dapat terus berlanjut. Di sisi lain, para trader long (pembeli) masih menghadapi tekanan yang besar. Likuidasi posisi long tercatat mencapai sekitar US$3,6 juta, jauh lebih tinggi dibandingkan likuidasi posisi short yang hanya sekitar US$22.000. Kondisi ini menunjukkan bahwa para pembeli yang mencoba melawan tren penurunan masih mengalami kerugian, sementara pasar derivatif secara umum cenderung mengarah pada sentimen bearish.
Secara keseluruhan, prospek Dogecoin saat ini masih berada dalam kondisi yang rapuh. Kombinasi antara ETF DOGE yang mencatat outflow pertamanya, munculnya sinyal death cross pada grafik mingguan, serta lemahnya minat di pasar derivatif menciptakan sebuah gambaran negatif bagi pergerakan harga Dogecoin ke depan. Untuk membuka kembali peluang pemulihan, DOGE perlu berjuang mempertahankan level support US$0,070. Kegagalan dalam mempertahankan level ini akan meningkatkan risiko penurunan lebih lanjut menuju US$0,056.
Sebaliknya, untuk memperbaiki sentimen pasar secara berkelanjutan, Dogecoin membutuhkan beberapa faktor kunci. Arus dana institusional yang kembali masuk ke ETF, peningkatan open interest yang sehat di pasar derivatif, serta kemampuan menembus level resistensi jangka pendek dengan volume perdagangan yang lebih kuat, akan menjadi penentu arah pergerakan Dogecoin di masa mendatang. Situasi Dogecoin tertekan ini menjadi perhatian utama para investor.







