Koreksi Bitcoin Menyeret Solana: Harga SOL Anjlok 1,63% ke US$72,88 di Tengah Sentimen Pasar yang Melemah

Amalia Citra

Amalia Citra

Koreksi Bitcoin Menyeret Solana: Harga SOL Anjlok 1,63% ke US$72,88 di Tengah Sentimen Pasar yang Melemah
Koreksi Bitcoin Menyeret Solana: Harga SOL Anjlok 1,63% ke US$72,88 di Tengah Sentimen Pasar yang Melemah

Poros Informasi – 01 Agustus 2026 | Jakarta – Pasar aset kripto kembali dilanda gelombang pelemahan, tidak terkecuali salah satu pemain utamanya, Solana. Harga Solana turun 1,63% ke US$72,88, melanjutkan tren negatif yang terjadi akibat sentimen pasar yang kian melemah. Pergerakan ini terjadi setelah Solana gagal mempertahankan level harga psikologis di atas US$74, menunjukkan bahwa tekanan jual masih membayangi pergerakan koin berkapitalisasi besar tersebut.

Data terbaru menunjukkan bahwa harga Solana (SOL) diperdagangkan di angka US$72,88, menandai penurunan sebesar 1,63% dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar aset kripto ini tercatat berada di kisaran US$42,35 miliar, dengan volume perdagangan harian yang mencapai sekitar US$1,50 miliar. Selama periode yang sama, SOL bergerak dalam rentang yang cukup fluktuatif, antara US$72,65 hingga US$74,40, mengindikasikan volatilitas yang masih cukup tinggi di pasar.

Koreksi Bitcoin Menyeret Pergerakan Solana

Penyebab utama di balik pelemahan harga Solana hari ini adalah merosotnya sentimen pasar kripto secara umum. Bitcoin, sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, mengalami koreksi lebih dari 2% dan kembali diperdagangkan di bawah level krusial US$63.000. Mengingat korelasi yang kuat antara Solana dan Bitcoin, pelemahan raja aset kripto ini secara otomatis menyeret pergerakan SOL.

Ketika Bitcoin kehilangan momentumnya, investor cenderung mengambil sikap lebih hati-hati dan mengurangi kepemilikan pada aset-aset berisiko, termasuk Solana. Fenomena ini meningkatkan tekanan jual pada SOL, meskipun tidak ada sentimen negatif spesifik yang berasal dari ekosistem Solana itu sendiri. Situasi ini kembali menegaskan betapa besarnya pengaruh pergerakan Bitcoin terhadap altcoin-altcoin lainnya, termasuk Solana yang seringkali dianggap sebagai barometer pasar.

Aksi Ambil Untung Membebani Pasar

Selain dipengaruhi oleh pelemahan pasar secara keseluruhan, Solana juga menghadapi tekanan dari aksi ambil untung (profit taking) oleh sebagian pelaku pasar. Setelah sempat menunjukkan performa pemulihan yang positif dalam beberapa pekan sebelumnya, investor kini memilih untuk merealisasikan keuntungan mereka. Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya ketidakpastian mengenai arah pasar kripto ke depan.

Tekanan jual ini terlihat dari penurunan harga yang terjadi secara bertahap sepanjang sesi perdagangan. Meskipun volume transaksi masih tergolong tinggi, dominasi penjual tampak lebih kuat dibandingkan pembeli. Aksi ambil untung ini merupakan respons alami investor terhadap pergerakan harga yang telah naik, terutama ketika ada indikasi perlambatan atau potensi pembalikan arah pasar.

Volume Perdagangan Menunjukkan Aktivitas Pasar Tetap Aktif

Meskipun mengalami pelemahan, volume perdagangan Solana dalam 24 jam terakhir yang mencapai sekitar US$1,50 miliar menunjukkan bahwa aktivitas transaksi di pasar SOL masih tergolong ramai. Tingginya likuiditas ini mengindikasikan bahwa minat investor terhadap SOL belum sepenuhnya hilang. Namun, untuk sementara waktu, lebih banyak pelaku pasar yang memilih untuk menjual aset mereka dibandingkan melakukan pembelian baru.

Perlu dicatat bahwa dalam 30 hari terakhir, Solana telah mengalami penurunan harga sebesar 7,31%. Angka ini menunjukkan bahwa SOL masih berada dalam fase konsolidasi setelah menghadapi tekanan dalam jangka menengah. Fase konsolidasi ini seringkali menjadi periode penting bagi aset kripto untuk mengumpulkan kekuatan sebelum melanjutkan tren kenaikan atau justru mengalami koreksi lebih lanjut.

Support US$72 Menjadi Level Krusial

Secara teknikal, area harga di sekitar US$72 menjadi level support yang sangat penting bagi Solana untuk dipertahankan. Jika level ini mampu bertahan dari tekanan jual yang ada, SOL memiliki peluang untuk kembali menguji level resistance di kisaran US$74 hingga US$75. Tentunya, pemulihan ini akan sangat bergantung pada membaiknya sentimen pasar secara umum.

Namun, skenario sebaliknya juga mungkin terjadi. Apabila tekanan jual terus berlanjut dan harga Solana menembus di bawah level US$72, maka risiko koreksi menuju area US$70 akan semakin besar. Level US$70 ini diperkirakan akan menjadi zona psikologis berikutnya yang akan menjadi perhatian utama para pelaku pasar. Kegagalan mempertahankan support US$72 akan menjadi sinyal bearish yang kuat bagi pergerakan harga SOL dalam jangka pendek. Dengan demikian, harga Solana turun 1,63% ke US$72,88 ini menjadi pengingat akan pentingnya level support tersebut.

Secara keseluruhan, pelemahan harga Solana hari ini lebih banyak disebabkan oleh faktor eksternal, yaitu memburuknya sentimen pasar kripto secara keseluruhan, dibandingkan dengan masalah fundamental pada jaringan Solana itu sendiri. Koreksi Bitcoin, aksi ambil untung investor, dan sikap kehati-hatian yang meningkat menjadi kombinasi yang menekan pergerakan SOL. Dalam jangka pendek, arah pergerakan harga Solana akan sangat bergantung pada stabilitas Bitcoin dan kondisi pasar kripto global.

Jika tekanan jual mulai mereda dan aliran dana kembali mengalir ke aset digital berkapitalisasi besar, Solana berpeluang untuk bangkit dan kembali menguji level resistance yang lebih tinggi. Namun, jika sentimen negatif terus berlanjut, harga Solana turun 1,63% ke US$72,88 bisa jadi hanya awal dari koreksi yang lebih dalam. Para investor dan trader diharapkan untuk terus memantau perkembangan pasar dan mengambil keputusan investasi yang bijaksana.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tinggalkan komentar