Ledakan ETH/BTC ke Puncak 3 Bulan: Altcoin Season Datang atau Sekadar Rotasi Semu?

Amalia Citra

Amalia Citra

Ledakan ETH/BTC ke Puncak 3 Bulan: Altcoin Season Datang atau Sekadar Rotasi Semu?
Ledakan ETH/BTC ke Puncak 3 Bulan: Altcoin Season Datang atau Sekadar Rotasi Semu?

Rasio ETH/BTC Tembus Level Tertinggi 3 Bulan, tapi Altcoin Season Belum Terkonfirmasi

Poros Informasi – 02 Agustus 2026 | Pasar aset kripto kembali diramaikan oleh pergerakan signifikan. Pekan ini, rasio Ethereum terhadap Bitcoin (ETH/BTC) terpantau menembus level 0,030, menandai pencapaian tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Kenaikan ini secara umum diartikan sebagai sinyal penguatan Ethereum terhadap Bitcoin setelah periode tertinggal yang cukup lama. Namun, para analis memperingatkan bahwa sinyal ini belum cukup kuat untuk menyatakan dimulainya ‘altcoin season’ secara menyeluruh.

Dominasi Bitcoin Masih Bertahan, Aliran Modal Terkonsentrasi

Tim Research Tokocrypto mengemukakan bahwa meskipun rasio ETH/BTC menunjukkan tren positif, dominasi Bitcoin justru turut mengalami kenaikan pada periode yang sama. Kondisi ini mengindikasikan bahwa modal pasar masih cenderung terkonsentrasi pada dua aset kripto terbesar, yaitu Bitcoin dan Ethereum, dan belum menyebar secara luas ke altcoin berkapitalisasi kecil dan menengah.

Menurut data yang dirangkum dari BeInCrypto, dominasi Bitcoin saat ini masih berada di kisaran 58,7% dan menunjukkan kecenderungan untuk tetap kuat. Sementara itu, pangsa pasar Ethereum berhasil merangkak naik ke sekitar 10,5%. Sebaliknya, kategori aset kripto lain di luar kedua raksasa ini justru mengalami pelemahan. Ribuan token yang masuk dalam kelompok altcoin kecil tercatat mengalami penurunan pangsa pasar hingga sekitar 30,8%.

Implikasinya, meskipun Ethereum mulai menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan Bitcoin, aliran modal belum sepenuhnya merambah ke pasar altcoin secara luas. Dalam siklus ‘altcoin season’ yang sehat, dominasi Bitcoin biasanya akan menurun secara signifikan karena investor mulai mengalihkan modal mereka ke aset-aset yang lebih kecil dan berisiko lebih tinggi. Namun, kali ini, Bitcoin berhasil mempertahankan dominasinya, sementara Ethereum menjadi satu-satunya aset besar yang turut menarik perhatian investor. Fenomena ini lebih menyerupai rotasi modal ke Ethereum ketimbang reli altcoin yang menyeluruh.

Altcoin Kecil Masih Tertekan, Peluang Terbatas

Tekanan terhadap altcoin di luar Bitcoin dan Ethereum bukanlah fenomena baru. Data menunjukkan bahwa sell pressure pada aset-aset di luar dua koin terbesar tersebut telah berlangsung selama kurang lebih 15 bulan berturut-turut hingga pertengahan Juni lalu. Meskipun ada pandangan dari Ketua BitMine, Tom Lee, yang menilai kenaikan rasio ETH/BTC sebagai sinyal bullish untuk pasar kripto secara umum, pandangan tersebut cenderung lebih berfokus pada Ethereum itu sendiri.

Kenaikan rasio ETH/BTC tidak secara otomatis berarti token-token kecil akan ikut merasakan dorongan yang sama. Akumulasi oleh para ‘whale’ (investor besar) yang mendukung reli terbaru ini dilaporkan lebih banyak terkonsentrasi pada ETH, bukan pada altcoin kecil. Hal ini semakin memperkuat narasi bahwa pasar saat ini masih bersifat selektif dan belum memasuki fase ‘altcoin season’ penuh. Investor tampaknya masih berhati-hati dan memilih aset yang dianggap lebih aman dan likuid.

Ethereum Mulai Pulih, Namun Perjalanan Masih Panjang

Saat ini, rasio ETH/BTC berada di kisaran 0,02963, menunjukkan kenaikan sebesar 10,52% dalam satu bulan terakhir. Meski begitu, jika dilihat dalam jangka enam bulan, pasangan ini masih mencatat pelemahan sebesar 4,85%, dan melemah 12,60% sejak awal tahun. Data ini menegaskan bahwa meskipun kenaikan terbaru memberikan sentimen positif, Ethereum masih memiliki jarak yang cukup signifikan untuk benar-benar membalikkan tren jangka panjang terhadap Bitcoin.

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, ETH juga masih menunjukkan tren pelemahan terhadap BTC. Oleh karena itu, reli terbaru ini bisa jadi merupakan awal dari fase pemulihan, namun belum cukup untuk memastikan perubahan tren jangka panjang. Dukungan institusional menjadi salah satu faktor yang memperkuat pergerakan Ethereum. Laporan menyebutkan bahwa BitMine dan Arthur Hayes terus menambah kepemilikan Ethereum. Selain itu, ETF spot ETH dilaporkan mencatat arus masuk (inflow) baru, sementara ETF Bitcoin justru mengalami arus keluar (redemption).

Pembelian oleh institusi besar seperti treasury dan fund biasanya tidak didasarkan hanya pada satu pergerakan harga positif jangka pendek. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian investor besar mulai melihat peluang yang lebih berkelanjutan pada Ethereum. Namun, tantangan utama ke depan adalah apakah rasio ETH/BTC dapat bertahan di level saat ini atau justru kembali melemah. Jika rasio terus menunjukkan tren kenaikan, Ethereum berpotensi memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam reli pasar. Sebaliknya, jika rasio kembali melemah, kenaikan terbaru bisa jadi hanyalah rebound sementara di tengah dominasi Bitcoin yang masih kokoh.

Untuk saat ini, outlook Ethereum memang terlihat membaik, namun ‘altcoin season’ secara umum belum terkonfirmasi. Pasar kripto masih menunjukkan preferensi yang lebih kuat terhadap aset-aset besar dan likuid dibandingkan dengan token-token kecil. Agar ‘altcoin season’ benar-benar terwujud, diperlukan penurunan dominasi Bitcoin yang lebih signifikan dan penyebaran modal yang lebih luas ke sektor altcoin secara keseluruhan. Rasio ETH/BTC Tembus Level Tertinggi 3 Bulan, tapi Altcoin Season Belum Terkonfirmasi – sebuah gambaran pasar yang masih dinamis dan penuh pertimbangan.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tinggalkan komentar