Poros Informasi – Sebuah gebrakan revolusioner di ranah pembayaran digital baru saja terjadi di Korea Selatan. Raksasa pembayaran negara tersebut, BC Card, sukses merampungkan proyek percontohan yang memungkinkan warga negara asing (WNA) untuk bertransaksi di berbagai merchant lokal hanya dengan menggunakan stablecoin, tanpa perlu lagi mengandalkan kartu bank lokal. Inisiatif ini bukan sekadar uji coba sesaat, melainkan sebuah deklarasi serius dari industri pembayaran Korea dalam menyambut era aset kripto, khususnya stablecoin, sebagai tulang punggung sistem keuangan masa depan.
Dalam pengumuman resminya pada Selasa waktu setempat, BC Card mengungkapkan bahwa proyek ambisius ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan beberapa pemain kunci di ekosistem blockchain dan pembayaran. Mereka adalah Wavebridge, sebuah perusahaan blockchain inovatif; Aaron Group, penyedia dompet digital terkemuka; serta Global Money Express, perusahaan yang fokus pada remitansi lintas negara. Melalui sinergi ini, pengguna asing kini dapat dengan mudah mengonversi stablecoin yang mereka simpan di dompet digital luar negeri yang telah bermitra dengan BC Card, menjadi saldo pada kartu prabayar digital. Kartu digital inilah yang kemudian dapat digunakan untuk berbagai transaksi di seluruh penjuru Korea Selatan.

Mekanisme Revolusioner di Balik Pembayaran Stablecoin BC Card
Langkah BC Card ini menandai sebuah evolusi signifikan dalam cara pembayaran lintas batas dilakukan. Dengan memanfaatkan keunggulan stablecoin, proses yang sebelumnya mungkin rumit dan memakan waktu kini menjadi lebih efisien dan terjangkau.
Kolaborasi Strategis untuk Implementasi
Keberhasilan proyek percontohan ini tidak lepas dari peran vital para mitranya. Wavebridge menyediakan infrastruktur blockchain yang aman dan efisien untuk konversi stablecoin. Aaron Group memastikan pengalaman pengguna dompet digital yang mulus, sementara Global Money Express memfasilitasi jembatan antara aset digital di luar negeri dengan sistem pembayaran domestik Korea. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana berbagai entitas di sektor teknologi dan keuangan dapat bergandengan tangan untuk menciptakan solusi inovatif yang mengatasi batasan sistem tradisional.
Cara Kerja Sistem Baru
Bayangkan seorang turis dari luar negeri yang ingin berbelanja di Seoul. Sebelumnya, mereka mungkin perlu menukar mata uang fisik, menghadapi biaya konversi yang tinggi, atau bergantung pada kartu kredit internasional yang terkadang memiliki batasan. Kini, dengan sistem BC Card, mereka cukup memiliki stablecoin di dompet digital yang kompatibel. Stablecoin tersebut kemudian diubah menjadi nilai pada kartu prabayar digital yang diterbitkan BC Card, memungkinkan transaksi instan di jutaan merchant yang menerima pembayaran BC Card. Ini adalah langkah maju yang signifikan dalam inklusi keuangan dan kemudahan bertransaksi bagi WNA.
Mengapa Korea Selatan Serius dengan Stablecoin?
Inisiatif BC Card ini bukan muncul begitu saja. Ia merupakan cerminan dari dinamika pasar dan arah regulasi yang semakin matang di Korea Selatan terkait aset digital.
Respons Terhadap Dinamika Regulasi
Dilansir dari laporan Cointelegraph, BC Card menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar eksperimen sesaat, melainkan fondasi bagi arsitektur pembayaran stablecoin yang lebih komprehensif di masa depan. Langkah ini juga merupakan respons proaktif terhadap evolusi regulasi stablecoin di Korea Selatan. Sebagai salah satu perusahaan pembayaran terbesar, BC Card memproses lebih dari 20% total transaksi kartu di negara tersebut dan melayani sekitar 3,4 juta merchant domestik. Dominasinya, yang mayoritas dimiliki oleh KT Corp, salah satu raksasa telekomunikasi Korea, memberikan bobot signifikan pada setiap inovasi yang mereka usung.
Shehram Khattak, penasihat hukum Trust Wallet, menggarisbawahi pentingnya adaptasi ini. "Lembaga perbankan tidak hanya dituntut untuk mengintegrasikan teknologi baru, tetapi juga merombak fundamental operasional dan proses internal di setiap departemennya," ujarnya. Ini menunjukkan bahwa adopsi stablecoin menuntut perubahan mendasar, bukan hanya penambahan fitur.
Tantangan Regulasi dan Perbedaan Pandangan
Dalam beberapa bulan terakhir, stablecoin memang telah menjadi topik strategis di industri keuangan Korea Selatan. Perusahaan kartu kredit lokal bahkan telah membentuk satuan tugas bersama untuk mengantisipasi potensi disrupsi dari stablecoin, seiring dengan dibukanya diskusi regulator mengenai penerbitan stablecoin berbasis Won. BC Card sendiri telah membentuk tim internal khusus untuk memantau perkembangan pasar stablecoin, baik di tingkat domestik maupun global.
Namun, perjalanan regulasi stablecoin di Korea Selatan masih menghadapi rintangan. Awal bulan ini, Financial Services Commission (FSC) belum berhasil merampungkan draf regulasi stablecoin sesuai jadwal yang diminta oleh Partai Demokrat, partai berkuasa. Penundaan ini disinyalir akibat diskrepansi filosofi antara FSC dan Bank of Korea (BOK). BOK mendorong agar bank memiliki setidaknya 51% kepemilikan pada setiap penerbit stablecoin yang ingin memperoleh izin, sementara regulator lain cenderung menginginkan ekosistem yang lebih terbuka dan kompetitif.
Gelombang Stablecoin Mengguncang Sistem Keuangan Global
Fenomena stablecoin yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai alternatif disruptif atau pelengkap strategis bagi metode pembayaran tradisional seperti kartu dan transfer bank, bukanlah hal baru. Adopsinya terus meluas, menunjukkan potensi transformatifnya.
Adopsi Meluas di Berbagai Sektor
Secara global, stablecoin terus menunjukkan taringnya. YouTube, platform video raksasa, kini memungkinkan kreator konten di AS untuk menerima pembayaran dalam stablecoin PayPal USD (PYUSD). Sementara itu, Visa, salah satu pemain utama di industri pembayaran, telah meluncurkan layanan penyelesaian transaksi menggunakan USD Coin (USDC) untuk sejumlah institusi keuangan di Amerika Serikat. Ini adalah bukti nyata bahwa stablecoin bukan lagi sekadar aset spekulatif, melainkan alat pembayaran yang semakin diterima dan diintegrasikan ke dalam ekonomi arus utama.
Implikasi Bagi Perbankan Tradisional
Perkembangan ini memberikan tekanan signifikan bagi sistem perbankan tradisional. Seperti yang diungkapkan oleh Shehram Khattak, adopsi teknologi baru seperti stablecoin akan menuntut perubahan mendasar di sektor keuangan. Bank-bank harus beradaptasi dengan kecepatan inovasi ini, tidak hanya dari sisi operasional, tetapi juga dalam mengubah seluruh proses dan cara kerja departemen mereka. Mereka dihadapkan pada pilihan: berinovasi atau berisiko tertinggal.
Dengan rampungnya proyek percontohan BC Card ini, Korea Selatan kini menempatkan dirinya di barisan terdepan di Asia dalam menguji penggunaan stablecoin untuk pembayaran ritel. Ini membuka peluang besar bagi perubahan fundamental dalam lanskap industri pembayaran di masa depan, menjanjikan efisiensi, kecepatan, dan inklusi yang lebih luas.
Investasi dan trading kripto aman hanya di porosinformasi.co.id. Ikuti Google News porosinformasi.co.id untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.






