Sinyal Pemulihan Mulai Terlihat, Bitcoin Sudah Dekati Bottom?
Poros Informasi – 11 Juli 2026 | Pasar aset kripto kembali diramaikan dengan pergerakan harga Bitcoin yang menunjukkan potensi pembalikan tren. Data on-chain terbaru mulai memberikan indikasi bahwa Bitcoin sudah dekati bottom, sebuah titik terendah sebelum tren bullish kembali menguat. Meskipun demikian, para analis menekankan bahwa konfirmasi penuh atas fase pemulihan yang kuat belum sepenuhnya tercapai, dan sejumlah indikator kunci masih perlu menunjukkan pergerakan positif yang signifikan.
Dalam laporan terbarunya, firma riset on-chain terkemuka, Glassnode, mengamati bahwa penurunan harga Bitcoin saat ini menunjukkan karakteristik late-stage bear market. Hal ini mengindikasikan bahwa tekanan jual yang ekstrem telah berada pada tahap lanjutan. Namun, pasar masih membutuhkan sinyal tambahan sebelum pembalikan tren dapat dianggap valid dan berkelanjutan.
Analisis Data On-Chain: Diskusi Panjang dan Sinyal Bottom
Glassnode mencatat bahwa Bitcoin telah diperdagangkan di bawah dua level harga penting secara konsisten sejak awal Februari 2026: True Market Mean (sekitar US$76.600) dan Short-Term Holder Cost Basis (sekitar US$72.200). Kondisi ini menandakan bahwa Bitcoin telah berada dalam posisi diskon yang cukup lama, relatif terhadap basis biaya investor jangka pendek maupun pasar aktif secara keseluruhan. Periode diskon selama kurang lebih lima bulan ini merupakan salah satu yang terpanjang dalam sejarah Bitcoin.
Secara historis, akumulasi aset dalam periode diskon yang panjang seperti ini sering kali menjadi fondasi bagi pembentukan bottom siklus pasar. Namun, Glassnode menilai bahwa sinyal ini masih perlu didukung oleh beberapa faktor krusial lainnya. Dua faktor utama yang perlu diperhatikan adalah meredanya tekanan kapitulasi dan stabilnya arus dana institusional.
Tekanan Jual dari Long-Term Holder dan Kapitulasi
Saat ini, tekanan jual yang signifikan masih banyak berasal dari kelompok investor jangka panjang atau long-term holder. Porsi realized loss (kerugian terealisasi) dari kelompok ini dilaporkan naik menjadi rata-rata 43% dalam 30 hari terakhir, meningkat drastis dari sekitar 15% pada Februari lalu. Bahkan, kapitulasi dari long-term holder sempat mencapai hampir US$280 juta per hari, level tertinggi yang tercatat sejak Desember 2022. Selama tekanan jual dari kelompok investor ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda, peluang pemulihan yang berkelanjutan bagi Bitcoin masih belum sepenuhnya terkonfirmasi.
Permintaan Institusional dan Pasar Derivatif yang Hati-hati
Permintaan institusional terhadap Bitcoin, yang sering menjadi katalisator pergerakan besar, juga masih terlihat belum sekuat yang diharapkan. Meskipun outflow (arus keluar dana) dari ETF Bitcoin spot mulai menunjukkan penurunan, menjadi sekitar US$88,9 juta per hari dari puncaknya di bulan Juni, arus dana tersebut masih berada di wilayah negatif. Ini mengindikasikan investor institusional masih melakukan penarikan dana bersih.
Di pasar derivatif, posisi para trader juga masih cenderung menunjukkan kehati-hatian. Put/call ratio turun ke level 0,56, yang merupakan level terendah pada tahun 2026. Namun, indikator skew dan volatilitas masih mencerminkan ekspektasi terhadap risiko penurunan lanjutan. Glassnode menegaskan bahwa Bitcoin masih membutuhkan beberapa konfirmasi tambahan sebelum peluang perubahan tren dapat dinilai lebih kuat. Faktor-faktor yang perlu dipantau secara cermat mencakup meredanya tekanan kapitulasi, stabilnya arus dana masuk ke ETF, serta kemampuan Bitcoin untuk merebut kembali level True Market Mean.
Harapan Musiman Juli dan Stabilisasi Permintaan
Meskipun konfirmasi bottom belum sepenuhnya muncul, data historis memberikan sedikit harapan bagi para investor. Tim Riset Tokocrypto menyoroti bahwa data dari CryptoQuant menunjukkan Bitcoin sering kali mencatat kinerja positif pada bulan Juli, bahkan di tengah fase bear market. Sebagai contoh, pada Juli 2018, Bitcoin berhasil menguat sekitar 20%. Sementara itu, pada Juli 2022, BTC menguat sekitar 17%, meskipun tren pasar secara umum masih menunjukkan kelemahan.
Selain itu, permintaan terhadap Bitcoin juga mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Data CryptoQuant menunjukkan total permintaan pulih dari kontraksi sekitar 650.000 BTC pada awal Juni menuju area netral. Pembeli dari Amerika Serikat juga mulai terlihat kembali aktif, dengan Coinbase Premium Index yang membaik saat Bitcoin memantul dari area US$57.000. Namun, sinyal bullish secara keseluruhan masih belum cukup kuat. CryptoQuant Bull Score Index saat ini berada di level 20, yang masih jauh di bawah level 60 yang biasanya diperlukan untuk mendukung reli yang lebih berkelanjutan.
Pada saat artikel ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$62.904. BTC sempat menunjukkan pemulihan dari level terendah bear market di kisaran US$57.700, namun tekanan geopolitik, termasuk serangan terbaru AS ke Iran, kembali memberikan sentimen negatif pada aset berisiko.
Dengan kondisi saat ini, memang benar bahwa Bitcoin sudah dekati bottom dan mulai menunjukkan tanda-tanda pembentukan titik terendah. Namun, pasar belum mendapatkan konfirmasi penuh atas pemulihan yang kuat. Pergerakan yang lebih signifikan ke arah positif membutuhkan penurunan tekanan jual dari long-term holder, perbaikan arus dana ETF, serta kemampuan BTC untuk merebut kembali level-level teknikal dan on-chain utama. Para investor disarankan untuk terus memantau perkembangan data dan indikator pasar untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.
Perlu diingat, investasi dan trading aset kripto mengandung risiko tinggi. Segala keputusan investasi yang diambil berdasarkan informasi ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.







