Menguak Potensi Bitcoin: Mampukah BTC Menembus US$70.000? Ini Faktor Kuncinya!

Amalia Citra

Amalia Citra

Menguak Potensi Bitcoin: Mampukah BTC Menembus US$70.000? Ini Faktor Kuncinya!
Menguak Potensi Bitcoin: Mampukah BTC Menembus US$70.000? Ini Faktor Kuncinya!

Poros Informasi – 04 Juli 2026 | Harga Bitcoin (BTC) baru-baru ini menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang menggembirakan, hampir menyentuh level US$62.000 pada hari Kamis. Pergerakan ini terjadi setelah rilis data tenaga kerja Amerika Serikat yang mengejutkan pasar dengan menunjukkan perlambatan yang lebih signifikan dari perkiraan. Data nonfarm payrolls AS untuk bulan Juni hanya mencatat penambahan 57.000 pekerjaan, jauh di bawah estimasi ekonom yang memprediksi angka 113.000. Fenomena ini kembali memunculkan harapan di kalangan pelaku pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) mungkin akan segera melonggarkan kebijakan moneternya, termasuk kemungkinan pemangkasan suku bunga. Inilah momen yang dinanti, Bitcoin Relli, Ini Faktor yang Bisa Dorong BTC ke US$70.000, dan kita akan mengupas tuntas apa saja yang memengaruhinya.

Harapan Rate Cut Menggairahkan Aset Berisiko

Ketika data tenaga kerja AS menunjukkan pelemahan, pelaku pasar mulai menyesuaikan ekspektasi mereka terhadap kenaikan suku bunga lanjutan dari The Fed. Penurunan ekspektasi hawkish ini secara alami mengalihkan minat kembali ke aset-aset berisiko, dan Bitcoin serta pasar kripto secara keseluruhan menjadi salah satu penerima manfaat utamanya. Sentimen positif ini semakin diperkuat oleh pernyataan Ketua The Fed, Kevin Warsh, yang sebelumnya mengindikasikan bahwa risiko inflasi mulai mereda. Komentar tersebut terbukti menjadi katalis penting yang membantu Bitcoin merebut kembali level psikologis US$60.000, sebelum akhirnya merangsek mendekati US$62.000.

Revisi Data dan Momentum Pasar yang Melemah

Tak hanya data Juni yang mengecewakan, laporan tenaga kerja AS juga mengungkapkan adanya revisi turun untuk data April dan Mei yang totalnya mencapai 74.000 pekerjaan. Selain itu, tingkat partisipasi tenaga kerja juga mengalami penurunan dari 61,8% menjadi 61,5%. Kombinasi dari angka-angka ini memberikan sinyal kuat bahwa pasar tenaga kerja AS mulai kehilangan momentumnya. Hal ini secara tidak langsung mendukung argumen bahwa The Fed tidak perlu mengambil sikap hawkish dalam waktu dekat, yang tentunya menjadi angin segar bagi aset berisiko.

Likuidasi Posisi Short Memperkuat Lonjakan BTC

Kenaikan harga Bitcoin tidak semata-mata didorong oleh faktor makroekonomi. Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa sekitar US$450 juta posisi short (spekulasi penurunan harga) di pasar kripto mengalami likuidasi dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Peristiwa likuidasi ini memaksa para trader yang bertaruh pada penurunan harga untuk menutup posisi mereka. Konsekuensinya, terjadi tekanan beli tambahan yang signifikan, sehingga turut memperkuat reli Bitcoin.

Perjalanan Bitcoin Menuju US$70.000: Tantangan dan Peluang

Meskipun mengalami rebound, Bitcoin masih berada cukup jauh dari rekor tertingginya. Perdagangan terakhir menempatkan BTC di kisaran US$61.465, dengan kenaikan sekitar 1,18% dalam 24 jam terakhir. Namun, angka ini masih sekitar 51% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada Oktober 2025 di US$126.080. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, Bitcoin juga masih mencatat penurunan sekitar 44%, mengindikasikan bahwa struktur pasar secara keseluruhan belum sepenuhnya pulih.

Kenaikan terbaru ini terjadi setelah Bitcoin menutup bulan Juni 2026 sebagai bulan terburuknya sejak Juni 2022, dengan penurunan nilai sekitar 20,5%. Oleh karena itu, rebound ke area US$62.000, meskipun penting, belum cukup untuk mengkonfirmasi perubahan tren pasar yang signifikan. Pertanyaan besar masih menggantung: Bitcoin Relli, Ini Faktor yang Bisa Dorong BTC ke US$70.000. Apakah sentimen positif ini akan berkelanjutan?

ETF Bitcoin dan Arus Dana Institusional

Salah satu indikator kunci yang perlu dicermati adalah kinerja Spot Bitcoin ETF. Meskipun harga Bitcoin menguat, produk ETF ini justru mencatat net outflow (arus keluar dana bersih) sekitar US$294 juta pada hari Rabu. Arus keluar ini melanjutkan tekanan yang terjadi pada bulan Juni, di mana Spot Bitcoin ETF mencatat total arus keluar sekitar US$4,5 miliar, menjadikannya bulan terburuk sejak produk tersebut diluncurkan. Untuk mendorong Bitcoin menuju US$70.000, arus dana ETF perlu berbalik menjadi positif. Selama ETF masih mencatat penebusan (redemption), permintaan institusional belum cukup kuat untuk menopang reli yang berkelanjutan. Jika arus masuk ETF kembali menggeliat, bersamaan dengan penguatan ekspektasi rate cut, peluang BTC menembus level resistensi atas akan semakin besar.

Sentimen Pasar dan Prospek Jangka Panjang

Meskipun ETF masih menghadapi tekanan, sentimen pasar secara keseluruhan mulai menunjukkan perbaikan. Indeks Fear and Greed dari CoinMarketCap telah beranjak dari zona Extreme Fear menuju Fear. Perubahan ini mengindikasikan bahwa kepanikan pasar mulai mereda, meskipun belum sepenuhnya memasuki fase risk-on. Analis dari Tiger Research juga melihat prospek pasar menjadi lebih konstruktif, dengan perkiraan bahwa pasar kripto mungkin berada di tahap akhir dari siklus beruangnya. Jika pandangan ini terbukti benar, reli Bitcoin saat ini bisa menjadi bagian dari proses bottoming yang lebih luas, meskipun konfirmasi lebih lanjut dari data ETF dan data on-chain masih sangat diperlukan.

Peringatan dari CryptoQuant: Arus Masuk Exchange dan Peran Whale

Di sisi lain, platform analisis on-chain CryptoQuant memberikan peringatan mengenai peningkatan arus masuk Bitcoin ke bursa (exchange). Data menunjukkan peningkatan BTC inflow di atas 50.000 BTC per hari, sementara ETH inflow melonjak di atas 1,25 juta ETH. Bahkan, deposit altcoin juga mencapai level tertinggi dalam dua bulan terakhir, yang berpotensi memicu volatilitas baru di pasar. CryptoQuant juga mencatat bahwa rata-rata ukuran deposit Bitcoin meningkat dari 1 BTC menjadi 2 BTC, mengindikasikan bahwa pergerakan pasar lebih banyak dipimpin oleh para whale (pemegang aset besar), bukan investor ritel. Secara historis, lonjakan deposit ke bursa seringkali mendahului pergerakan harga yang tajam, termasuk penurunan Bitcoin ke area US$58.000 pada bulan Juni lalu.

Level Kunci yang Perlu Dipantau

Tim Research Tokocrypto mengidentifikasi level US$60.000 sebagai area pertahanan utama yang paling penting bagi Bitcoin saat ini. Jika Bitcoin mampu bertahan di atas level ini, peluang untuk melanjutkan rebound masih terbuka. Namun, jika level US$60.000 kembali ditembus, tekanan jual dapat meningkat dan membuka risiko pengujian ulang level support di area bawah. Dari sisi on-chain, realized price di sekitar US$53.000 disebut sebagai level valuasi penting. Jika Bitcoin gagal mempertahankan US$60.000 dan tekanan jual berlanjut, area US$53.000 dapat menjadi support besar berikutnya, berfungsi sebagai lantai valuasi dalam skenario bearish lanjutan.

Analisis Teknikal: RSI dan Level Resistensi

Secara teknikal, Relative Strength Index (RSI) harian Bitcoin menunjukkan pemulihan, naik ke level 43,76 dan bertahan di atas garis sinyalnya di 35,59 setelah sebelumnya mendekati area oversold pada pertengahan Juni. Kenaikan RSI ini mengindikasikan pelemahan tekanan jual, meskipun momentum belum sepenuhnya bergeser ke arah bullish. Untuk mengkonfirmasi pergeseran momentum, RSI perlu menembus level 50. Jika ini terjadi bersamaan dengan kenaikan harga dan volume yang sehat, peluang Bitcoin melanjutkan reli akan semakin kuat. Namun, selama RSI masih di bawah 50, para pembeli masih perlu membuktikan dominasi mereka.

Saat ini, Bitcoin menghadapi resistance cluster di sekitar US$62.000, yang diperkuat oleh EMA 20 hari di sekitar US$62.148 dan Parabolic SAR di sekitar US$62.523. Penutupan harian di atas zona ini dapat menjadi sinyal awal kesiapan BTC untuk menguji resistensi berikutnya. Jika Bitcoin berhasil menembus rentang US$62.000 hingga US$62.500, target teknikal berikutnya berada di sekitar EMA 50 hari, yaitu dekat US$66.200. Pergerakan menuju level tersebut akan mewakili kenaikan sekitar 7,7% dari harga saat ini. Jika momentum tetap kuat dan arus masuk ETF mulai positif, area US$70.000 dapat menjadi target lanjutan. Namun, perlu diingat bahwa risiko pullback tetap ada. Jika Bitcoin gagal menembus resistensi US$62.000 dan kembali melemah, harga berisiko menguji support di sekitar US$58.115. Kehilangan level ini akan melemahkan struktur pemulihan dan membuka risiko penurunan lebih dalam. Menjawab kembali pertanyaan inti, Bitcoin Relli, Ini Faktor yang Bisa Dorong BTC ke US$70.000, adalah kombinasi dari arus dana ETF yang positif, ekspektasi rate cut yang kuat dari The Fed, dan meredanya tekanan jual dari whale.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tinggalkan komentar