Meski ‘Nafas Lega’, Bitcoin Naik 9% di Juli Tapi Keyakinan Pasar Masih Lemah: Investor Menanti Sinyal Pasti

Amalia Citra

Amalia Citra

Meski 'Nafas Lega', Bitcoin Naik 9% di Juli Tapi Keyakinan Pasar Masih Lemah: Investor Menanti Sinyal Pasti
Meski 'Nafas Lega', Bitcoin Naik 9% di Juli Tapi Keyakinan Pasar Masih Lemah: Investor Menanti Sinyal Pasti

Bitcoin Raih Kenaikan Bulanan, Namun Fondasi Masih Rapuh

Poros Informasi – 31 Juli 2026 | Bitcoin (BTC) berhasil mencatat kenaikan bulanan pertamanya sejak April, dengan performa mengesankan sebesar 9,3% sepanjang bulan Juli. Kenaikan ini menjadi angin segar setelah bulan Juni yang penuh tekanan. Namun, di balik angka positif tersebut, data pasar menunjukkan bahwa Bitcoin Naik 9% di Juli, tapi Keyakinan Pasar Masih Lemah. Reli kali ini belum sepenuhnya didukung oleh aktivitas pasar yang kuat, mengindikasikan adanya ketidaksesuaian antara pemulihan harga dan keyakinan investor.

Volume Perdagangan Spot Menurun Drastis

Sebuah ironi terjadi di pasar Bitcoin. Meskipun harga menunjukkan tren positif, volume perdagangan spot justru anjlok ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir. Data dari Coinglass mencatat bahwa Juni lalu merupakan bulan terburuk bagi Bitcoin sejak Juni 2022, dengan penurunan mencapai 20,4%. Tren pelemahan ini berlanjut pada Mei dengan penurunan 3,5%. Memasuki Juli, harga memang berbalik arah, namun volume tidak ikut serta dalam pemulihan.

Menurut K33 Research, rata-rata volume perdagangan spot harian Bitcoin di bulan Juli hanya berkisar US$2,2 miliar. Jika tren ini berlanjut, Juli 2026 berpotensi mencatat rata-rata volume spot harian terendah sejak November 2023. Aktivitas di pasar derivatif pun belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan signifikan. Open interest di CME masih mendekati level terendah multi-tahun, sementara open interest perpetual futures tertahan di kisaran 300.000 BTC.

Analis on-chain Darkfost menyoroti penurunan volume yang signifikan di berbagai bursa kripto. Volume spot Bitcoin dilaporkan turun lebih dari 75% dibandingkan akhir tahun 2024. Binance, misalnya, hanya memproses sedikit di atas US$35 miliar volume Bitcoin pada Juli, sebuah angka yang jauh merosot dari US$246 miliar pada November 2024. Penurunan serupa juga terlihat di Bybit (85%), OKX (67%), dan Coinbase (61%). Glassnode mengkonfirmasi pelemahan ini bahkan ketika volume dihitung dalam satuan BTC, menunjukkan bahwa volume spot Bitcoin kini berada di level terendah sejak 2019.

Arus Dana ke Bursa dan ETF Masih Lesu

Selain volume perdagangan yang lesu, data aliran dana ke bursa (exchange flow) juga belum memberikan sinyal arah pasar yang jelas. Analis Axel Adler Jr. mengamati bahwa belum ada perubahan besar dalam suplai Bitcoin yang ditransfer ke dan dari bursa. Rata-rata aliran masuk (inflow) Bitcoin ke bursa selama 30 hari terakhir berada di sekitar 60.000 BTC, hanya sekitar 76% dari rata-rata tahunan. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 100.000 BTC.

Penurunan inflow ini memang bisa diartikan sebagai tekanan jual yang tidak terlalu besar. Namun, data tersebut juga belum menunjukkan adanya akumulasi agresif. Arus bersih (net flow) antara deposit dan penarikan saat ini berada di kisaran -1.300 BTC, menurun dari posisi sedikit positif pada pekan sebelumnya. Ini berarti bursa tidak sedang mengakumulasi suplai tambahan, namun juga tidak ada penarikan besar-besaran yang dapat menciptakan kekurangan likuiditas. Glassnode menyimpulkan bahwa perlambatan deposit dan penarikan Bitcoin ke level terendah dalam tiga tahun terakhir lebih mencerminkan minimnya aktivitas pasar ketimbang akumulasi atau distribusi yang kuat. Kondisi on-chain yang sepi ini sering terlihat pada fase tengah pasar bearish atau ketika investor menantikan katalis baru.

Sinyal paling jelas mengenai melemahnya keyakinan datang dari pasar institusional. Arus dana ke ETF (Exchange Traded Fund) spot Bitcoin di Amerika Serikat sempat positif di awal Juli, namun terus mengecil dari pekan ke pekan hingga akhirnya berbalik negatif. Setelah mencatat inflow US$197,4 juta pada pekan yang berakhir 10 Juli, angka tersebut menyusut menjadi US$75,7 juta, lalu US$33,8 juta. Puncaknya, pada pekan yang berakhir 29 Juli, ETF spot Bitcoin mencatat net outflow sebesar US$29,3 juta.

Meskipun angka outflow di Juli ini relatif kecil jika dibandingkan dengan miliaran dolar pada Juni, tren penurunan inflow menunjukkan bahwa investor institusional belum kembali masuk secara agresif. Dengan volume spot yang rendah, aktivitas on-chain yang sepi, dan ETF yang mulai mencatat outflow, jelas bahwa Bitcoin Naik 9% di Juli, tapi Keyakinan Pasar Masih Lemah. Fondasi kenaikan harga Bitcoin di bulan Juli terlihat masih rapuh.

Faktor Musiman dan Prospek ke Depan

Faktor musiman juga menjadi perhatian serius. Dalam empat tahun terakhir, Bitcoin secara konsisten menutup bulan Agustus di zona negatif, dengan rata-rata pengembalian bulanan sekitar -7,49%. Untuk mematahkan pola historis ini, Bitcoin kemungkinan membutuhkan katalis yang lebih kuat, baik dari sisi makroekonomi, perkembangan ETF, maupun peningkatan permintaan pasar spot.

Tanpa dorongan baru yang signifikan, kenaikan harga yang terjadi pada Juli berisiko sulit dipertahankan. Outlook untuk Bitcoin saat ini cenderung hati-hati. Meskipun harga berhasil pulih dari tekanan di bulan Juni, data pasar secara keseluruhan menunjukkan bahwa investor belum sepenuhnya yakin. Kunci pergerakan selanjutnya akan bergantung pada apakah volume perdagangan, arus dana ETF, dan aktivitas on-chain dapat kembali meningkat pada bulan Agustus. Ketidakpastian ini semakin menegaskan bahwa kondisi Bitcoin Naik 9% di Juli, tapi Keyakinan Pasar Masih Lemah.

Perlu dicatat bahwa investasi dan trading aset kripto memiliki risiko tinggi. Keputusan investasi harus didasarkan pada riset mandiri dan tanggung jawab penuh investor. Tokocrypto, sebagai platform yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, menyediakan informasi edukatif dan layanan trading yang aman.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tinggalkan komentar