Poros Informasi – Michael Saylor, figur sentral di balik Strategy dan salah satu pendukung Bitcoin paling vokal, kembali memicu gelombang spekulasi di pasar kripto. Sebuah unggahan misterius di platform X, menampilkan pelacak portofolio Bitcoin Strategy dengan narasi "Titik-titik oranye hanya menceritakan sebagian dari cerita," sontak menjadi perbincangan hangat di kalangan investor dan analis. Unggahan ini, yang secara historis sering menjadi prekursor transaksi Bitcoin oleh perusahaan, kini membuat pelaku pasar bertanya-tanya: apakah Strategy akan kembali mengakumulasi aset digital utama ini, atau justru melanjutkan strategi divestasi yang mengejutkan?
Misteri di Balik Unggahan Saylor

Unggahan Saylor ini datang di tengah periode yang krusial. Strategy, yang selama ini dikenal sebagai salah satu korporasi pengakuisisi Bitcoin paling agresif, baru-baru ini mengejutkan pasar dengan serangkaian penjualan Bitcoin selama dua pekan berturut-turut. Pola transaksi yang tidak biasa ini menjadi sorotan tajam, mengingat komitmen jangka panjang perusahaan terhadap Bitcoin sebagai aset treasury utamanya.
Divestasi Mengejutkan: 3.588 BTC Dilepas
Sebelum sinyal terbaru ini, Strategy dilaporkan telah melepas sekitar 3.588 BTC antara akhir Juni hingga awal Juli. Penjualan ini dilakukan untuk mendanai pembayaran dividen atas sekuritas preferen perusahaan. Ini merupakan salah satu transaksi jual terbesar yang dilakukan Strategy sejak mereka mulai mengakumulasi Bitcoin secara masif pada tahun 2020. Kontras dengan langkah tersebut, pembelian Bitcoin terakhir Strategy tercatat pada pekan yang berakhir 20 Juni, di mana mereka mengakuisisi 520 BTC senilai sekitar US$35 juta.
Meskipun demikian, Strategy masih memegang posisi signifikan dengan total 843.775 BTC, yang dibeli dengan nilai agregat hampir US$64 miliar. Angka ini menegaskan posisi mereka sebagai salah satu pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia. Namun, perubahan pola transaksi ini memicu pertanyaan fundamental: apakah Strategy akan kembali ke jalur akumulasi, ataukah tekanan finansial dan kewajiban dividen akan mendorong mereka untuk melanjutkan penjualan?
Saham Strategy di Bawah Tekanan
Di tengah ketidakpastian ini, performa saham Strategy juga menjadi perhatian. Saham biasa MSTR telah mengalami penurunan lebih dari 5% dalam lima hari terakhir, meskipun sempat menyentuh level psikologis US$100 pada awal pekan lalu. Lebih lanjut, saham preferen STRC, yang dirancang untuk diperdagangkan pada nilai nominal US$100, masih jauh di bawah target tersebut, diperdagangkan di sekitar US$87, atau turun lebih dari 22% dari nilai nominalnya.
STRC dan Beban Keuangan Perusahaan
Saham STRC sempat anjlok ke titik terendah sepanjang masa di sekitar US$76 pada akhir bulan lalu sebelum menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Tekanan pada saham preferen ini menjadi salah satu faktor pendorong bagi Strategy untuk mengurangi penggunaan instrumen tersebut sebagai pendanaan tambahan untuk pembelian Bitcoin. Ini mengindikasikan adanya pertimbangan ulang terhadap strategi pendanaan yang selama ini sangat bergantung pada pasar modal untuk mengakuisisi Bitcoin.
Kritik Terhadap Model Treasury Bitcoin Strategy
Tim Riset porosinformasi.co.id mencatat bahwa langkah Strategy ini kembali menuai kritik dari ekonom dan kritikus Bitcoin terkemuka, Peter Schiff. Schiff berpendapat bahwa "bagian berikutnya dari cerita Strategy adalah besarnya potensi kerugian dari pembelian Bitcoin serta beban yang dapat ditanggung pemegang saham untuk membayar utang dan dividen saham preferen."
Kritik ini semakin menyoroti model treasury Strategy yang sangat terikat dengan performa Bitcoin. Di satu sisi, akumulasi BTC telah menjadikan perusahaan sebagai simbol adopsi Bitcoin di kalangan korporasi. Namun, di sisi lain, volatilitas harga Bitcoin, kewajiban pembayaran dividen, dan performa saham preferen menimbulkan pertanyaan serius mengenai risiko finansial jangka panjang perusahaan.
Untuk saat ini, pasar masih menanti konfirmasi resmi dari Strategy terkait transaksi yang diisyaratkan oleh Michael Saylor. Jika perusahaan kembali mengakuisisi Bitcoin, hal ini dapat memperkuat narasi bullish yang selama ini digaungkan Saylor. Namun, jika Strategy kembali menjual BTC, investor kemungkinan akan semakin cermat mengamati tekanan likuiditas dan kebutuhan pembayaran yang dihadapi perusahaan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli. porosinformasi.co.id berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.






