Proyeksi Mengejutkan: Bitcoin ke US$150.000, Ethereum Bisa Ikut Terbang ke US$6.000?
Poros Informasi – 01 September 2026 | Spekulasi mengenai masa depan aset digital kembali memanas dengan adanya proyeksi ambisius dari seorang analis terkemuka. Co-Founder Fundstrat sekaligus Chairman BitMine Immersion Technologies, Tom Lee, mengemukakan pandangan yang cukup mengejutkan: Bitcoin berpotensi mencapai US$150.000, dan jika ini terjadi, Ethereum (ETH) pun bisa ikut melesat hingga US$6.000 pada akhir tahun 2026. Proyeksi ini bergantung pada dua faktor krusial: pencapaian target Bitcoin dan penguatan performa Ethereum terhadap Bitcoin (ETH/BTC).
Rasio ETH/BTC sebagai Kunci Utama
Dalam sebuah wawancara eksklusif, Tom Lee menjelaskan bahwa rasio ETH/BTC, yang saat ini bergerak di kisaran 0,03, diprediksi dapat meningkat menjadi 0,04. Jika skenario ini beriringan dengan Bitcoin yang menyentuh US$150.000, maka harga Ethereum secara matematis akan berada di sekitar US$6.000. Menariknya, Lee menilai target ini masih tergolong konservatif. Ia merujuk pada siklus bullish tahun 2021, di mana rasio ETH/BTC sempat menyentuh angka 0,08, yang berarti dua kali lipat dari asumsi yang digunakan untuk target US$6.000.
Perhitungan sederhana berdasarkan proyeksi Lee adalah sebagai berikut: Jika Bitcoin mencapai US$150.000 dan rasio ETH/BTC naik menjadi 0,04, maka US$150.000 dikalikan 0,04 menghasilkan US$6.000 per ETH. Angka ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan bagi Ethereum, terutama jika dibandingkan dengan pergerakan harga Bitcoin.
Ethereum Mulai Mengungguli Bitcoin
Optimisme Tom Lee tidak muncul tanpa dasar. Dalam beberapa pekan terakhir, Ethereum telah menunjukkan performa yang relatif lebih kuat dibandingkan Bitcoin. ETH berhasil bangkit dari kisaran US$1.900 dan bergerak menuju US$2.500. Lee berpendapat bahwa kenaikan ini bukan sekadar fenomena short squeeze semata, melainkan sinyal perubahan fundamental di pasar kripto. Rasio ETH/BTC yang menggambarkan berapa banyak Bitcoin yang dibutuhkan untuk membeli satu Ethereum, menjadi indikator penting yang patut dicermati. Peningkatan rasio ini mengindikasikan Ethereum sedang dalam tren mengungguli Bitcoin.
Tokenisasi dan AI: Pendorong Bullish Jangka Panjang
Pandangan bullish Tom Lee terhadap Ethereum tidak hanya terpaku pada pergerakan harga jangka pendek. Ia melihat dua narasi besar yang berpotensi menjadi pendorong utama industri kripto di masa depan: tokenisasi aset dan agentic AI. Ethereum, dengan posisinya sebagai infrastruktur utama bagi stablecoin, aset ter-tokenisasi, DeFi, dan berbagai aplikasi smart contract, dinilai berada di posisi strategis. Berbeda dengan siklus sebelumnya yang lebih banyak dipengaruhi oleh NFT dan memecoin, kali ini permintaan diperkirakan akan datang dari penggunaan blockchain oleh institusi keuangan tradisional serta AI agent yang membutuhkan infrastruktur pembayaran dan penyelesaian digital.
CLARITY Act dan ETF Ethereum: Katalis Jangka Pendek dan Institusional
Regulasi di Amerika Serikat juga menjadi sorotan. Tom Lee menyoroti Digital Asset Market Clarity Act atau CLARITY Act sebagai katalis jangka pendek yang potensial bagi Ethereum. Kejelasan regulasi diharapkan dapat mempermudah institusi keuangan tradisional untuk masuk ke industri aset digital. RUU ini telah melalui beberapa tahapan penting dan dijadwalkan untuk pembahasan lebih lanjut di Senat AS. Bagi Ethereum, kepastian regulasi dapat memberikan keyakinan lebih besar bagi para pelaku pasar institusional.
Sinyal permintaan institusional juga terlihat jelas dari pasar Exchange-Traded Fund (ETF). Spot Ethereum ETF di Amerika Serikat terus mencatat arus dana masuk yang positif, menunjukkan minat yang berkelanjutan dari investor institusional. Konsistensi aliran dana ini menjadi penopang penting bagi Ethereum, terutama saat investor institusional meningkatkan alokasi mereka ke aset digital.
Tantangan di Depan: Menembus Resistance US$2.500
Meskipun target Ethereum ke US$6.000 terdengar sangat optimis, perjalanan masih panjang dan penuh tantangan. Ethereum masih harus menghadapi resistance jangka pendek yang signifikan di sekitar level US$2.500. Kegagalan untuk menembus level ini secara meyakinkan dapat memicu konsolidasi atau aksi ambil untung. Jika US$2.500 berhasil ditembus dan bertransformasi menjadi level support, barulah Ethereum memiliki ruang untuk melanjutkan kenaikan menuju target yang lebih tinggi. Namun, jika gagal, level US$2.400 akan menjadi support terdekat.
Kesimpulan: Jalan Menuju US$6.000 Membutuhkan Konvergensi Faktor
Pada akhirnya, proyeksi Ethereum ke US$6.000 sangat bergantung pada dua skenario utama yang harus terwujud secara bersamaan. Pertama, Bitcoin harus berhasil mencapai target US$150.000. Kedua, Ethereum harus menunjukkan penguatan signifikan terhadap Bitcoin dengan rasio ETH/BTC mencapai minimal 0,04. Jika hanya salah satu skenario yang terjadi, target US$6.000 mungkin tidak tercapai. Namun, dengan arus dana ETF yang terus mengalir, potensi kejelasan regulasi, serta adopsi tokenisasi dan AI yang berkembang, peluang Ethereum untuk mengungguli Bitcoin dan mendekati target ambisius tersebut semakin terbuka lebar. Untuk jangka pendek, US$2.500 adalah ujian pertama. Untuk jangka panjang, pasar akan menanti apakah rasio ETH/BTC benar-benar bergerak menuju 0,04. Konvergensi kedua faktor ini, bersamaan dengan Bitcoin di US$150.000, baru akan membuat proyeksi Ethereum ke US$6.000 menjadi lebih realistis.







