Poros Informasi – Aset kripto XRP kembali menjadi sorotan para pelaku pasar setelah harganya tergelincir tajam, menembus batas psikologis US$1,50 dan kini bertengger di kisaran US$1,38. Penurunan ini bukan sekadar koreksi biasa; ia memicu sinyal teknikal langka yang terakhir terlihat hampir dua tahun silam: XRP diperdagangkan di bawah realized price. Metrik on-chain ini, yang merepresentasikan rata-rata harga beli seluruh koin yang beredar, seringkali menjadi indikator krusial untuk mengidentifikasi potensi titik terendah atau ‘bottom’ pasar. Pertanyaannya, apakah ini awal dari pembalikan tren atau justru periode konsolidasi yang lebih panjang?
Tekanan Jual Whale vs. Arus Dana Institusional

Di tengah gejolak harga ini, pasar disuguhkan dengan dua narasi yang kontradiktif, menciptakan dinamika yang kompleks bagi investor.
Aksi Jual Agresif dari Investor Raksasa
Laporan dari berbagai sumber, termasuk analisis data on-chain Santiment, mengindikasikan adanya peningkatan signifikan dalam tekanan jual. Para ‘whale’ atau investor institusional besar yang memegang antara 10.000 hingga 100.000 XRP, bahkan dompet raksasa dengan kepemilikan 100 juta hingga 1 miliar XRP, terpantau aktif melepas sebagian aset mereka. Dalam rentang lima hari terakhir saja, sekitar 350 juta unit XRP, dengan estimasi nilai lebih dari US$483 juta, telah berpindah tangan. Fenomena ‘distribusi’ masif oleh para pemegang besar ini tentu saja memicu volatilitas dan menambah beban jual jangka pendek di pasar.
Institusi Justru Memborong, Sinyal Apa Ini?
Ironisnya, di sisi lain spektrum, data dari CoinShares justru mengungkapkan narasi yang kontras. Produk investasi berbasis XRP mencatat inflow atau arus dana masuk yang substansial, mencapai US$63,1 juta pada pekan yang berakhir 6 Februari. Lebih impresif lagi, secara year-to-date, total arus masuk ke XRP telah menyentuh angka US$109 juta. Angka ini secara mengejutkan melampaui performa Bitcoin, Ethereum, dan Solana yang pada periode yang sama justru mengalami outflow bersih. Disparitas ini mengisyaratkan bahwa, meskipun ada tekanan jual dari whale individual, institusi besar masih menaruh kepercayaan pada fundamental dan utilitas XRP, khususnya dalam solusi pembayaran lintas batas yang efisien.
Mengurai Pola Historis dan Proyeksi Harga XRP
Untuk memahami potensi pergerakan XRP ke depan, menilik kembali sejarah dan menganalisis level-level krusial menjadi sangat penting.
Kilas Balik Pola "Realized Price" 2022
Sejarah seringkali menjadi guru terbaik di pasar kripto. Pola di mana XRP diperdagangkan di bawah realized price bukanlah hal baru. Fenomena serupa terakhir terlihat pada Mei 2022, menyusul reli signifikan di awal 2021. Kala itu, XRP memasuki fase bottoming yang berlangsung cukup lama, hingga Maret 2023, sebelum akhirnya memulai pemulihan yang lebih kokoh. Jika siklus ini berulang, investor mungkin perlu bersiap untuk periode konsolidasi yang lebih panjang, di mana harga bergerak sideway, sebelum potensi bull run yang berkelanjutan dapat terwujud.
Level Kritis yang Perlu Diperhatikan Investor
Dalam perspektif jangka pendek, para trader dan investor perlu mencermati level-level harga krusial. Area US$1,52 menjadi resistensi terdekat yang harus berhasil ditembus dan dipertahankan sebagai support baru. Apabila momentum positif ini berlanjut, target berikutnya adalah US$1,77, dengan potensi menguji kembali level psikologis US$2,00. Namun, skenario bearish juga tak bisa diabaikan. Jika support vital di US$1,37 gagal dipertahankan, pintu penurunan lebih lanjut akan terbuka lebar menuju US$1,26, bahkan tidak menutup kemungkinan menyentuh US$1,12.
Analisis Mendalam dari Tim Riset
Tim Riset porosinformasi.co.id memberikan pandangan mendalam terkait kondisi ini. Mereka menjelaskan bahwa pergerakan harga di bawah realized price seringkali menandakan pasar memasuki fase ‘rugi agregat’ atau loss-making, yang secara historis dapat menjadi zona menarik untuk akumulasi. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa proses pemulihan dari fase ini jarang instan dan seringkali diikuti oleh periode konsolidasi yang berkepanjangan.
"Divergensi antara aksi jual whale dan inflow institusional menciptakan struktur pasar yang ‘dua arah’ atau ambigu," jelas tim riset. "Untuk validasi tren bullish, kita memerlukan bukti konkret bahwa tekanan distribusi dari whale telah mereda, dan permintaan di pasar spot mampu menyerap supply yang ada."
Dengan demikian, XRP saat ini berada di persimpangan jalan yang krusial. Perpaduan antara tekanan jual dari investor besar dan dukungan tak terduga dari arus dana institusional menciptakan lanskap pasar yang penuh teka-teki. Apakah ini merupakan titik balik menuju reli baru, ataukah sekadar jeda sebelum koreksi lebih dalam? Jawabannya akan sangat bergantung pada bagaimana dinamika permintaan dan penawaran berkembang, serta sentimen pasar kripto global secara keseluruhan dalam beberapa waktu ke depan. Para investor disarankan untuk tetap waspada dan melakukan riset mendalam.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Segala keputusan investasi yang Anda ambil berdasarkan informasi ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi. Konten ini bersifat informatif dan bukan ajakan untuk menjual atau membeli aset kripto. porosinformasi.co.id berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.







