Sentimen Pasar Kripto Dibayangi Ketidakpastian Regulasi AS
Poros Informasi – 02 Agustus 2026 | Pasar aset kripto global kembali diliputi ketidakpastian, tercermin dari pergerakan harga yang lesu. XRP dan Bitcoin tertekan jelang review CLARITY Act di Gedung Putih, seiring dengan penurunan pasar kripto yang mencapai 1,51% dalam 24 jam terakhir, kini berada di kisaran US$2,16 triliun. Bitcoin terpantau bergerak stagnan di dekat level US$63.000, sementara XRP diperdagangkan di angka US$1,06. Para pelaku pasar cenderung mengurangi eksposur mereka di tengah bayang-bayang ketidakpastian makroekonomi dan regulasi yang kian intens.
Analis dari Tim Research Tokocrypto mengamati bahwa Ethereum juga belum mampu keluar dari tekanan, masih berkutat di sekitar US$1.860 setelah bulan Juli ditutup dengan aksi jual yang signifikan di area resistansi. Kondisi ini secara otomatis mengarahkan perhatian pelaku pasar kembali pada perkembangan regulasi di Amerika Serikat, khususnya terkait CLARITY Act yang kini memasuki fase krusial.
Gedung Putih di Ambang Keputusan Krusial untuk CLARITY Act
Gedung Putih diperkirakan akan segera meninjau proposal etika bipartisan untuk CLARITY Act pada akhir pekan ini. Proposal ini diajukan oleh Senator Thom Tillis dan Ruben Gallego sebagai upaya strategis untuk menjembatani perbedaan pandangan yang masih ada terkait aturan etika dalam rancangan undang-undang struktur pasar aset digital di AS. Keputusan Presiden AS, dalam hal ini respons terhadap proposal etika tersebut, berpotensi menentukan langkah selanjutnya bagi CLARITY Act.
Respons dari Gedung Putih dapat menjadi penentu apakah pemimpin Senat akan membawa CLARITY Act ke tahap pemungutan suara (cloture vote) pada pekan depan. Waktu yang tersedia bagi para legislator semakin menipis, mengingat mereka hanya memiliki beberapa hari sebelum memasuki masa reses musim panas. Untuk disahkan, CLARITY Act membutuhkan dukungan mayoritas 60 suara di Senat. Ini berarti, setidaknya beberapa senator dari Partai Demokrat perlu memberikan dukungan, apabila seluruh senator dari Partai Republik solid mendukung.
Hingga saat ini, tantangan terbesar dalam pengesahan CLARITY Act masih berkisar pada perbedaan politik terkait aturan etika, perlindungan konsumen, dan mekanisme pengawasan industri aset kripto. Laporan terbaru menyebutkan bahwa proposal kompromi yang diajukan kini memungkinkan jaksa agung negara bagian untuk menggugat Departemen Kehakiman jika aturan etika federal tidak ditegakkan. Perubahan ini dirancang untuk merespons kekhawatiran Partai Demokrat mengenai potensi konflik kepentingan yang melibatkan pejabat publik dan bisnis aset digital.
Jika Gedung Putih memberikan lampu hijau, peluang dukungan bipartisan untuk CLARITY Act berpotensi meningkat sebelum Senat memasuki masa reses. Namun, pasar prediksi masih menunjukkan sikap kehati-hatian. Sejumlah laporan mengindikasikan bahwa peluang CLARITY Act menjadi undang-undang pada tahun 2026 masih relatif rendah, mencerminkan skeptisisme terhadap kemampuan Kongres untuk menyelesaikan perbedaan pandangan sebelum tenggat waktu politik yang semakin dekat. Bagi pasar kripto, CLARITY Act sangat penting karena dapat memberikan kejelasan regulasi yang sangat dibutuhkan untuk berbagai aset digital, termasuk tokenized assets, stablecoin, bursa, dan produk kripto teregulasi lainnya. Kejelasan regulasi ini berpotensi meningkatkan minat institusional, sementara penundaan dapat kembali menekan sentimen pasar.
Arus Dana Institusional Berbeda, XRP dan Bitcoin Hadapi Tantangan Unik
Di tengah tekanan harga yang terjadi, arus dana institusional menunjukkan pola yang kontras antara XRP dan Bitcoin. Pada tanggal 31 Juli, produk Exchange-Traded Fund (ETF) XRP tercatat mencatat net inflow harian sebesar US$7,69 juta, dengan total inflow kumulatif mencapai US$1,51 miliar. Total volume perdagangan produk XRP pada hari itu mencapai US$8,62 juta, sementara total net assets berada di kisaran US$988,78 juta. Bitwise menjadi kontributor terbesar dengan inflow sekitar US$7,12 juta, diikuti oleh Franklin Templeton sebesar US$576.520.
Sebaliknya, ETF spot Bitcoin justru mencatat net outflow gabungan yang signifikan sebesar US$265 juta pada sesi yang sama. BlackRock IBIT menjadi salah satu penyumbang outflow terbesar dengan penarikan dana sekitar US$123 juta. ETF spot Ethereum juga masih mencatat inflow kecil sekitar US$9,03 juta.
Secara keseluruhan, data arus dana institusional menunjukkan bahwa permintaan masih bercampur dan belum cukup kuat untuk mengangkat pasar kripto secara luas. Perbedaan arus dana ini memberikan dukungan relatif bagi XRP dari sisi produk investasi, meskipun harga tokennya masih belum mampu keluar dari tekanan teknikal. Di sisi lain, Bitcoin masih harus menghadapi tekanan tambahan dari arus keluar ETF dan pelemahan sentimen makroekonomi.
Level Penting Bitcoin dan XRP Menanti Keputusan Regulasi
Bitcoin dilaporkan turun sekitar 1,97% dalam 24 jam terakhir dan bergerak di sekitar US$63.069. Level US$63.000 kini menjadi area support krusial yang terus dipantau oleh para trader. Jika BTC mampu bertahan di atas area ini, terdapat peluang bagi harganya untuk memasuki fase konsolidasi sebelum mencoba melakukan rebound menuju US$65.000. Tekanan beli yang lebih kuat berpotensi membuka jalan bagi kenaikan lanjutan menuju US$65.800. Namun, jika Bitcoin menembus ke bawah level US$63.000, risiko penurunan menuju US$62.800 akan meningkat, dan jika tekanan jual berlanjut, target berikutnya berada di sekitar US$62.000.
XRP juga menunjukkan pergerakan yang lemah, turun sekitar 1,41% ke level US$1,07. Token ini masih bertahan di atas area support Fibonacci antara US$1,04 hingga US$1,05. Selama area tersebut mampu dipertahankan, XRP masih memiliki peluang untuk kembali menguji level US$1,10. Namun, jika support krusial ini gagal dipertahankan, harga berisiko turun menuju level psikologis US$1,00.
Untuk saat ini, prospek untuk XRP dan Bitcoin tertekan jelang review CLARITY Act di Gedung Putih masih dalam kategori hati-hati. Review CLARITY Act di Gedung Putih dapat menjadi katalis penting untuk sentimen pasar jangka pendek, terutama jika membuka jalan bagi pemungutan suara di Senat. Namun, jika pembahasan kembali tertunda atau proposal etika gagal mendapatkan dukungan yang memadai, volatilitas pasar dapat dipastikan meningkat. Pasar kemungkinan akan tetap sensitif terhadap kombinasi faktor regulasi AS, dinamika arus dana ETF, kebijakan moneter The Fed, dan kondisi makroekonomi global dalam beberapa hari ke depan. Perjalanan XRP dan Bitcoin tertekan jelang review CLARITY Act di Gedung Putih ini menjadi cerminan betapa krusialnya kepastian regulasi bagi masa depan aset digital.







