Poros Informasi – Pasar kripto diguncang kabar mengejutkan. Empat aset digital, Alchemix (ALCX), Ardor (ARDR), NFPrompt (NFP), dan Marlin (POND), mengalami tekanan jual masif setelah sebuah bursa kripto global terkemuka mengumumkan rencana penghapusan perdagangan atau delisting mereka. Keputusan ini, yang akan berlaku efektif pada 10 Juli 2026, memicu kepanikan di kalangan investor dan menimbulkan gelombang aksi jual yang signifikan.
Badai Delisting Hantam Pasar Kripto: Apa yang Terjadi?

Pengumuman delisting yang mendadak ini, sebagaimana diulas oleh BeInCrypto, sontak menimbulkan gelombang reaksi negatif di seluruh ekosistem kripto. Dalam hitungan jam, tiga dari empat token yang masuk daftar hitam tersebut terperosok ke titik terendah sepanjang sejarah mereka. Fenomena ini diperparah oleh aksi jual massal dari para trader yang bergegas melepaskan kepemilikan mereka, berupaya menghindari kerugian lebih lanjut sebelum batas waktu perdagangan berakhir.
Harga Terjun Bebas: Likuiditas Rendah Jadi Biang Kerok
Penurunan harga yang paling signifikan teramati pada aset-aset dengan kapitalisasi pasar dan likuiditas yang memang sudah terbatas. NFPrompt (NFP) dan Marlin (POND) menjadi korban utama, masing-masing ambruk sekitar 20% pasca-pengumuman. Alchemix (ALCX) juga tidak luput dari tekanan, sementara Ardor (ARDR) menunjukkan sedikit ketahanan dengan pelemahan sekitar 6%.
Kondisi likuiditas yang tipis menjadi faktor krusial yang memperparah situasi. Ketika gelombang penjualan besar-besaran terjadi secara simultan, aset digital dengan volume perdagangan yang rendah akan sangat rentan terhadap koreksi harga yang drastis. Saat artikel ini ditulis, ALCX diperdagangkan di kisaran US$2,67, NFP di sekitar US$0,0054, dan POND di level US$0,0011.
Ironisnya, keempat token ini sejatinya sudah berada dalam fase bearish yang berkepanjangan. Data menunjukkan, dalam sebulan terakhir, ALCX, ARDR, NFP, dan POND telah merosot lebih dari 30%. Lebih memprihatinkan lagi, seluruhnya kini diperdagangkan lebih dari 98% di bawah rekor harga tertinggi sepanjang masa mereka, sebuah indikasi performa yang memang sudah sangat tertekan.
Mengapa Bursa Global Menendang Token Ini?
Menurut analisis dari tim riset porosinformasi.co.id, bursa aset digital secara rutin melakukan tinjauan komprehensif terhadap aset-aset yang terdaftar di platform mereka. Kriteria evaluasi ini sangat beragam, meliputi volume perdagangan, tingkat likuiditas, stabilitas dan keamanan jaringan, dedikasi tim pengembang, progres dan aktivitas proyek, serta kepatuhan terhadap standar regulasi yang berlaku.
"Keempat token ini, dalam penilaian bursa, tergolong dalam kategori aset dengan performa yang merosot tajam," ungkap tim riset porosinformasi.co.id. "Selain telah mengalami koreksi harga yang masif dari puncaknya, masing-masing token juga menunjukkan kinerja negatif yang konsisten selama setahun terakhir."
NFPrompt (NFP) menjadi contoh paling mencolok. Token ini, yang sempat diluncurkan melalui program Launchpool pada Desember 2023 dan mencapai harga US$1,17 di hari pertama listing, kini telah kehilangan hampir 99% dari nilainya, sebuah penurunan yang dramatis dan mengkhawatirkan.
Waktu Terus Berjalan: Langkah Investor Sebelum Deadline
Meskipun berita delisting ini mengejutkan, investor masih memiliki jendela waktu untuk mengambil tindakan. Perdagangan spot untuk ALCX, ARDR, NFP, dan POND akan dihentikan secara resmi pada 10 Juli 2026. Namun, fasilitas penarikan aset akan tetap tersedia hingga 9 September 2026. Penting untuk dicatat, kontrak perpetual yang terkait dengan token-token ini di pasar futures telah lebih dulu dilikuidasi pada 2 Juli 2026, menandakan langkah progresif bursa dalam mengurangi eksposur terhadap aset-aset tersebut.
Bagi para pemegang token yang terdampak, periode ini adalah momen krusial untuk memutuskan strategi terbaik: apakah menjual aset yang tersisa, memindahkannya ke dompet pribadi, atau mencari platform perdagangan alternatif yang masih mendukung token-token tersebut. Insiden delisting ini juga menjadi peringatan keras bagi seluruh pelaku pasar kripto. Aset digital dengan likuiditas yang rendah dan fundamental proyek yang goyah memiliki tingkat risiko yang jauh lebih tinggi, terutama saat berada di bawah radar evaluasi ketat bursa. Seringkali, pengumuman delisting justru menjadi katalisator yang mempercepat tekanan jual dan memperparah koreksi harga.
Prospek ke Depan: Akankah Harga Stabil atau Terus Terpuruk?
Pertanyaan besar kini menggantung di benak para analis dan investor: apakah penghapusan ALCX, ARDR, NFP, dan POND dari daftar perdagangan akan semakin memperdalam jurang penurunan harga mereka, atau justru akan ada ruang bagi stabilisasi setelah gelombang kepanikan awal mereda? Pasar akan terus memantau dinamika ini dengan seksama, mengingat dampak delisting bisa bervariasi tergantung pada respons komunitas dan potensi adopsi di platform lain.
DISCLAIMER: Investasi dalam aset kripto memiliki volatilitas tinggi dan risiko kerugian yang signifikan. Segala keputusan investasi adalah tanggung jawab penuh Anda. Informasi dalam artikel ini bersifat edukasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto. Selalu lakukan riset mendalam sebelum berinvestasi.






