Poros Informasi – Aset kripto Pi Network (PI) mulai menunjukkan geliat pemulihan yang menarik perhatian para pengamat pasar. Setelah sempat terpuruk di area harga terendah, PI kini mencoba membangun fondasi baru untuk keluar dari zona merah.
Berdasarkan pantauan data terbaru dari CoinMarketCap pada Selasa (6/10), harga PI terpantau bergerak di level $0,08736. Meskipun kenaikan sebesar 0,4% dalam 24 jam terakhir tergolong sangat tipis, pergerakan ini menjadi sinyal penting setelah sebelumnya sempat menyentuh titik nadir di kisaran $0,07072 pada Juli 2026. Jika dihitung secara akumulatif, PI telah berhasil bangkit sekitar 23% dari level terendahnya, meski masih tertinggal jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di angka $2,98.
Analisis Pergerakan Harga: Rebound atau Bullish Baru?
Saat ini, Pi Network sedang berupaya keras untuk menjauh dari level support bawah. Dalam rentang waktu 24 jam terakhir, harga PI bergerak fluktuatif di antara $0,08623 hingga $0,08820. Rendahnya volatilitas ini mengindikasikan bahwa pasar masih dalam fase konsolidasi dan belum ada dorongan beli yang masif dari para whale maupun investor ritel.
Secara teknikal, kenaikan tipis ini lebih tepat dikategorikan sebagai rebound ringan daripada awal dari tren bullish yang kuat. Ada dua skenario krusial yang perlu diperhatikan oleh para trader:
- Skenario Optimis: Jika PI mampu menembus dan bertahan secara konsisten di atas level $0,088, momentum jangka pendek berpotensi berubah menjadi tren naik yang lebih kuat.
- Skenario Konservatif: Jika harga gagal mempertahankan level $0,086, maka PI berisiko kembali menguji area support yang lebih rendah.
Tantangan Likuiditas dan Tekanan Suplai Token
Meskipun ada upaya pemulihan, tantangan besar masih membayangi ekosistem Pi Network. Masalah utama terletak pada rendahnya aktivitas perdagangan. Dengan kapitalisasi pasar yang mendekati $1 miliar, volume perdagangan harian PI hanya berkisar di angka $4,68 juta. Rasio volume terhadap kapitalisasi pasar yang hanya 0,48% menunjukkan likuiditas yang sangat tipis.
Kondisi pasar yang kurang likuid ini membuat harga PI sangat sensitif terhadap transaksi dalam jumlah besar. Sedikit saja aksi jual masif dapat mengguncang harga dengan cepat. Selain itu, investor juga harus mewaspadai struktur suplai PI. Dengan total suplai maksimum mencapai 100 miliar token, sementara yang beredar saat ini sekitar 11,24 miliar, potensi tekanan jual dari inflasi token di masa depan tetap menjadi faktor risiko yang nyata.
Menanti Katalis Besar: Upgrade Protocol 28
Di tengah ketidakpastian harga, mata para investor kini tertuju pada agenda besar: Protocol 28. Dijadwalkan aktif di Mainnet pada 16 Oktober 2026, pembaruan ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan teknis Pi Network.
Para operator node diwajibkan melakukan pembaruan ke versi 28 sebelum aktivasi Mainnet dilakukan. Tujuan utama dari upgrade ini adalah:
- Meningkatkan kapasitas jaringan dalam memproses data transaksi yang tertunda.
- Memperkuat keamanan smart contract.
- Mengamankan pembaruan data aplikasi di dalam ekosistem.
Keberhasilan implementasi Protocol 28 dapat menjadi katalis sentimen positif yang membuktikan bahwa pengembangan teknologi Pi Network berjalan sesuai rencana. Namun, perlu diingat bahwa kemajuan teknis tidak selalu berbanding lurus dengan lonjakan harga secara instan. Dampak nyata terhadap nilai PI akan sangat bergantung pada sejauh mana upgrade ini mampu memicu penggunaan aplikasi (utilitas) dan menarik lebih banyak pengembang ke dalam ekosistem.
Bagi Anda yang ingin melakukan aktivitas trading aset digital, pastikan selalu menggunakan platform yang terpercaya seperti porosinformasi.co.id untuk mendapatkan pengalaman transaksi yang aman.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi. Seluruh keputusan investasi, riset, dan informasi yang Anda ambil adalah tanggung jawab pribadi Anda sepenuhnya. Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual aset tertentu.






