Tertekan Jual, Harga Pi Network Anjlok 6,22% ke US$0,105, Risiko Turun Kian Besar Mengintai

Amalia Citra

Amalia Citra

Tekanan Jual Menguat, Harga Pi Network Anjlok 6,22% ke US$0,105, Risiko Turun Kian Besar

Poros Informasi – 09 Juli 2026 | Pasar kripto kembali diguncang oleh aksi jual yang signifikan pada token Pi Network (PI). Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, Harga Pi Network anjlok 6,22% ke US$0,105, sebuah pelemahan yang jauh melampaui koreksi moderat yang dialami mayoritas aset kripto lainnya. Penurunan ini sontak memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar, terutama setelah Pi Network gagal mempertahankan level support psikologis di US$0,11. Area ini sebelumnya dianggap sebagai benteng pertahanan utama yang krusial untuk menahan tren penurunan, namun jebolnya level tersebut kini memperkuat sinyal dominasi tekanan bearish dalam pergerakan harga PI.

Support Kunci US$0,11 Tumbang, Sinyal Tren Turun Menguat

Jebolnya area US$0,11 menjadi salah satu pemicu utama pelemahan Pi Network. Level ini bukan sekadar angka psikologis, melainkan juga sebuah level support teknikal penting yang telah diamati oleh banyak analis. Sebelumnya, para analis menilai pertahanan di area ini sangat vital untuk membuka peluang pemulihan harga PI. Namun, setelah harga ditutup di bawah level tersebut, tekanan jual justru semakin meningkat. Fenomena ini memperkuat pola lower high dan lower low yang secara klasik mengindikasikan sebuah tren turun yang sedang berlangsung. Dalam dunia analisis teknikal, penembusan level support yang signifikan sering kali memicu aksi jual lanjutan. Hal ini disebabkan oleh banyak trader yang menggunakan level tersebut sebagai acuan untuk menempatkan pesanan batas kerugian (stop-loss), yang secara otomatis akan dieksekusi ketika harga menembus level tersebut.

Likuiditas Tipis Memperbesar Dampak Penurunan

Selain faktor teknikal yang telah disebutkan, pelemahan Pi Network juga diperparah oleh kondisi likuiditas perdagangan yang masih tergolong rendah. Dalam pasar yang memiliki likuiditas tipis, tekanan jual sekecil apa pun dapat memicu penurunan harga yang jauh lebih tajam jika dibandingkan dengan aset kripto yang memiliki likuiditas tinggi, seperti Bitcoin. Perbandingan performa Pi Network yang mengalami penurunan lebih dari 13 kali lipat dibandingkan Bitcoin yang hanya terkoreksi sekitar 0,46% pada periode yang sama, menjadi bukti nyata fenomena ini. Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan harga PI lebih dipengaruhi oleh dinamika internal dan volume perdagangan yang terbatas, ketimbang sentimen pasar kripto secara keseluruhan.

US$0,10 Menjadi Garis Pertahanan Terakhir

Setelah kehilangan support krusial di US$0,11, perhatian para investor kini tertuju pada level US$0,10. Area ini tidak hanya bersifat psikologis, tetapi juga menjadi level support penting berikutnya yang harus dipertahankan oleh PI. Jika harga Pi Network mampu bertahan di atas level US$0,10, ada peluang bagi aset ini untuk memasuki fase konsolidasi. Dalam fase ini, harga diperkirakan akan bergerak dalam rentang US$0,10 hingga US$0,11, sembari menunggu munculnya sentimen positif baru yang dapat mendorong kenaikan. Namun, skenario sebaliknya sangat mungkin terjadi. Apabila tekanan jual terus berlanjut dan harga menembus level US$0,10, maka risiko penurunan menuju rekor terendah sepanjang masa (all-time low) baru akan semakin besar.

Ancaman Unlock Token dan Konsentrasi Kepemilikan Menjadi Beban Tambahan

Di luar tekanan teknikal dan likuiditas, investor juga mencermati rencana unlock token dalam jumlah besar yang diperkirakan akan terjadi pada paruh kedua tahun 2026. Sekitar 1,21 miliar token PI diproyeksikan akan dilepaskan ke pasar. Penambahan pasokan token dalam skala masif ini berpotensi meningkatkan tekanan jual jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan permintaan yang sepadan dari pasar. Oleh karena itu, agenda unlock ini menjadi salah satu faktor yang membebani prospek harga Pi Network dalam jangka menengah. Selain itu, distribusi kepemilikan token yang masih terkonsentrasi pada sejumlah dompet besar (whale) juga menjadi perhatian tersendiri. Pergerakan penjualan dari para pemegang besar ini dapat memicu volatilitas harga yang lebih tinggi di masa mendatang.

Prospek Jangka Pendek Masih Cenderung Bearish

Berdasarkan laporan terbaru, prospek Pi Network untuk jangka pendek masih cenderung bearish. Selama harga Pi Network belum mampu kembali menembus dan bertahan secara stabil di atas level US$0,11, tekanan jual diperkirakan akan terus mendominasi pergerakan harga. Para investor disarankan untuk mencermati volume perdagangan di sekitar area US$0,10. Apabila terjadi lonjakan volume yang disertai dengan peningkatan minat beli yang signifikan, peluang terbentuknya fase konsolidasi akan semakin besar. Sebaliknya, jika level US$0,10 gagal dipertahankan, Pi Network berisiko melanjutkan tren penurunannya dan mencetak titik terendah baru. Dalam kondisi pasar yang sedang berlangsung, kemampuan para pembeli untuk mempertahankan area US$0,10 akan menjadi faktor penentu arah pergerakan PI dalam beberapa waktu ke depan. Mengingat volatilitas yang tinggi, Harga Pi Network Anjlok 6,22% ke US$0,105, Risiko Turun Kian Besar tetap menjadi sorotan utama.

Perlu diingat bahwa investasi dan trading aset kripto mengandung risiko tinggi. Keputusan investasi yang diambil sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Laporan ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk menjual atau membeli aset kripto.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tinggalkan komentar