Trump Bikin Bitcoin Babak Belur? Harga Anjlok ke Level Ini!

Usman

Trump Bikin Bitcoin Babak Belur? Harga Anjlok ke Level Ini!

Poros Informasi – Drama kebijakan tarif Donald Trump kembali menghantui pasar kripto. Bitcoin (BTC) mengalami tekanan hebat dan menembus level psikologis US$90.000, titik terendah sejak awal tahun ini. Penurunan ini dipicu oleh ketidakpastian global yang dipicu penundaan putusan Mahkamah Agung AS terkait kebijakan tarif kontroversial mantan presiden tersebut.

Bitcoin Berdarah, Apa yang Terjadi?

 Trump Bikin Bitcoin Babak Belur? Harga Anjlok ke Level Ini!
Gambar Istimewa : news.tokocrypto.com

Data dari TradingView menunjukkan Bitcoin sempat menyentuh US$89.800, merosot lebih dari 2% dalam sehari dari puncak US$93.000. Akibatnya, keuntungan Bitcoin sepanjang tahun ini nyaris terhapus, hanya menyisakan kenaikan sekitar 2% secara year-to-date (YTD).

Akar Masalah: Tarif Trump dan Kekhawatiran Global

Penurunan harga ini terjadi setelah Mahkamah Agung AS menunda putusan atas gugatan tarif Trump. Penundaan ini memperpanjang ketidakpastian tentang kewenangan presiden dalam menetapkan kebijakan tarif impor.

Coingape melaporkan bahwa pemerintah AS berencana memberlakukan tarif 10% terhadap sejumlah negara Eropa mulai 1 Februari. Jika Mahkamah Agung mendukung kebijakan tarif tersebut, pasar khawatir aset berisiko seperti Bitcoin akan semakin tertekan.

Tekanan terhadap Bitcoin juga datang dari Asia. Pasar bereaksi terhadap sinyal kebijakan moneter yang lebih ketat dari Bank of Japan (BOJ), memicu kekhawatiran akan kenaikan suku bunga lanjutan. Kondisi ini berpotensi memicu runtuhnya strategi yen carry trade dan mendorong aksi jual di berbagai aset global.

Sentimen Pasar dan Prediksi Suram

Ketidakpastian di Jepang diperparah oleh naiknya imbal hasil obligasi pemerintah, menyusul rencana pemilu dadakan untuk meningkatkan belanja fiskal. Data Polymarket menunjukkan peluang Mahkamah Agung AS mendukung tarif Trump kini mencapai 37%, naik dari 28% sebelumnya.

Kebijakan tarif Trump sebelumnya juga disebut sebagai salah satu pemicu koreksi tajam Bitcoin pada akhir tahun lalu. Analis teknikal veteran, Peter Brandt, bahkan memprediksi harga Bitcoin berpotensi turun lebih dalam ke kisaran US$58.000 hingga US$62.000.

Ekspektasi reli jangka pendek pun meredup. Peluang Bitcoin menembus US$100.000 sebelum akhir bulan hanya tersisa 12%, mencerminkan melemahnya optimisme investor.

Baca Juga

Ikuti Kami

Tags

Tinggalkan komentar