XRP di Jurang Oversold Ekstrem: Sinyal Bottom Kripto Mulai Terlihat Atau Jebakan Definisi?

Amalia Citra

Amalia Citra

XRP di Jurang Oversold Ekstrem: Sinyal Bottom Kripto Mulai Terlihat Atau Jebakan Definisi?
XRP di Jurang Oversold Ekstrem: Sinyal Bottom Kripto Mulai Terlihat Atau Jebakan Definisi?

XRP di Jurang Oversold Ekstrem: Sinyal Bottom Kripto Mulai Terlihat Atau Jebakan Definisi?

Poros Informasi – 31 Juli 2026 | Token XRP kembali menjadi sorotan tajam di kalangan pelaku pasar kripto. Sejumlah analis teknikal menyoroti kondisi XRP Masuk Level Oversold Ekstrem, memicu perdebatan sengit: apakah ini pertanda awal pembalikan arah menuju dasar pasar (bottom), atau justru jebakan yang bisa menyeret harga lebih dalam? Saat ini, XRP diperdagangkan di kisaran US$1,09, masih terpaut sekitar 72% dari rekor tertingginya di US$3,65.

Analisis mendalam dari tim Research Tokocrypto mengungkapkan temuan yang menarik. Meskipun harga XRP masih dalam tekanan, indikator momentum bulanan menunjukkan level oversold yang lebih ekstrem dibandingkan periode pelemahan pasar akibat pandemi COVID-19 pada Maret 2020. Kondisi ini tentu saja memantik spekulasi di kalangan trader.

RSI XRP Lebih Oversold dari Crash 2020, Apa Artinya?

Relative Strength Index (RSI) adalah salah satu indikator utama yang digunakan untuk mengukur apakah sebuah aset diperdagangkan dalam kondisi jenuh beli (overbought) atau jenuh jual (oversold). Secara umum, pembacaan RSI di bawah angka 30 sering kali dianggap sebagai sinyal oversold, area yang mulai menarik perhatian para trader untuk potensi pembelian.

Menurut laporan BeInCrypto, analis Ash Crypto mencatat bahwa pembacaan RSI bulanan XRP saat ini telah anjlok di bawah level yang tercatat saat pasar mengalami crash pada Maret 2020. Lebih lanjut, XRP sempat menyentuh level terendah dalam dua tahun terakhir di kisaran US$1 pada bulan lalu. Ash Crypto melalui akun X-nya (sebelumnya Twitter) mempublikasikan grafik yang menunjukkan bahwa XRP kini berada pada level oversold terendahnya sepanjang sejarah, dengan penurunan 72% dari all-time high (ATH) dan menyentuh low dua tahun di sekitar US$1.

Analis lain, ChartNerdTA, menambahkan perspektif lain dengan menyoroti interaksi XRP dengan ‘middle regression band’ dari Gaussian channel. Dalam siklus pasar sebelumnya, area ini terbukti menjadi zona akumulasi yang signifikan sebelum harga berhasil membangun kembali momentumnya. Saat ini, level support dari channel tersebut diproyeksikan berada di sekitar US$0,88. Level ini diperkirakan akan mengalami kenaikan bertahap dan berpotensi menjadi ‘dynamic floor’ atau penopang dinamis bagi pergerakan harga XRP di masa mendatang.

Namun, para analis mengingatkan bahwa sinyal oversold saja belum cukup untuk memastikan bahwa dasar pasar telah tercapai. Dalam banyak skenario pasar, aset yang berada dalam kondisi oversold masih memiliki potensi untuk melemah lebih lanjut jika tidak didukung oleh peningkatan permintaan beli yang nyata.

Short Covering dan Kinerja Juli yang Menguatkan

Data dari pasar derivatif juga menyajikan gambaran yang menarik. Beberapa pengamat pasar mencatat penurunan ‘open interest’ XRP seiring dengan kenaikan harga. Pola ini biasanya mengindikasikan adanya penutupan posisi ‘short’ atau likuidasi posisi para trader yang bertaruh pada penurunan harga.

Analis CW berpendapat bahwa kenaikan XRP yang disertai penurunan open interest dapat diartikan sebagai langkah para trader bearish yang mulai menutup posisi mereka untuk membatasi kerugian saat harga bergerak naik. Fenomena ‘short covering’ ini berpotensi memicu lonjakan harga dalam jangka pendek, karena para trader yang sebelumnya bertaruh pada penurunan terpaksa membeli kembali aset untuk menutup posisi mereka.

Meskipun demikian, efek dari short covering ini cenderung bersifat sementara jika tidak diikuti oleh pembelian baru dari pelaku pasar ‘long’ atau investor yang memegang aset untuk jangka panjang. Kinerja XRP selama bulan Juli patut dicatat, berhasil membukukan salah satu bulan terbaiknya sepanjang tahun 2026 dengan kenaikan sekitar 6,83%, yang sedikit memperlemah narasi bearish yang dominan.

Namun, tantangan musiman mulai muncul. Secara historis, bulan Agustus kerap menjadi salah satu bulan paling datar bagi XRP, dengan rata-rata pengembalian (return) hanya sekitar 0,43%.

Investor Institusional Masih Menahan Diri, Level Kunci Diperhatikan

Dari sisi arus dana institusional, minat terhadap XRP masih terlihat lesu. Produk exchange-traded fund (ETF) spot XRP mencatat nol aliran dana pada 11 dari 17 hari perdagangan sepanjang Juli, berdasarkan data SoSoValue. Kondisi ini mengindikasikan bahwa investor institusional belum melakukan masuk secara agresif, meskipun harga mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Arus keluar dana dari bursa juga melambat, menandakan momentum akumulasi tidak sekuat yang diharapkan.

Secara teknikal, level US$1,22 menjadi area krusial yang perlu dipantau dengan cermat. Jika XRP mampu mencatatkan penutupan tiga hari berturut-turut di atas level ini, peluang untuk breakout yang lebih kuat akan terbuka lebar. Pergerakan positif ini berpotensi menarik kembali minat institusional dan memicu aliran dana masuk baru ke produk spot XRP.

Sebaliknya, jika XRP gagal mempertahankan level US$1,01, risiko pelemahan lanjutan akan meningkat. Penurunan di bawah US$1 dapat membawa harga mendekati struktur bottom makro yang lebih menyerupai siklus historis sebelumnya. Untuk saat ini, XRP masih memiliki kapitalisasi pasar hampir US$68 miliar dan menempati peringkat keenam di pasar kripto global. Dengan suplai beredar lebih dari 62,5 miliar token dan volume perdagangan harian di atas US$1,2 miliar, likuiditas XRP tetap kuat meskipun pergerakan harganya cenderung sideways.

Grafik dari Rand Group menunjukkan XRP kembali memantul di atas support utama US$1, mengindikasikan adanya tekanan beli yang mulai muncul. Aset ini sedang berada di titik kritis penentuan arah terhadap resistensi tren turun tahunan.

Outlook XRP saat ini masih bercampur. Di satu sisi, indikator XRP Masuk Level Oversold Ekstrem dan fenomena short covering memberikan sinyal bahwa tekanan jual mulai mereda. Namun, lemahnya arus dana institusional dan belum adanya breakout signifikan di atas US$1,22 membuat konfirmasi bottom belum sepenuhnya kuat. Kunci utama pergerakan selanjutnya adalah kemampuan XRP untuk bertahan di atas level US$1 dan menarik kembali permintaan beli yang substansial. Jika berhasil, area US$1,22 bisa menjadi gerbang awal menuju pemulihan yang lebih besar. Namun, jika gagal, XRP masih berisiko menguji area support yang lebih rendah sebelum dasar pasar yang sesungguhnya benar-benar terbentuk. Kondisi XRP Masuk Level Oversold Ekstrem ini memang menarik perhatian, namun kewaspadaan tetap diperlukan.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tinggalkan komentar