RI Kuasai Pasar Karbon Dunia? Potensi Rupiah Bikin Tercengang!

Renita

RI Kuasai Pasar Karbon Dunia? Potensi Rupiah Bikin Tercengang!

Poros Informasi – Indonesia berpotensi besar untuk memimpin pasar perdagangan karbon global, dengan nilai ekonomi karbon yang diperkirakan mencapai USD 565,9 miliar atau setara dengan Rp9.422 triliun. Hal ini membuka peluang besar bagi peningkatan pendapatan daerah melalui penciptaan lapangan kerja hijau.

Indonesia Siap Jadi Pemain Utama Perdagangan Karbon

 RI Kuasai Pasar Karbon Dunia? Potensi Rupiah Bikin Tercengang!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Ketua Umum Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA), Riza Suarga, menyatakan bahwa potensi ini dapat diwujudkan melalui berbagai inisiatif seperti konservasi, reforestasi, pertanian berkelanjutan, dan ekowisata.

Konferensi Karbon Digital Dorong Aksi Mitigasi

Konferensi Karbon Digital (Carbon Digital Conference/CDC) diharapkan menjadi wadah penting untuk mendorong aksi mitigasi dan adaptasi lingkungan di berbagai sektor. Fokus utama adalah pada pengembangan proyek Carbon Capture and Storage/Carbon Capture Utilization and Storage (CCS/CCUS) serta proyek berbasis alam (Nature Based), khususnya di sektor Areal Penggunaan Lain (APL) dan kelautan.

Dukungan Pemerintah dan Inovasi Teknologi Iklim

Riza menambahkan bahwa CDC akan menjadi platform bagi startup teknologi iklim untuk memamerkan inovasi mereka di industri hijau. Hal ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian Target Kontribusi Nasional (Nationally Determined Contribution/NDC) dan berkontribusi pada tujuan pertumbuhan ekonomi 8% yang telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo.

Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmennya dengan menandatangani setidaknya lima Mutual Recognition Agreement (MRA) dengan berbagai standar internasional. Selain itu, penerbitan Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca Nasional, yang menggantikan Perpres 98/2021, semakin memperkuat landasan hukum untuk perdagangan karbon di Indonesia.

Baca Juga

Ikuti Kami

Tags

Tinggalkan komentar