Poros Informasi – VeChain (VET), salah satu pemain kunci di sektor blockchain rantai pasok, kembali menjadi sorotan. Bukan karena lonjakan harga yang fantastis, melainkan pengumuman "Better Governance Vote" yang dijadwalkan pada 3 hingga 9 Februari 2026. Ironisnya, di tengah upaya peningkatan tata kelola ini, harga VET justru menunjukkan tren yang kurang menggembirakan, dengan penurunan signifikan yang membuat komunitas bertanya-tanya: apakah inisiatif ini cukup untuk membalikkan keadaan? Data terkini menunjukkan VET masih berjuang di level $0,0077, mencatat koreksi sekitar 3,7% dalam 24 jam terakhir.
Di Balik Tirai Voting Tata Kelola VeChain: Harapan vs. Realita Pasar

Agenda "Better Governance Vote" dan Tujuannya
Inisiatif "Better Governance Vote" ini dirancang untuk menggenjot partisipasi aktif dari komunitas VeChain. Tujuannya adalah memberdayakan para Navigator yang telah melakukan intent-staking agar dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas alokasi sumber daya di dalam ekosistem VeBetter. Ini adalah langkah proaktif untuk memperkuat desentralisasi dan efisiensi operasional jaringan, yang diharapkan dapat membawa VeChain ke fase pengembangan berikutnya.
Reaksi Pasar yang Dingin: VET Terus Tertekan
Meskipun ada agenda penting ini, pasar kripto tampaknya merespons dengan sikap dingin. Harga VET terpantau stagnan di kisaran $0,0077, mencatat penurunan sekitar 3,7% dalam sehari. Kapitalisasi pasar VeChain saat ini bertengger di angka sekitar $667 juta, dengan volume perdagangan harian yang relatif moderat, yakni $19,36 juta. Angka-angka ini mengindikasikan bahwa pengumuman governance belum mampu memicu sentimen bullish yang berarti, bahkan saat komunitas diundang untuk berpartisipasi aktif.
Mengapa Pasar Acuh? Ketiadaan Katalis Ekonomi Konkret
Fokus pada Partisipasi, Minim Detail Dampak Finansial
Inti dari proposal tata kelola ini memang berpusat pada penguatan partisipasi komunitas dan optimalisasi alokasi melalui peran intent-staked Navigators. Namun, inilah yang menjadi titik krusial: hingga kini, detail mengenai implikasi ekonomi dari proposal tersebut masih sangat minim. Tidak ada informasi jelas tentang potensi perubahan tokenomics, mekanisme token burn, atau pergeseran insentif fundamental yang bisa secara langsung mendongkrak permintaan terhadap token-token ekosistem seperti VET, VTHO, B3TR, atau VEUSD. Ketiadaan rincian ini menjadi alasan utama mengapa pasar belum tergerak, menyoroti kebutuhan akan transparansi yang lebih besar terkait dampak finansial.
Dianggap Rutinitas DAO, Spekulasi Terbatas
Analisis dari Coinmarketcal menggarisbawahi bahwa agenda ini masih dalam fase awal, lebih sebagai upaya penguatan tata kelola di ekosistem VeBetter. Tanpa adanya kejelasan mengenai dampak ekonomi yang substansial, mayoritas pelaku pasar cenderung melihat voting ini sebagai bagian dari proses rutin Organisasi Otonom Terdesentralisasi (DAO) dan sekadar upaya untuk meningkatkan keterlibatan komunitas. Dalam skenario seperti ini, inisiatif tata kelola jarang sekali berhasil memicu gelombang spekulasi yang masif. Efeknya, jika ada, kemungkinan hanya terbatas pada peningkatan interaksi sosial dan diskusi di kalangan komunitas dalam jangka pendek, tanpa mengubah narasi fundamental VeChain secara mendalam.
Tren Bearish VET: Menanti Pemicu Nyata
Penurunan Harga yang Konsisten dalam 90 Hari
Di tengah hiruk pikuk agenda tata kelola, performa harga VET justru menunjukkan tren bearish yang persisten. Dalam sebulan terakhir, VET telah terkoreksi sekitar 34,20%. Penurunan ini semakin parah jika dilihat dalam rentang waktu yang lebih panjang: melemah 33,88% dalam 60 hari, dan bahkan anjlok hingga 54,94% dalam 90 hari terakhir. Dengan suplai beredar mencapai 85,99 miliar token dari total maksimum 86,71 miliar, pasar jelas masih menantikan katalis yang lebih substansial. Katalis ini harus mampu memberikan dampak langsung pada utilitas dan ekonomi token secara keseluruhan. Tanpa adanya pergeseran fundamental yang konkret, inisiatif tata kelola VeChain saat ini diperkirakan belum akan cukup untuk meredakan tekanan harga VET dalam waktu dekat.
Perspektif Analis: "Katalis Lunak" Belum Cukup
Tim Riset porosinformasi.co.id mengemukakan pandangan senada. Menurut mereka, acara tata kelola semacam ini umumnya bertindak sebagai "katalis lunak" yang lebih berfokus pada peningkatan keterlibatan komunitas, kecuali jika ada perubahan signifikan pada tokenomics atau struktur insentif yang diumumkan secara eksplisit. "Dampak terhadap harga VET, VTHO, atau B3TR kemungkinan akan terbatas dan bersifat jangka pendek," jelas tim riset tersebut. "Yang terpenting untuk dicermati adalah hasil akhir voting dan apakah ada modifikasi pada mekanisme reward atau alokasi setelah periode pemungutan suara berakhir."
Dengan kondisi pasar yang masih menanti pemicu fundamental, komunitas VeChain dan investor perlu memantau dengan seksama perkembangan pasca-voting ini. Akankah hasil voting mampu menghadirkan perubahan konkret yang dapat menggerakkan harga VET, ataukah inisiatif ini hanya akan menjadi catatan kaki dalam perjalanan panjang VeChain di pasar kripto yang volatil? Hanya waktu yang akan menjawab.
Investasi dan trading kripto aman hanya di porosinformasi.co.id. Ikuti Google News porosinformasi.co.id untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
porosinformasi.co.id Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.






