Poros Informasi – Sektor Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) di Indonesia kini tidak lagi sekadar pelengkap, melainkan telah bertransformasi menjadi salah satu lokomotif utama penggerak roda perekonomian nasional. Potensinya yang masif tak hanya terbatas pada geliat pariwisata, namun juga merambah ke berbagai lini bisnis, mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner, hingga memberikan dorongan signifikan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pemerintah bahkan menargetkan kontribusi devisa dari sektor ini melonjak dari sekitar 10% menjadi 15% pada tahun 2029, sebuah ambisi yang didasari oleh tren kinerja positif dan kepercayaan global yang terus meningkat.
MICE: Lokomotif Baru Penggerak Ekonomi Nasional

Visi pemerintah untuk menjadikan MICE sebagai pilar ekonomi semakin nyata. Target peningkatan kontribusi devisa sebesar 50% dari angka saat ini, yakni dari 10% menjadi 15% dalam lima tahun ke depan, bukan sekadar angka. Ini adalah cerminan strategi komprehensif yang berfokus pada penguatan ekosistem penyelenggaraan acara, peningkatan daya saing destinasi pariwisata dan bisnis, serta perluasan manfaat ekonomi yang lebih merata, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. Berbagai pameran, konferensi, dan forum internasional yang digelar di Tanah Air telah terbukti menciptakan efek berantai yang menguntungkan, mengalirkan pendapatan ke berbagai sektor penunjang.
Tren Positif dan Pengakuan Global
Perjalanan industri MICE di Tanah Air menunjukkan grafik yang menjanjikan. Data terkini hingga September 2025 mencatat keberhasilan Indonesia dalam menyelenggarakan 134 acara berskala nasional, yang berhasil menarik lebih dari 10,8 juta pengunjung. Capaian ini menempatkan Indonesia pada posisi ke-37 secara global dan peringkat keempat di antara negara-negara ASEAN sebagai destinasi MICE pilihan. Ini mengindikasikan bahwa infrastruktur dan kapasitas penyelenggaraan acara di Indonesia semakin diakui di kancah internasional, membuka pintu bagi peluang-peluang yang lebih besar di masa depan.
Indonesia Tuan Rumah Event Dunia: GSDC 2026 di ICE BSD
Momentum positif ini semakin diperkuat dengan kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia sebagai tuan rumah Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026. Acara prestisius ini dijadwalkan akan dihelat di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, sebuah venue yang telah terbukti memiliki standar kelas dunia. GSDC 2026 diperkirakan akan menjadi magnet bagi lebih dari 5.000 delegasi, 500 pembicara terkemuka, 200 peserta pameran, serta perwakilan dari lebih dari 100 negara, menjadikannya salah satu forum global paling signifikan di tahun tersebut.
Siti Karmila, General Manager ICE BSD, mengungkapkan bahwa penunjukan ini bukan hanya sebuah kehormatan, melainkan juga validasi atas kapabilitas Indonesia dalam menghelat forum berskala global. "Penunjukan ICE BSD sebagai tuan rumah GSDC 2026 adalah bukti nyata pengakuan terhadap standar operasional dan fasilitas kelas dunia yang telah kami kembangkan selama bertahun-tahun. Kami berkomitmen untuk tidak hanya menyediakan lokasi acara, tetapi juga menciptakan ekosistem kolaborasi global yang memicu inovasi dan pertukaran gagasan," jelas Karmila, menekankan visi ICE BSD sebagai katalisator pengetahuan.
Efek Berantai Ekonomi yang Menguntungkan
Dampak ekonomi dari penyelenggaraan event internasional seperti GSDC 2026 tidak dapat dipandang sebelah mata. Fenomena ‘multiplier effect’ akan terasa di berbagai sektor. Kedatangan ribuan delegasi dari berbagai penjuru dunia secara otomatis akan mendongkrak tingkat hunian hotel, meningkatkan permintaan akan layanan transportasi, memacu konsumsi di sektor makanan dan minuman, serta menggenjot transaksi di sektor ritel dan jasa pendukung lainnya. Ini adalah suntikan vital bagi perekonomian lokal dan nasional, menciptakan lapangan kerja serta peluang bisnis baru yang berkelanjutan.
Dengan strategi yang terarah dan dukungan infrastruktur yang memadai, industri MICE siap menjadi garda terdepan dalam menarik devisa dan memperkuat posisi Indonesia di peta ekonomi global.






