Poros Informasi – Raksasa kopi lokal, Kopi Kenangan, berhasil menorehkan kinerja finansial yang cemerlang sepanjang tahun 2025, dengan membukukan laba bersih sebesar USD18 juta. Tak hanya itu, komitmen perusahaan terhadap pemberdayaan ekonomi juga terlihat nyata melalui penciptaan 7.521 lapangan kerja baru, sebuah pencapaian yang diumumkan pada Rabu (1/7/2026).
Kinerja impresif ini menempatkan Kopi Kenangan sebagai salah satu pemain kunci di sektor Food & Beverage (F&B) yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada kontribusi sosial yang signifikan.

Kinerja Finansial yang Mengesankan
Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Laba bersih sebesar USD18 juta (sekitar Rp295 miliar dengan kurs Rp16.400/USD) menunjukkan profitabilitas yang kuat di tengah dinamika pasar yang kompetitif. Ditambah lagi, EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) perusahaan mencapai USD37 juta pada periode yang sama, mengindikasikan efisiensi operasional yang solid dan potensi pertumbuhan yang menjanjikan di masa mendatang.
Pencapaian ini mencerminkan strategi bisnis yang matang, kemampuan adaptasi terhadap preferensi konsumen, serta manajemen biaya yang efektif. Investor dan analis pasar tentu akan mencermati bagaimana Kopi Kenangan mampu mempertahankan momentum positif ini di tahun-tahun berikutnya.
Dampak Sosial dan Penciptaan Lapangan Kerja
Lebih dari sekadar profit, Kopi Kenangan juga menunjukkan perannya sebagai motor penggerak ekonomi riil. Dengan membuka 7.521 posisi pekerjaan, perusahaan telah menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan, memberikan kontribusi langsung terhadap penurunan angka pengangguran. Total upah yang disalurkan mencapai Rp467 miliar, mengalir ke kantong ribuan keluarga dan turut menggerakkan roda perekonomian lokal.
Komitmen Terhadap Keberlanjutan dan Inklusi
"Keberhasilan bisnis harus berjalan seiring kontribusi terhadap masyarakat, lingkungan, dan tata kelola perusahaan," tegas Inneke Lestari, Head of Legal & Corporate Affairs Kopi Kenangan. Pernyataan ini bukan hanya retorika, melainkan tercermin dalam berbagai inisiatif nyata.
Salah satunya adalah program rekrutmen khusus bagi penyandang disabilitas tuli. Melalui program ini, Kopi Kenangan tidak hanya menyediakan pelatihan barista profesional, tetapi juga pengembangan keterampilan kerja dan pendampingan komprehensif untuk memasuki dunia profesional.
Group Chief People & Culture Kopi Kenangan, Gemini Aryanto, menambahkan bahwa "keterbatasan tidak menghalangi seseorang untuk berkarya secara profesional." Ia berharap inisiatif semacam ini akan "mendorong terciptanya ekosistem ketenagakerjaan yang semakin inklusif," membuka lebih banyak kesempatan bagi talenta-talenta dari berbagai latar belakang untuk berkarya dan berkontribusi secara maksimal.
Dengan kombinasi kinerja finansial yang solid dan komitmen sosial yang kuat, Kopi Kenangan tidak hanya memperkuat posisinya di industri minuman, tetapi juga menjadi contoh bagaimana entitas bisnis dapat tumbuh berkelanjutan sambil memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat luas. Ini adalah model bisnis masa depan yang patut dicontoh.






