BONK Tertekan Akibat Serangan Tata Kelola yang Menguras Kas Senilai US$20 Juta
Poros Informasi – 08 Juli 2026 | Harga token BONK mengalami penurunan signifikan, anjlok sekitar 8% pada 6 Juli lalu. Penurunan ini dipicu oleh konfirmasi serangan tata kelola (governance attack) yang berhasil menguras total kekayaan treasury BonkDAO senilai kurang lebih US$20 juta. BonkDAO, yang merupakan badan tata kelola terdesentralisasi di balik memecoin populer BONK yang beroperasi di jaringan Solana, menjadi korban skema yang tidak lazim. Berbeda dari serangan peretasan pada umumnya yang mengeksploitasi kerentanan kode, insiden ini justru memanfaatkan mekanisme voting DAO itu sendiri.
Modus Operandi: Membeli Suara untuk Menguras Kas
Menurut laporan on-chain yang beredar, pelaku serangan melakukan pembelian token BONK dalam jumlah besar beberapa hari sebelum proses voting dimulai. Pembelian masif ini, yang diperkirakan bernilai sekitar US$4 juta melalui bursa terkemuka seperti Binance dan Bybit, bertujuan untuk mengakumulasi kekuatan suara (voting power) yang signifikan di platform tata kelola Realms milik Solana. Dengan kekuatan suara yang terkumpul, pelaku kemudian mengajukan proposal transfer dana dari treasury BonkDAO. Proposal tersebut berhasil diloloskan, memungkinkan pelaku untuk memindahkan sekitar 4,426 triliun token BONK, yang setara dengan nilai sekitar US$20 juta, keluar dari kas BonkDAO.
Insiden ini menjadi sorotan tajam karena tidak melibatkan eksploitasi smart contract secara langsung. Sebaliknya, pelaku secara cerdik memanfaatkan aturan tata kelola DAO yang ada untuk melakukan transfer dana secara resmi melalui mekanisme yang disetujui oleh sistem. Keberhasilan proposal ini disebut-sebut juga disebabkan oleh partisipasi komunitas yang minim dalam proses voting, tidak adanya jeda eksekusi setelah proposal disetujui, serta sifat sistem voting yang berbasis token likuid yang memungkinkan pembelian suara dalam skala besar.
Setelah voting selesai, dana yang berhasil dikuras langsung ditransfer ke dompet (wallet) yang teridentifikasi terkait dengan akun Bybit, sebelum akhirnya diteruskan ke alamat Solana lainnya. Kejadian ini menegaskan kembali kerentanan dalam sistem tata kelola terdesentralisasi yang belum matang dan menjadi perhatian serius bagi komunitas kripto global. Fakta bahwa BONK Turun 8% Usai Treasury BonkDAO Bobol US$20 Juta menjadi bukti nyata dampak negatif dari insiden ini.
Langkah Mitigasi dan Dampak Pasar
Menanggapi insiden ini, BonkDAO menyatakan bahwa mereka sedang berkoordinasi erat dengan Solana Foundation dan aparat penegak hukum untuk melacak dan berupaya memulihkan dana yang hilang. Sebagai langkah pencegahan, beberapa bursa kripto besar juga telah mengambil tindakan. Upbit dan Kraken dilaporkan menangguhkan sementara layanan deposit dan penarikan (withdrawal) untuk token BONK. Kebijakan ini diambil guna membatasi pergerakan aset hasil serangan selama proses investigasi berlangsung.
Pasca pengumuman serangan, harga BONK langsung tertekan. Token ini diperdagangkan di kisaran US$0,0000054398, menunjukkan penurunan lebih dari 7% dalam periode 24 jam terakhir. Volume perdagangan harian tercatat sekitar US$116,89 juta, dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar US$388,77 juta. Situasi ini jelas menjadi pukulan bagi sentimen positif yang sempat dibangun oleh komunitas BONK, terutama setelah sebelumnya BonkDAO melakukan pembakaran (treasury burn) sebesar 1,69 triliun BONK dan adanya rencana peluncuran produk ETP berbasis BONK di Swiss Exchange oleh BitCapital.
Sistem Tata Kelola DAO dalam Sorotan
Insiden ini kembali memicu perdebatan sengit mengenai keamanan dan efektivitas sistem tata kelola berbasis token dalam ekosistem DAO. Tim Research Tokocrypto menyoroti bahwa model voting yang sangat bergantung pada jumlah token (token-weighted voting) tanpa mekanisme penguncian (lockup) yang memadai dapat membuka celah bagi pihak-pihak bermodal besar untuk memanipulasi kekuatan suara dalam waktu singkat. Pelaku dapat dengan mudah memperoleh pengaruh besar hanya dengan membeli token sebelum periode voting, lalu menggunakan kekuatan tersebut untuk meloloskan proposal yang justru merugikan kas atau ekosistem DAO itu sendiri.
Risiko ini semakin diperparah jika partisipasi komunitas dalam proses voting tergolong rendah dan tidak adanya periode penundaan eksekusi proposal setelah disetujui. Hal ini memberikan celah bagi pelaku untuk segera mengeksekusi niat jahatnya. Kasus ini menjadi pengingat bahwa meskipun desentralisasi adalah tujuan utama, implementasinya harus dibarengi dengan mekanisme keamanan yang kokoh untuk mencegah penyalahgunaan. Pentingnya perbaikan sistem tata kelola menjadi krusial, terutama setelah insiden BONK Turun 8% Usai Treasury BonkDAO Bobol US$20 Juta ini.
Untuk dapat memulihkan kepercayaan pasar dan investor, BonkDAO dinilai perlu segera memperkuat sistem tata kelolanya. Beberapa langkah perbaikan yang dapat dipertimbangkan meliputi peningkatan ambang batas kuorum voting, penerapan mekanisme penguncian voting power untuk mencegah manipulasi jangka pendek, penambahan jeda eksekusi proposal untuk memberikan waktu bagi komunitas mengidentifikasi potensi ancaman, serta penggunaan sistem multi-signature untuk setiap perpindahan dana dari treasury. Hingga saat ini, arah pergerakan harga BONK masih sangat bergantung pada perkembangan proses pemulihan dana, respons dari bursa-bursa yang terlibat, dan langkah konkret BonkDAO dalam memperbaiki sistem tata kelolanya. Jika dana berhasil dilacak dan sistem keamanan diperkuat, tekanan jual yang terjadi akibat BONK Turun 8% Usai Treasury BonkDAO Bobol US$20 Juta dapat mereda. Namun, jika ketidakpastian terus berlanjut, token BONK berisiko mengalami volatilitas yang tinggi dalam jangka pendek.
Investasi dan trading aset kripto memiliki risiko tinggi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Tokocrypto terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).







