Revolusi Kripto Eropa: Ripple Kantongi Izin MiCA, Harga XRP Berpotensi Meroket ke US$1,30?

Amalia Citra

Amalia Citra

Revolusi Kripto Eropa: Ripple Kantongi Izin MiCA, Harga XRP Berpotensi Meroket ke US$1,30?
Revolusi Kripto Eropa: Ripple Kantongi Izin MiCA, Harga XRP Berpotensi Meroket ke US$1,30?

Poros Informasi – 08 Juli 2026 | Harga XRP terpantau bergerak melemah 1,83% ke level US$1,12 dalam 24 jam terakhir. Namun, performa mingguan token ini tetap menunjukkan tren positif dengan kenaikan hampir 10%. Pergerakan XRP kini menjadi sorotan utama setelah Ripple Kantongi Izin MiCA di Eropa, khususnya di Luksemburg. Izin ini membuka peluang signifikan bagi Ripple untuk memperluas jangkauan layanan aset kripto yang teregulasi di seluruh 27 negara anggota European Economic Area (EEA). Sentimen positif ini turut didukung oleh pemulihan pasar kripto secara umum, di mana Bitcoin juga mencatat kenaikan lebih dari 7% dalam sepekan. Di tengah euforia ini, investor juga masih menanti aturan final GENIUS Act yang dijadwalkan sebelum 18 Juli 2026.

Secara rinci, Ripple berhasil memperoleh lisensi Crypto Asset Service Provider (CASP) dari Commission de Surveillance du Secteur Financier (CSSF) Luksemburg. Pemberian lisensi ini dilakukan di bawah kerangka regulasi Markets in Crypto-Assets (MiCA) Uni Eropa. Dengan mengantongi izin ini, Ripple kini memiliki hak passporting di seluruh European Economic Area. Ini berarti perusahaan berhak menawarkan layanan kripto yang sepenuhnya teregulasi kepada pengguna di setiap negara anggota kawasan tersebut. Pencapaian ini menandai salah satu tonggak sejarah terpenting bagi Ripple di benua Eropa. Selain lisensi CASP, Ripple juga telah memegang izin e-money di Uni Eropa, yang jika dikombinasikan, dapat memperkuat fundamental layanan pembayaran Ripple untuk sektor perbankan, korporasi, dan berbagai skala bisnis.

Ripple sendiri menyambut baik kerangka MiCA yang dinilai memberikan jalur kepatuhan yang lebih jelas bagi transaksi aset kripto. Persetujuan ini berpotensi besar untuk mendukung adopsi XRP dan stablecoin terbaru Ripple, RLUSD, di pasar Eropa yang luas. Kabar positif ini sejalan dengan perkembangan lain yang juga menguntungkan XRP. Tim Research Tokocrypto melaporkan bahwa permintaan terhadap produk Exchange-Traded Fund (ETF) spot XRP terus menunjukkan tren positif. ETF spot XRP tercatat mengalami arus masuk dana (inflow) selama delapan pekan berturut-turut, dengan total net inflow kumulatif mencapai US$1,49 miliar.

Meskipun pada 6 Juli, ETF XRP mencatat net inflow harian nol berdasarkan data SoSoValue, total aset bersih produk ETF XRP masih berada di kisaran US$1,05 miliar, setara dengan 1,47% dari total kapitalisasi pasar XRP. Total nilai transaksi dari produk ETF XRP tercatat sekitar US$14,48 juta. Dana XRP milik Bitwise memimpin daftar dengan aset bersih US$330,84 juta, diikuti oleh Canary sebesar US$265,30 juta dan Franklin sebesar US$261,68 juta. Tren inflow yang berkelanjutan ini mengindikasikan bahwa minat investor terhadap XRP tetap solid, terutama menjelang perkembangan regulasi baru baik di Amerika Serikat maupun Eropa. Keberhasilan Ripple Kantongi Izin MiCA di Eropa semakin memperkuat optimisme ini.

Analisis Teknikal XRP: Menuju US$1,30?

Secara teknikal, XRP diperdagangkan di sekitar US$1,1278 pada grafik empat jam, tepat di atas area support krusial di US$1,12. Sebelumnya, XRP sempat kehilangan channel kenaikan jangka pendek di kisaran US$1,15. Level ini kini menjadi resistensi awal yang harus ditembus oleh XRP untuk melanjutkan tren positifnya. Jika XRP berhasil kembali bergerak di atas US$1,15, peluang kenaikan menuju US$1,20 akan semakin terbuka. Level US$1,20 ini menjadi target teknikal penting berikutnya.

Apabila tekanan beli semakin menguat dan didukung oleh volume transaksi yang solid, XRP berpotensi melanjutkan reli menuju US$1,30 pada akhir bulan Juli. Namun, skenario kenaikan agresif ini sangat bergantung pada kemampuan harga untuk bertahan di atas level-level resistensi utama dan didukung oleh volume yang signifikan. Di sisi lain, kegagalan XRP untuk merebut kembali level US$1,15 dapat memberikan keuntungan bagi para penjual, yang berpotensi mendorong harga turun. Jika XRP menembus ke bawah support US$1,12, target penurunan berikutnya berada di sekitar US$1,05.

Dari sisi indikator teknikal, Relative Strength Index (RSI) berada di dekat level 49, mengindikasikan momentum yang masih lemah pasca-pullback terbaru. Moving Average Convergence Divergence (MACD) juga menunjukkan pelemahan, dengan bar bearish yang masih terbentuk di bawah garis sinyal. Untuk saat ini, prospek XRP masih ditopang oleh dua sentimen utama: persetujuan MiCA oleh Ripple di Luksemburg dan arus masuk dana ETF yang terus berlanjut. Namun, arah pergerakan harga jangka pendek akan sangat bergantung pada kemampuan XRP untuk menembus kembali level US$1,15 dan mempertahankan level support US$1,12. Pertanyaan besar yang mengemuka adalah, setelah Ripple Kantongi Izin MiCA di Eropa, akankah harga XRP benar-benar bisa menembus US$1,30? Analisis lebih lanjut terhadap sentimen pasar dan perkembangan regulasi global akan menjadi kunci.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tinggalkan komentar