Poros Informasi – Harga XRP, aset kripto yang terkait dengan Ripple, menunjukkan pergerakan yang menarik perhatian para investor dan analis. Meskipun sempat terkoreksi 1,83% ke level US$1,12 dalam 24 jam terakhir, token ini berhasil mempertahankan performa positif secara mingguan dengan kenaikan hampir 10%. Sorotan utama kini tertuju pada Ripple setelah perusahaan tersebut sukses mengantongi persetujuan penuh MiCA di Luksemburg, membuka jalan bagi ekspansi layanan kripto teregulasi di 27 negara anggota European Economic Area (EEA).
Kabar gembira ini datang di tengah sinyal pemulihan umum di pasar kripto. Bitcoin, misalnya, masih mencatatkan kenaikan lebih dari 7% dalam sepekan, menandakan sentimen positif yang mulai kembali. Di sisi lain, komunitas kripto juga menantikan finalisasi aturan GENIUS Act di Amerika Serikat, yang dijadwalkan sebelum 18 Juli 2026, berpotensi membawa kejelasan regulasi lebih lanjut.

Ripple Raih Lisensi CASP di Luksemburg: Pintu Gerbang Eropa Terbuka Lebar
Ripple secara resmi telah mendapatkan lisensi Crypto Asset Service Provider (CASP) dari Commission de Surveillance du Secteur Financier (CSSF) Luksemburg. Lisensi ini diberikan di bawah kerangka regulasi Markets in Crypto-Assets (MiCA) Uni Eropa, sebuah langkah signifikan yang memperkuat posisi Ripple di kancah global.
Dengan lisensi CASP ini, Ripple kini memiliki hak passporting di seluruh European Economic Area. Ini berarti perusahaan dapat secara legal dan teregulasi menawarkan berbagai layanan kripto di semua negara anggota kawasan tersebut, sebuah capaian yang diyakini menjadi salah satu tonggak sejarah terbesar Ripple di Eropa.
This might be Ripple’s biggest European milestone in history…@Ripple $XRP has received full Crypto Asset Service Provider (CASP) under Europe’s MiCA regulatory framework.As a result, it can now offer services to users in every single country in the European Economic Area… pic.twitter.com/OqntPe58Zp
— BSCN (@BSCNews) July 6, 2026
Persetujuan ini melengkapi izin e-money yang telah dimiliki Ripple di Uni Eropa sebelumnya. Kombinasi kedua lisensi tersebut dipercaya akan semakin memperkuat kapabilitas layanan pembayaran Ripple, khususnya untuk sektor perbankan, korporasi, dan bisnis yang membutuhkan solusi transaksi kripto yang patuh regulasi. Ripple sendiri memandang kerangka MiCA sebagai panduan kepatuhan yang lebih jelas untuk transaksi aset digital, yang berpotensi mendukung adopsi XRP dan stablecoin Ripple, RLUSD, di pasar Eropa.
Lonjakan Permintaan ETF XRP: Arus Dana Tak Terbendung
Selain berita regulasi yang menggembirakan, permintaan terhadap produk Exchange Traded Fund (ETF) spot XRP juga menjadi pendorong sentimen positif. Tim Research porosinformasi.co.id melaporkan bahwa ETF spot XRP telah mencatat delapan pekan berturut-turut arus masuk dana, dengan total net inflow kumulatif yang mencapai angka fantastis, US$1,49 miliar.
Berdasarkan data dari SoSoValue, meskipun ETF XRP mencatat net inflow harian nol pada 6 Juli, total aset bersih produk ETF XRP masih berada di kisaran US$1,05 miliar. Angka ini setara dengan 1,47% dari kapitalisasi pasar XRP secara keseluruhan. Total nilai transaksi dari produk ETF XRP juga tercatat cukup substansial, sekitar US$14,48 juta. Dana XRP milik Bitwise memimpin dengan aset bersih US$330,84 juta, diikuti oleh Canary sebesar US$265,30 juta, dan Franklin sebesar US$261,68 juta.
Tren inflow yang berkelanjutan ini mengindikasikan bahwa minat investor institusional dan ritel terhadap XRP masih sangat kuat, terutama menjelang potensi perkembangan regulasi baru di Amerika Serikat dan Eropa yang dapat memberikan kejelasan dan legitimasi lebih lanjut bagi aset ini.
Analisis Teknis XRP: Mampukah Rebut Kembali Level Krusial US$1,15?
Secara teknikal, XRP saat ini diperdagangkan di sekitar US$1,1278 pada grafik empat jam, tepat di atas area support penting di US$1,12. Token ini sebelumnya sempat kehilangan channel kenaikan jangka pendek di sekitar US$1,15, yang kini bertransformasi menjadi resistance awal yang krusial untuk ditembus.
Jika XRP berhasil kembali bergerak di atas US$1,15, peluang kenaikan menuju US$1,20 akan semakin terbuka lebar. Level tersebut menjadi target teknikal berikutnya yang signifikan. Apabila tekanan beli terus menguat dan didukung oleh volume yang solid, XRP berpotensi melanjutkan reli menuju US$1,30 pada akhir Juli. Namun, skenario bullish ini sangat bergantung pada kemampuan harga untuk bertahan di atas resistance utama.
Di sisi lain, kegagalan untuk merebut kembali level US$1,15 dapat mengindikasikan bahwa penjual masih mendominasi pasar. Jika XRP tergelincir di bawah support US$1,12, target penurunan berikutnya diperkirakan berada di sekitar US$1,05.
Indikator Relative Strength Index (RSI) saat ini berada di dekat level 49, menunjukkan momentum yang masih cenderung lemah setelah pullback terbaru. Sementara itu, Moving Average Convergence Divergence (MACD) juga memperlihatkan pelemahan, dengan bar bearish yang masih terbentuk di bawah garis sinyal.
Untuk saat ini, prospek XRP masih ditopang kuat oleh dua sentimen utama: persetujuan MiCA Ripple di Luksemburg yang membuka peluang pasar Eropa, serta arus masuk dana ke ETF XRP yang terus berlanjut. Namun, arah harga jangka pendek akan sangat bergantung pada kemampuan XRP untuk menembus kembali level US$1,15 dan mempertahankan support vital di US$1,12.
Investasi dan trading kripto aman hanya di porosinformasi.co.id. Ikuti Google News Poros Informasi untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
porosinformasi.co.id Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.






