Poros Informasi – Pasar altcoin kembali berada di bawah tekanan hebat, dengan likuiditas yang menipis dan "market breadth" yang melemah di aset-aset berkapitalisasi kecil. Kondisi ini menciptakan badai sempurna yang mempersulit banyak token untuk mempertahankan nilainya, terutama saat investor institusional dan ritel masih condong ke aset digital raksasa seperti Bitcoin.
Analis kripto terkemuka, Darkfost, mengungkapkan data mengejutkan: sekitar 40% altcoin saat ini diperdagangkan di dekat level terendah sepanjang masa (all-time low). Angka ini bahkan sempat melonjak hingga 45% ketika Bitcoin (BTC) sempat tergelincir di bawah US$60.000 pada akhir Juni.

"Sekitar 40% altcoin diperdagangkan di sekitar titik terendah sepanjang masa mereka. Itu adalah statistik hari ini, dan itu mencerminkan kenyataan pahit yang dihadapi semua proyek yang memilih untuk meluncurkan token," tulis Darkfost dalam cuitannya, menyoroti bagaimana kondisi ini menunjukkan kerentanan altcoin yang ekstrem saat likuiditas pasar mengering. Dalam skenario seperti ini, pembeli cenderung menjadi sangat selektif, hanya memusatkan perhatian pada aset yang dianggap memiliki fundamental lebih kuat.
Mengapa Altcoin Tertekan Begitu Dalam?
Penurunan performa altcoin bukan tanpa alasan. Beberapa faktor fundamental berperan dalam menekan valuasi aset-aset digital ini.
Banjir Token Baru Menghantam Likuiditas
Salah satu penyebab utama adalah membludaknya jumlah token baru di pasar. Darkfost menyoroti bahwa CoinMarketCap kini mencatat sekitar 53,5 juta aset kripto, dengan sekitar 60.000 token baru ditambahkan setiap hari. Fenomena ini menciptakan fragmentasi likuiditas yang parah, di mana modal investor tersebar ke terlalu banyak aset.
Akibatnya, sebagian besar proyek kesulitan menarik modal segar dan mempertahankan level support harga mereka. Situasi ini sangat kontras dengan siklus pasar sebelumnya, di mana jumlah aset kripto belum sebanyak saat ini. Tanpa arus masuk likuiditas yang kuat, banyak token berisiko terus merosot atau bahkan gagal bertahan.
Dominasi Bitcoin yang Tak Tergoyahkan
Bitcoin masih menjadi raja tak terbantahkan di pasar kripto. Dominasi Bitcoin saat ini berada di sekitar 58,2%, sebuah indikasi jelas bahwa sebagian besar nilai pasar kripto masih terkonsentrasi pada BTC. Kondisi ini secara signifikan membatasi peluang terjadinya "altseason" (musim altcoin), terutama karena modal institusional dari ETF Bitcoin masih lebih banyak bertahan di BTC daripada berpindah ke altcoin.
Sinyal Campuran di Tengah Badai Altcoin
Meskipun tekanan terhadap altcoin sangat besar, tidak semua analis melihat gambaran pasar secara negatif. Ada beberapa sinyal yang menunjukkan potensi perbaikan di masa depan.
Potensi Pembalikan Dominasi Altcoin
Analis MikybullCrypto, misalnya, menilai grafik dominasi altcoin menunjukkan sinyal menarik setelah berhasil menembus garis tren empat tahun. Sebuah "breakout" pada dominasi altcoin seringkali dapat menjadi pertanda awal bahwa sebagian modal mulai bergerak keluar dari Bitcoin dan masuk ke pasar yang lebih luas. Namun, sinyal ini belum cukup kuat untuk mengonfirmasi dimulainya altseason secara penuh.
Indeks Musim Altcoin Belum Mencapai Puncak
Tim Riset porosinformasi.co.id mencatat bahwa Indeks Musim Altcoin (Altcoin Season Index) berada di sekitar level 43 pada pertengahan 2026. "Angka ini menunjukkan ada pemulihan pada beberapa altcoin, tetapi belum cukup kuat untuk menyatakan bahwa mayoritas altcoin mulai mengungguli Bitcoin," ungkap mereka. Untuk mengonfirmasi altseason, indeks tersebut biasanya perlu berada di atas level 75. Selama masih jauh di bawah level itu, kondisi pasar cenderung tetap selektif dan masih dipimpin oleh Bitcoin.
Strategi Trader di Pasar Volatil
Lemahnya aktivitas investor ritel juga menjadi salah satu faktor yang membatasi permintaan terhadap altcoin. Minat pencarian terhadap Bitcoin memang meningkat saat pasar mengalami tekanan, tetapi hal itu belum tentu menunjukkan bahwa investor kecil kembali membeli altcoin secara massal.
Indeks Ketakutan dan Keserakahan Kripto (Crypto Fear and Greed Index) saat ini berada di sekitar level 27, yang menunjukkan sentimen pasar masih berada di zona ketakutan (fear). Ini berarti kepercayaan investor belum sepenuhnya pulih, meskipun kondisi tidak seekstrem fase tekanan sebelumnya.
Untuk saat ini, pasar altcoin menunjukkan dua sinyal yang kontradiktif. Di satu sisi, banyak token masih terjebak di dekat level terendah sepanjang masa. Di sisi lain, grafik dominasi altcoin mulai menunjukkan potensi perbaikan bagi beberapa proyek.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa para trader tidak lagi memperlakukan semua altcoin dengan cara yang sama. Proyek yang lebih kuat, memiliki fundamental yang solid, dan narasi yang jelas masih berpeluang menarik modal selektif. Namun, altcoin yang lemah tetap berisiko tertekan karena likuiditas yang tersebar ke jutaan aset dan dominasi Bitcoin yang masih tinggi.
Investasi dan trading kripto aman hanya di porosinformasi.co.id. Ikuti Google News Poros Informasi untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
porosinformasi.co.id berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.






